

Di pasar kripto, investor umumnya memilih dua pendekatan utama: spot trading dan futures trading. Platform trading terdepan memungkinkan trader membeli kripto secara langsung melalui spot trading, sekaligus mengejar potensi profit lebih tinggi lewat futures trading dengan leverage hingga ratusan kali.
Walaupun sekilas tampak mirip, spot dan futures trading memiliki perbedaan besar terkait target investasi, profil risiko, dan mekanisme profit. Artikel ini menguraikan perbedaan mendasar keduanya, sehingga investor dapat memilih strategi yang paling sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko masing-masing.
Perbedaan utama spot dan futures trading terletak pada target investasinya. Memahami aspek ini sangat penting untuk mengenali keunikan masing-masing metode.
Spot trading adalah pembelian dan penjualan cryptocurrencies secara aktual. Sebagai contoh, Anda membeli 1 BTC atau 1 ETH, dan setelah transaksi spot, Anda benar-benar memiliki aset tersebut serta bebas mentransfernya di blockchain.
Artinya, kripto Anda tersimpan di wallet dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan—hold jangka panjang, transfer ke platform lain, atau pembayaran.
Futures trading melibatkan pembelian dan penjualan perpetual futures contracts. Produk derivatif ini diselesaikan berdasarkan pergerakan harga di masa depan, bukan aset kripto aktual. Misalnya, membeli 1.000 kontrak futures BTC/USDT tidak memberi Anda kepemilikan maupun hak transfer BTC sesungguhnya.
Kontrak futures mengikuti harga kripto dasar, namun tanpa kepemilikan. Futures trading lebih cocok untuk spekulasi jangka pendek atas pergerakan harga, bukan kepemilikan aset.
Spot dan futures trading berbeda dalam tipe aset dan pasangan yang tersedia. Sebagian besar pasangan spot di platform utama memiliki pasangan futures, namun tidak semuanya. Beberapa token baru hanya tersedia di pasar spot.
Tidak semua pasangan spot memiliki pasangan futures yang setara. Demikian pula, tidak semua pasangan futures mendukung leverage tinggi. Misal, token platform atau aset baru hanya bisa ditradingkan di spot market.
Leverage maksimum futures berbeda-beda menurut aset. Kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum mendukung leverage tinggi, sedangkan aset berlikuiditas rendah atau volatilitas tinggi dikenakan limit ketat demi pengelolaan risiko.
Spot dan futures trading menawarkan mekanisme profit yang berbeda secara signifikan.
Spot trading beroperasi sebagai pasar satu arah (T+0): hanya posisi long yang tersedia—tidak ada short selling. Profit hanya diperoleh saat harga naik.
Namun, Anda dapat langsung menjual setelah membeli, sehingga trading jangka pendek untuk menangkap volatilitas harga tetap dapat dilakukan. T+0 berarti transaksi beli-jual bisa selesai di hari yang sama.
Futures trading beroperasi sebagai pasar dua arah (T+0): trader bisa membuka posisi long (beli) maupun short (jual), sehingga profit bisa didapat baik saat harga naik maupun turun.
Kemampuan dua arah ini sangat menguntungkan, memungkinkan profit tanpa tergantung arah pergerakan pasar. Order futures juga bisa diselesaikan secara instan seperti spot.
Leverage menjadi pembeda utama lainnya antara spot dan futures trading.
Spot trading tidak menggunakan leverage. Transaksi dilakukan hanya dengan dana yang Anda miliki. Dengan $1.000, Anda hanya bisa membeli kripto senilai $1.000.
Spot trading lebih konservatif dan aman, tanpa risiko kerugian melebihi modal awal—ideal bagi pemula.
Futures trading mengintegrasikan leverage dalam margin. Trader dapat mengelola posisi besar dengan margin kecil, meningkatkan potensi profit secara signifikan.
Misalnya, leverage 100x memungkinkan posisi kontrak $100.000 dengan margin $1.000. Ini membuka peluang profit besar meski modal terbatas, namun juga meningkatkan risiko.
