Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Memahami Saham: Panduan Pemula untuk Kepemilikan Saham
Perbedaan antara saham dan saham sering membingungkan pendatang baru dalam berinvestasi. Meskipun istilah-istilah ini sering digunakan secara bergantian, memahami nuansanya sangat penting bagi siapa saja yang ingin memasuki pasar.
Apa itu Saham dan Bagaimana Bedanya dengan Stocks?
Pada intinya, saham mewakili unit kepemilikan dalam sebuah perusahaan atau dana investasi. Stocks, sementara itu, secara khusus menunjukkan sekuritas ekuitas dari sebuah perusahaan. Berikut perbedaan utama: semua stocks adalah saham, tetapi tidak semua saham adalah stocks.
Ketika Anda memiliki saham melalui penawaran saham langsung dari perusahaan, Anda menjadi pemegang saham yang berhak atas keuntungan melalui dividen dan potensi kenaikan modal. Namun, saham juga dapat merujuk pada unit dalam dana bersama atau ETF, yang beroperasi berbeda dari saham tradisional. Ini menjadikan saham istilah payung yang lebih luas, sementara stocks mewakili kategori investasi ekuitas tertentu.
Mengapa Investor Memilih Membeli Saham
Sebelum menyelami jenis-jenis investasi, ada baiknya memahami apa yang memotivasi orang untuk membeli saham:
Pendapatan melalui dividen – Ketika perusahaan mendistribusikan laba kepada pemegang saham, Anda menerima pendapatan reguler tanpa harus menjual posisi Anda.
Kenaikan modal – Seiring pertumbuhan perusahaan, harga saham biasanya naik. Investor dapat memanfaatkan ini dengan menjual pada harga yang lebih tinggi dari saat membeli.
Pengaruh voting – Pemegang saham dalam saham biasa mendapatkan hak suara, memungkinkan mereka mempengaruhi keputusan perusahaan dan pergantian kepemimpinan.
Membangun kekayaan jangka panjang – Saham berfungsi sebagai kendaraan untuk membangun kekayaan dari waktu ke waktu melalui pertumbuhan majemuk dan reinvestasi dividen.
Mengapa Perusahaan Mengeluarkan Stocks
Perusahaan mengakses pasar ekuitas untuk beberapa alasan strategis:
Jenis Saham: Common vs. Preferred
Saham biasa memberikan hak suara dan memungkinkan pemegang saham berpartisipasi dalam keputusan perusahaan. Namun, jika terjadi kebangkrutan, pemegang saham biasa dibayar terakhir setelah kreditur dan pemegang saham preferen.
Saham preferen menghilangkan hak suara tetapi menawarkan kompensasi melalui pembayaran dividen yang dijamin—biasanya dibayar sebelum pemegang saham biasa menerima apa pun. Dalam skenario kebangkrutan, pemegang saham preferen mendapatkan prioritas pembayaran, menjadikannya pilihan risiko lebih rendah.
Mengkategorikan Stocks Berdasarkan Gaya Investasi
Selain perbedaan antara saham biasa dan preferen, stocks dibagi menjadi dua kategori investasi:
Growth stocks diterbitkan oleh perusahaan yang diproyeksikan berkembang lebih cepat dari rata-rata pasar. Perusahaan-perusahaan ini menargetkan peningkatan pangsa pasar dan keunggulan kompetitif. Investasi pertumbuhan menarik bagi mereka yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi dan horizon waktu yang lebih panjang, karena stocks ini mengalami volatilitas yang lebih besar.
Value stocks berasal dari perusahaan mapan dan stabil yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya. Dikenal dengan pendapatan yang stabil, dividen yang konsisten, dan volatilitas yang lebih rendah, stocks nilai cocok untuk investor konservatif yang mencari pengembalian yang dapat diandalkan dengan risiko minimal.
Kesimpulan Utama
Baik Anda menjelajahi saham untuk pendapatan pasif maupun pertumbuhan modal, mengenali perbedaan antara saham dan stocks—serta memahami berbagai gaya investasi yang tersedia—memberdayai Anda untuk membuat keputusan yang tepat sesuai dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko Anda.