

Aktivitas jaringan Ethereum menunjukkan penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir, dengan jumlah alamat aktif merosot ke posisi terendah dalam tujuh bulan. Saat ini, alamat aktif tercatat sekitar 327.000, turun signifikan dari 483.000 pada bulan Agustus. Penurunan partisipasi jaringan ini terjadi bersamaan dengan koreksi harga yang mencolok di pasar Ethereum.
Harga cryptocurrency ini juga mengalami penurunan besar, dari sekitar $4.800 menjadi sekitar $3.100 dalam sesi perdagangan terbaru. Pergerakan harga ini menandai koreksi pasar yang signifikan dan memicu kekhawatiran di kalangan investor serta analis pasar terkait kesehatan ekosistem Ethereum secara keseluruhan.
Analis pasar menyoroti korelasi kuat antara penurunan jumlah alamat aktif dengan tren bearish yang melanda Ethereum. Data menunjukkan penurunan aktivitas jaringan sebesar 32%, yang oleh para ahli dikaitkan dengan berbagai faktor saling terkait dalam ekosistem cryptocurrency.
CryptoOnchain, platform analitik blockchain terkemuka, mengungkapkan bahwa penurunan penggunaan jaringan mencerminkan sikap yang lebih hati-hati dan konservatif di kalangan pengguna serta investor Ethereum. Pergeseran perilaku ini menunjukkan bahwa para pelaku pasar memilih untuk menunggu dan mengamati di tengah ketidakpastian pasar saat ini.
Penurunan alamat aktif menjadi indikator utama berkurangnya interaksi pada jaringan Ethereum. Semakin sedikit alamat yang aktif bertransaksi, biasanya menandakan menurunnya kepercayaan terhadap pergerakan harga jangka pendek dan berkurangnya permintaan layanan jaringan. Metrik ini sangat krusial karena secara langsung mencerminkan tingkat penggunaan dan adopsi blockchain Ethereum di dunia nyata.
Korelasi antara aktivitas alamat dan performa harga telah terbukti dalam pasar cryptocurrency. Pada kasus Ethereum, keterkaitan ini tampak sangat kuat selama periode tekanan pasar ini. Penurunan kedua metrik secara bersamaan menunjukkan adanya efek umpan balik, di mana harga yang turun membuat aktivitas jaringan makin berkurang dan selanjutnya menambah tekanan penurunan harga.
Penurunan harga dari $4.800 ke $3.100 menandai koreksi besar yang memengaruhi sentimen investor di seluruh lini. Peristiwa ini juga disertai dengan penurunan volume perdagangan serta partisipasi pada aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) di jaringan Ethereum. Banyak pengguna kini lebih menghindari risiko, memilih menjaga posisi alih-alih aktif bertransaksi yang berpotensi menimbulkan biaya gas dan risiko kerugian.
Pengamat pasar menegaskan bahwa pola ini bukan hal baru dalam sejarah Ethereum. Periode penurunan aktivitas yang serupa pernah terjadi pada masa bear market sebelumnya, dan umumnya diikuti pemulihan saat kondisi pasar membaik dan kepercayaan kembali tumbuh.
Ke depan, para analis menekankan bahwa pemulihan jumlah alamat aktif sangat penting untuk mendukung rebound harga Ethereum secara berkelanjutan. Kembalinya aktivitas jaringan menjadi indikator utama pulihnya kepercayaan pengguna dan investor. Tanpa peningkatan jumlah alamat aktif, pemulihan harga kemungkinan bersifat sementara dan rapuh.
Beberapa faktor dapat mendorong kebangkitan aktivitas jaringan, di antaranya membaiknya sentimen pasar, kemajuan positif dalam roadmap teknologi Ethereum, peningkatan adopsi Layer 2 scaling solutions, serta kondisi makroekonomi yang lebih kondusif bagi aset berisiko.
Para ahli industri menyarankan pemantauan metrik alamat aktif sebagai kunci dalam mendeteksi tanda-tanda awal pemulihan pasar. Kenaikan berkelanjutan pada metrik ini, khususnya jika berhasil menembus kembali angka 400.000, dapat menjadi sinyal bahwa fase terburuk sudah berlalu dan Ethereum memasuki periode pertumbuhan baru.
Investor dan pelaku pasar disarankan untuk mengamati konvergensi antara pergerakan harga dan metrik aktivitas jaringan, sebab kesesuaian antar indikator ini biasanya menandakan tren pasar yang lebih stabil dan berkelanjutan. Beberapa bulan mendatang akan menjadi masa kritis untuk menentukan apakah Ethereum mampu membalikkan tren penurunan saat ini dan membangun kembali keterlibatan jaringan yang diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Ethereum Active Address Count adalah jumlah alamat dompet unik yang terlibat dalam transaksi jaringan. Semakin tinggi jumlahnya, semakin kuat pula kesehatan dan tingkat adopsi jaringan. Metrik ini mengukur keterlibatan pengguna pada aplikasi terdesentralisasi, protokol DeFi, dan aktivitas ekosistem secara menyeluruh.
Jumlah alamat aktif Ethereum turun ke 327.000, terendah dalam tujuh bulan, terutama akibat penurunan harga 32% dari $4.800 ke $3.100. Harga yang lebih rendah biasanya menyebabkan aktivitas on-chain menurun karena keterlibatan pengguna juga berkurang selama masa penurunan pasar.
Penurunan alamat aktif umumnya sejalan dengan penurunan harga Ethereum, karena pelemahan harga membuat profitabilitas mining turun sehingga penambang keluar dari jaringan. Hal ini merefleksikan menurunnya partisipasi pasar dan aktivitas transaksi pada periode bearish.
Penurunan alamat aktif menandakan keterlibatan dan partisipasi pengguna yang lebih rendah. Biasanya, hal ini berdampak pada turunnya volume transaksi serta menurunnya aktivitas jaringan Ethereum, yang dapat mempengaruhi vitalitas ekosistem dan laju pengembangannya.
Anda dapat memantau alamat aktif Ethereum lewat Etherscan dan Glassnode. Kedua platform ini menyediakan data on-chain real-time, dasbor analitik, dan tren historis yang andal untuk memantau aktivitas alamat dan metrik jaringan.
Penurunan alamat aktif tidak otomatis menandakan jumlah pengguna menyusut, tapi mengindikasikan aktivitas jaringan yang berkurang. Bagi investor, kondisi ini bisa menandakan potensi volatilitas pasar dan menjadi peluang beli saat jaringan memasuki siklus optimasi sebelum potensi rebound.
Pencapaian terendah tujuh bulan pada alamat aktif Ethereum menandakan kelemahan pasar, namun belum tentu sinyal bottom. Analis memperkirakan kemungkinan penurunan ke $2.400, lalu pemulihan ke kisaran $3.000-$3.300, yang menunjukkan fase konsolidasi sebelum potensi kenaikan berikutnya.