Leverage sangat bermanfaat jika dikelola secara bijak, namun keputusan salah dapat mengakibatkan kerugian besar.
Karena spot dan futures trading memiliki target investasi berbeda, trader menghadapi skenario profit yang juga berlainan. Walau beberapa mekanisme mirip, mayoritas aspek berbeda secara fundamental.
Memahami perbedaan ini penting untuk membangun strategi yang efektif. Berikut, kami paparkan skenario dari yang paling dasar hingga yang paling kompleks.
Bahkan sebelum posisi dibuka, spot dan futures trading memiliki perbedaan signifikan.
Tipe Order Spot Trading
Spot trading menyediakan empat tipe order:
Fitur ini memenuhi kebutuhan trading dasar dan mudah digunakan.
Tipe Order Futures Trading
Futures trading menawarkan lima tipe order:
Tipe order lanjutan ini mendukung strategi trading yang lebih kompleks.
Spot dan futures trading menggunakan mekanisme harga penyelesaian yang berbeda.
Harga Penyelesaian Spot Trading
Spot trading settle di harga terakhir—harga eksekusi transaksi. Sistem ini sederhana dan transparan.
Harga Penyelesaian Futures Trading
Futures trading memakai sistem harga wajar, dirancang oleh platform besar demi menghindari likuidasi tidak perlu di produk leverage tinggi.
Harga wajar mengacu pada beberapa exchange, meminimalkan risiko manipulasi dan memastikan lingkungan trading yang adil.
Mode Posisi Spot Trading
Spot trading tidak memerlukan pengaturan mode posisi. Aset langsung tersimpan di wallet dan dapat dijual kapan saja.
Mode Posisi Futures Trading
Futures trading menawarkan hedge mode dan one-way mode:
Pilihan mode posisi berdampak pada strategi, sehingga perlu dipertimbangkan sebelum posisi dibuka.
Spot Trading dan Leverage
Spot trading tidak menggunakan leverage. Trading hanya dengan dana sendiri, sehingga pengaturan mode leverage tidak diperlukan.
Futures Trading dan Leverage
Platform futures trading umumnya menyediakan dua mode leverage:
Atur mode leverage sebelum membuka posisi agar risiko terkelola dan peluang optimal.
Spot dan futures trading memiliki fungsi berbeda saat posisi terbuka.
Spot Trading
Anda dapat terus menggunakan empat tipe order dasar (limit, market, stop-limit, OCO) selama posisi terbuka—baik pembelian tambahan maupun penjualan aset.
Futures Trading
Futures trading memungkinkan lima tipe order dasar (limit, market, trigger, trailing stop, POST ONLY) dan fitur lanjutan:
Fitur ini mendukung pengelolaan risiko dan profit secara real time—sangat relevan untuk pasar kripto yang aktif nonstop.
Pilih pendekatan trading yang sesuai dengan tujuan investasi, toleransi risiko, dan modal Anda. Berikut profil investor yang cocok untuk masing-masing metode.
Bila Anda mengutamakan risiko rendah sesuai modal dan preferensi pribadi, spot trading adalah pilihan terbaik.
Keunggulan Utama Spot Trading:
Tidak ada risiko likuidasi paksa: Trading hanya dengan dana sendiri, tanpa risiko likuidasi paksa akibat leverage. Pergerakan pasar ekstrem tidak menghabiskan aset Anda.
Cocok untuk hold jangka panjang: Aset dapat disimpan tanpa batas waktu untuk menunggu apresiasi harga, tanpa tekanan waktu.
Kepemilikan aset langsung: Anda benar-benar memiliki kripto, bisa digunakan dan ditransfer di blockchain.
Risiko delisting atau crash harga rendah: Delisting atau crash ekstrem jarang terjadi di spot market, terutama untuk aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum yang cenderung stabil jangka panjang.
Spot Trading Cocok Untuk:
Jika biaya investasi aset utama seperti BTC terasa tinggi, atau profit besar sulit diraih tanpa tren naik panjang, futures trading bisa memberikan return lebih tinggi dan masa pemulihan lebih cepat.
