Bitcoin turun pada sesi awal Asia, stabil di sekitar $87.000. Volatilitas pasar masih rendah. Investor dan pengusaha Anthony Pompliano menyatakan bahwa absennya reli akhir tahun dapat menurunkan risiko aksi jual besar di kuartal pertama.
Pompliano menyoroti kinerja jangka panjang Bitcoin yang solid, dengan kenaikan sekitar 100% dalam dua tahun terakhir dan hampir 300% dalam tiga tahun terakhir. Meski harga tahun ini belum mencapai proyeksi puncak $250.000, apresiasi jangka panjang aset ini tetap menonjol.
Meski volatilitas jangka pendek semakin sempit, sejumlah analis tetap waspada terhadap potensi penurunan menuju 2026. Trader senior Peter Brandt memprediksi Bitcoin bisa turun ke $60.000, sementara Jurrien Timmer, Director of Global Macro di Fidelity, memperkirakan kemungkinan penurunan ke $65.000.
Analis Bitfinex mencatat Bitcoin telah membentuk level dukungan di kisaran rendah $80.000. Namun, zona pasokan padat antara $94.000 hingga $120.000 menjadi area resistensi utama, sehingga rebound jangka pendek kemungkinan masih akan menghadapi tekanan jual.
Pelaku pasar terus mencermati perubahan personel dan arah kebijakan di Federal Reserve. Ketidakpastian meningkat setelah Trump mengutarakan dukungan untuk ketua baru yang pro penurunan suku bunga. Dalam perkembangan perdagangan AS-Tiongkok, tarif semikonduktor baru ditunda hingga pertengahan 2027, sehingga dampak langsungnya terhadap pasar masih terbatas.
Mulai trading BTC spot sekarang: https://www.gate.com/trade/BTC_USDT

Bitcoin tetap berfluktuasi di lingkungan volatilitas rendah, dengan dukungan jangka menengah diproyeksikan di kisaran $60.000 hingga $65.000. Investor sebaiknya mempertimbangkan potensi pertumbuhan jangka panjang aset ini dibandingkan risiko penurunan, karena faktor makroekonomi global dan perubahan kebijakan tetap menjadi penggerak utama tren pasar.





