Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Depresiasi: Cara Mengelola Aset yang Harus Diketahui Akuntan
(Depreciation) adalah alat keuangan penting yang membantu perusahaan mengukur nilai aset selama masa penggunaannya. Meskipun banyak orang menganggapnya hanya sebagai proses akuntansi biasa, kenyataannya ini adalah poin penting dalam analisis kesehatan keuangan perusahaan.
Mengapa Depresiasi Penting bagi Bisnis
Ketika perusahaan membandingkan laba dengan perusahaan lain, depresiasi sering kali menciptakan perbedaan besar. Perusahaan yang memiliki banyak mesin dan fasilitas akan mengurangi depresiasi dalam jumlah yang lebih tinggi, yang dapat membuat laba bersih terlihat lebih rendah dibandingkan perusahaan dengan aset tetap yang lebih sedikit.
Dalam praktiknya, depresiasi termasuk dalam perhitungan EBIT (Laba Sebelum Bunga dan Pajak), tetapi dikeluarkan dari EBITDA. Perbedaan ini sangat penting bagi investor karena EBITDA memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan nyata tanpa dipengaruhi oleh metode akuntansi yang dipilih perusahaan.
Aset Apa yang Dapat Didepresiasi
Direktorat Jenderal Pajak menetapkan pedoman yang jelas bahwa aset mana yang dapat didepresiasi. Aset yang memiliki karakteristik berikut ini dianggap dapat didepresiasi:
Aset umum yang dapat didepresiasi meliputi kendaraan, bangunan, furnitur, komputer, mesin, dan bahkan beberapa aset tak berwujud seperti paten, hak cipta, dan perangkat lunak.
Sebaliknya, tanah, koleksi (seperti karya seni), investasi (saham dan obligasi), serta aset pribadi tidak dapat didepresiasi karena nilainya tidak berkurang atau digunakan kurang dari satu tahun.
Cara Menghitung Depresiasi: Empat Metode Utama
1. Metode Garis Lurus (Straight-line Method)
Ini adalah metode yang paling sederhana dan paling umum digunakan. Nilai aset dibagi secara merata selama umur manfaatnya. Sebagai contoh, jika perusahaan membeli mobil seharga 100.000 rupiah yang diperkirakan digunakan selama 5 tahun, depresiasi per tahun adalah 20.000 rupiah.
Kelebihan: Mudah digunakan, jarang terjadi kesalahan, bisnis kecil biasanya memilih metode ini.
Kekurangan: Tidak mempertimbangkan penurunan nilai yang cepat di awal atau peningkatan biaya perawatan seiring bertambahnya usia aset.
2. Metode Saldo Menurun Ganda (Double-Declining Balance)
Metode ini memungkinkan depresiasi tinggi di tahun pertama dan menurun secara bertahap. Membantu perusahaan mengembalikan nilai aset lebih cepat. Cocok untuk bisnis yang membutuhkan kas tambahan di awal.
Kelebihan: Mengimbangi biaya perawatan yang meningkat, meningkatkan pengurangan pajak di tahun pertama.
Kekurangan: Tidak menguntungkan jika bisnis sudah mengalami kerugian pajak.
3. Metode Saldo Menurun (Declining Balance)
Merupakan salah satu bentuk depresiasi akselerasi. Nilai aset dikurangi dengan tingkat dua kali lipat dari metode garis lurus, sehingga depresiasi lebih tinggi di awal dan menurun seiring waktu.
4. Metode Unit Produksi (Units of Production)
Metode ini menghitung depresiasi berdasarkan penggunaan nyata aset. Cocok untuk mesin, di mana depresiasi tergantung pada jam operasional atau volume produksi.
Kelebihan: Akurat, mencerminkan biaya sesuai penggunaan nyata.
Kekurangan: Membutuhkan pelacakan penggunaan yang detail, sulit memperkirakan nilai yang dapat diproduksi aset saat masa manfaat berakhir.
Apa Itu Amortisasi (Amortization)
Amortisasi adalah proses akuntansi yang mirip dengan depresiasi, tetapi digunakan untuk aset tak berwujud dan pinjaman. Ini berarti pembayaran utang secara berkala yang terdiri dari bunga dan pokok.
Contoh klasik: Jika perusahaan memiliki pinjaman 10.000 rupiah dan membayar 2.000 rupiah setiap bulan, amortisasi per tahun adalah 24.000 rupiah.
Untuk aset tak berwujud: Jika paten untuk mesin seharga 10.000 rupiah dan digunakan selama 10 tahun, amortisasi per tahun adalah 1.000 rupiah.
Perbedaan Utama Antara Depresiasi dan Amortisasi
Persamaan Antara EBIT dan EBITDA
Investor sering bingung antara EBIT (Laba Sebelum Bunga dan Pajak) dan EBITDA (Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi).
Perbedaan utama: EBITDA menambahkan kembali depresiasi dan amortisasi ke pendapatan untuk menunjukkan pendapatan yang tidak dipengaruhi oleh metode akuntansi. Inilah mengapa EBITDA berguna untuk membandingkan perusahaan di berbagai industri.
Pentingnya untuk Investor
Memahami depresiasi membantu investor untuk:
Kesimpulan: Depresiasi dan amortisasi bukan sekadar proses akuntansi yang bisa diabaikan, tetapi merupakan lensa penting dalam melihat kesehatan keuangan sebenarnya dari bisnis. Memahaminya secara mendalam adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang tertarik dalam investasi atau pengelolaan keuangan perusahaan.