Keunggulan Utama Futures Trading:
Profit tinggi dengan leverage: Kendalikan posisi besar dengan modal kecil untuk memperbesar hasil.
Trading dua arah: Profit baik saat harga naik maupun turun—berbeda dengan spot trading yang hanya profit jika harga naik.
Sangat cocok untuk trading jangka pendek: Amankan profit dari volatilitas harga secara cepat.
Fitur hedging: Kombinasikan dengan spot untuk mengurangi risiko penurunan harga.
Risiko dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan:
Kesalahan dalam futures trading dapat menyebabkan kerugian besar, termasuk likuidasi paksa. Kewaspadaan dan disiplin sangat penting.
Futures Trading Cocok Untuk:
Spot dan futures trading memiliki keunikan dan keunggulan masing-masing. Tidak ada “terbaik” secara mutlak—pilihan tergantung tujuan, risiko, dan pengalaman Anda.
Pemula:
Bagi yang baru di dunia trading kripto, mulailah dengan spot trading. Kuasai dasar pasar dan trading, lalu eksplor futures trading seiring bertambahnya pengalaman dan kepercayaan diri.
Investor Berpengalaman:
Jika Anda sudah mahir trading kripto, kombinasi spot dan futures dapat membentuk strategi yang fleksibel. Misal, hold aset jangka panjang di spot dan trading pergerakan harga jangka pendek dengan futures.
Prinsip Utama:
Apapun pilihan Anda, selalu ingat:
Peringatan Risiko Penting:
Trading kripto sangat berisiko. Artikel ini bukan nasihat investasi—putuskan berdasarkan tujuan, situasi keuangan, dan toleransi risiko Anda.
Pasar sangat fluktuatif, dan kinerja masa lalu tidak menjamin masa depan. Khusus futures trading, leverage tinggi dapat membawa risiko kerugian besar. Selalu hati-hati dan lakukan analisis menyeluruh.
Sebelum berinvestasi, edukasi diri secara mendalam dan konsultasikan dengan profesional jika perlu. Terapkan investasi bertanggung jawab dan pilih strategi sesuai kemampuan finansial Anda.
Spot trading berarti membeli dan memiliki aset kripto secara langsung dengan settlement instan. Futures trading berarti memperdagangkan kontrak atas pergerakan harga di masa depan, sering kali menggunakan leverage. Spot trading mudah dan cocok untuk pemula; futures trading mendukung strategi lanjutan.
Spot trading sangat dianjurkan untuk pemula. Sederhana, mudah dipahami, dan risiko dapat dikelola dengan mudah. Futures trading lebih kompleks dan berisiko, sebaiknya dipelajari setelah Anda berpengalaman.
Leverage memungkinkan kontrol posisi besar dengan margin kecil. Profit bisa berlipat dari pergerakan kecil, namun risiko kerugian, margin call, dan kehilangan modal juga sangat tinggi.
Spot trading mewajibkan pembayaran penuh atas aset; futures trading hanya perlu margin. Leverage futures memungkinkan posisi lebih besar dengan modal lebih kecil.
Bisa. Leverage dalam futures trading berarti pergerakan harga yang berlawanan dapat menimbulkan kerugian melebihi modal awal. Penggunaan stop-loss dapat membatasi kerugian.
Spot trading biasanya berbiaya sekitar 0% untuk maker dan 0,05% untuk taker. Futures trading memiliki biaya tambahan seperti spread, fee leverage, dan funding rate. Transaksi besar berarti biaya lebih tinggi di futures market.
Pahami cara kerja leverage dan stop-loss. Atur ukuran trading secara disiplin, pelajari struktur biaya, dan mulai dari nominal kecil untuk pengalaman langsung di pasar.
Strategi spot trading yang efektif termasuk arbitrase dan long-short. Manfaatkan selisih harga dan respons cepat atas pergerakan pasar untuk membangun profit stabil.











