Baru-baru ini, berita tentang mantan presiden Amerika Trump menarik perhatian luas. Menurut laporan, Trump merencanakan rencana besar, yang bertujuan untuk mengganti Ketua Federal Reserve (FED) Powell, dan secara signifikan menurunkan suku bunga. Berita ini datang dari bocoran "Pesan Kovisi", yang menyebutkan bahwa tujuan utama Trump adalah menurunkan suku bunga sebesar 300 Bunga, yang akan secara signifikan mengurangi suku bunga saat ini yang berkisar antara 4,25%-4,5%.


Trump percaya bahwa kebijakan suku bunga tinggi saat ini menghambat pertumbuhan ekonomi, dan bahwa pertumbuhan ekonomi AS hanya dapat dihidupkan kembali melalui kebijakan moneter ekspansif yang radikal. Namun, ide ini menghadapi pertanyaan dari para analis ekonomi, yang berpendapat bahwa pengurangan suku bunga sebesar 300 poin dasar adalah hal yang berlebihan dan hampir mustahil.
Sebenarnya, Federal Reserve (FED) sebagai bank sentral yang independen, tidak terpengaruh oleh keputusan langsung dari individu atau partai politik tertentu. Menurut ekspektasi umum di pasar, bahkan jika Federal Reserve (FED) mulai menurunkan suku bunga, mungkin harus menunggu hingga sekitar September tahun depan, dan kemungkinan akan mengambil laju moderat sebesar 25 bunga setiap kali. Sikap hati-hati ini berasal dari pelajaran sejarah, terutama konsekuensi negatif dari penurunan drastis suku bunga di tahun tujuh puluhan: kenaikan harga aset, sementara kenaikan upah terhenti, yang akhirnya menyebabkan meluasnya kesenjangan kekayaan.
Saat ini, ketidaksetaraan dalam distribusi kekayaan di Amerika Serikat telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. 0,1% orang terkaya memiliki kekayaan yang setara dengan 5,5 kali kekayaan 50% orang termiskin, sementara 1% orang terkaya menguasai 51% saham di Amerika Serikat. Jika suku bunga dikurangi secara signifikan sesuai dengan visi Trump, hal ini dapat memperburuk fenomena yang tidak seimbang ini.
Perlu dicatat bahwa kebijakan moneter global menunjukkan tren yang jelas untuk pemisahan. Pada bulan Mei tahun ini, banyak bank sentral global meluncurkan siklus pelonggaran terbesar dalam 20 tahun, dengan penurunan suku bunga sebanyak 15 kali. Pada saat yang sama, Federal Reserve (FED) mempertahankan suku bunga tetap sejak Desember 2024, mengingat bahwa kebijakan tarif yang mungkin diterapkan kembali oleh Trump dapat meningkatkan inflasi.
Trump berusaha melalui rencananya untuk mengganti Ketua Federal Reserve (FED) dan secara signifikan mengurangi Bunga, untuk mengintegrasikan kebijakan moneter lebih erat dengan tujuan politiknya. Namun, langkah ini dapat menyebabkan lebih banyak kontroversi ekonomi dan politik, yang mengharuskan kita untuk mengikuti perkembangan selanjutnya dan dampak potensialnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)