Mengapa Investor Harus Memahami Volatilitas Harga?
Setiap kali mendengar istilah “volatilitas pasar”, banyak investor merasa khawatir. Cerita tentang miliarder Bill Gates atau Jeff Bezos yang kehilangan miliaran USD selama pandemi Covid menunjukkan kekuatan dari fluktuasi harga. Namun, yang menarik adalah bahwa volatilitas yang tinggi sebenarnya adalah peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi mereka yang tahu cara memanfaatkannya.
Jika Anda sedang mencari cara trading yang efektif di pasar yang tidak stabil seperti saat ini, artikel ini akan memandu secara rinci tentang konsep volatilitas harga dan cara menggunakan instrumen derivatif CFD untuk meraih keuntungan dari periode fluktuasi harga yang tajam.
Volatility Itu Apa? Pengertian Rinci
Volatilitas Harga (Volatility) digunakan untuk menunjukkan tingkat perubahan harga aset dalam periode waktu tertentu. Ketika harga naik atau turun secara terus-menerus dengan rentang besar, sulit memprediksi tren, ini disebut volatilitas harga tinggi. Sebaliknya, aset yang memiliki harga stabil, tren yang jelas, dan sedikit fluktuasi mendadak dianggap memiliki volatilitas harga rendah.
Untuk menilai tingkat volatilitas suatu aset, investor biasanya menggunakan indeks VIX yang dikembangkan oleh CBOE. Semakin tinggi indeks VIX, semakin besar kecenderungan aset tersebut untuk mengalami fluktuasi yang kuat dengan perubahan harga yang tidak biasa.
Mengapa Pasar yang Volatil Itu Menjadi Peluang?
Prinsip dasar trading keuangan: Untuk menghasilkan uang, diperlukan pergeseran harga.
Ketika pasar sangat volatile, harga bisa turun tajam dan banyak investor mengalami kerugian. Tetapi bagi trader derivatif - mereka yang tahu cara menggunakan alat seperti CFD - pasar yang bergejolak justru membuka peluang keuntungan yang besar.
Analisis Volatilitas Harga dari Aset Utama
Era Covid-19 menyebabkan ketidakpastian psikologis investor, yang memicu volatilitas besar di seluruh pasar. Data perbandingan indeks VIX dari berbagai aset menunjukkan:
Minyak Mentah - Aset Paling Volatil
Dalam periode ekonomi stabil: indeks VIX 25-45 poin
Saat Covid-19: melonjak ke level rekor
Penyebab: fluktuasi pasokan dari AS dan Arab Saudi
Emas - Aset Paling Stabil
Dalam periode ekonomi stabil: indeks VIX 9-15 poin
Saat Covid-19: mencapai puncak 45 poin
Menunjukkan kestabilan yang lebih baik dibanding aset lain
Bitcoin - Aset dengan Volatilitas Tinggi
Bitcoin saat ini: $88.84K (+1.50% dalam 24 jam)
Mencatat kenaikan 1400% dalam kurang dari 1 tahun saat awal pengembangan Blockchain
Volatilitas meningkat saat perhatian investor meningkat
###Tabel Perbandingan Tingkat Keuntungan (6 Bulan Pertama 2020)
Aset
1 Minggu
1 Bulan
3 Bulan
6 Bulan
WTI Oil
+1.67%
+6.42%
+59.81%
-18.89%
Emas
-4.28%
+7.71%
+13.10%
+22.52%
Perak
-5.63%
+38.12%
+69.83%
+48.51%
NASDAQ 100
+0.2%
+4.65%
+24.77%
+16.25%
S&P 500
+0.56%
+6.33%
+20.67%
+0.00%
Bitcoin
+2.07%
+27.51%
+22.77%
+13.66%
CFD - Instrumen Derivatif untuk Meraih Keuntungan dari Volatilitas Harga
###Bagaimana Cara Kerja CFD(
CFD )Contract for Difference( adalah kontrak selisih harga - sebuah instrumen derivatif yang memungkinkan Anda trading harga aset tanpa harus memilikinya secara fisik.
Prinsip dasar:
Keuntungan atau kerugian dihitung berdasarkan selisih harga saat membuka dan menutup kontrak
Broker akan membayar/mengurangi selisih ini kepada Anda
Anda bisa meraih keuntungan dari pasar yang naik )posisi Long( maupun turun )posisi Short###
(Contoh Nyata: Trading Short Selling Emas
Misalnya Anda memprediksi harga emas akan turun dari level saat ini $1943:
Buka posisi Short )jual khong$1943 dengan 1 lot emas
Gunakan leverage 1:100: cukup margin $19.43 untuk trading 100 kali modal
Harga turun ke $1900 sesuai prediksi
Tutup posisi: Keuntungan = $1900 - $43 = (di setiap CFD
Perbandingan tabel:
Posisi
Beli
Jual
Hasil
Long )Beli$43
1000 CFD × $19.00
1000 CFD × $19.43
Rugi (
Short )Jual Khong$43
1000 CFD × $19.00
1000 CFD × $19.43
Untung ###
$1 Keunggulan CFD
✓ Multi-aset: Trading forex, indeks, komoditas, kripto tanpa harus memilikinya
✓ Keuntungan dari kedua arah: Dapat uang saat pasar naik maupun turun, tidak terbatas hanya beli Long
✓ Menggunakan leverage: Dengan (dapat trading hingga $100, memperbesar keuntungan
✓ Pasar 24/5: Trading fleksibel sesuai zona waktu Anda
✓ Biaya rendah: Tidak perlu memiliki aset fisik, mengurangi biaya transaksi
Faktor Utama Penyebab Volatilitas Tinggi
Berita dan Informasi Pasar
Harga aset sangat volatile saat ada berita yang mempengaruhi langsung penawaran dan permintaan. Contohnya, kebijakan moneter baru, laporan ekonomi, atau keputusan bank sentral.
Likuiditas
Aset yang banyak diminati investor akan lebih aktif diperdagangkan, sehingga volatilitasnya tinggi. Bitcoin misalnya, melonjak 1400% dalam kurang dari 1 tahun saat teknologi Blockchain mulai terkenal.
Faktor Alam dan Risiko Pandemi
Bencana alam, pandemi bisa langsung menghentikan ekonomi. Covid-19 membuat seluruh pasar keuangan anjlok karena gangguan rantai pasok global.
Penawaran - Permintaan
Minyak mentah adalah contoh nyata - fluktuasi terus-menerus karena informasi tentang pasokan dari negara produsen besar.
Penggunaan Leverage
Aset yang diizinkan diperdagangkan dengan leverage tinggi akan menunjukkan volatilitas harga yang lebih besar, karena trader jangka pendek berusaha mengurangi biaya margin.
Strategi Meraih Keuntungan Saat Pasar Sangat Volatil
1. Jangan Berani Ambil Risiko Berlebihan
Tutup kerugian dengan cepat pada posisi yang sudah lama merugi. Semakin lama menahan kerugian, semakin tinggi biaya margin harian, dan risiko kehilangan modal meningkat.
2. Selalu Pasang Perintah Stop Loss
Dalam pasar yang bergejolak, harga bisa berbalik 20-30% dengan cepat. Jika tidak menutup kerugian di level 5-10%, leverage akan memperbesar kerugian dari 20% menjadi 100% - kehilangan seluruh modal awal.
3. Tetap Disiplin dalam Trading
Patuh pada strategi yang sudah dibuat, fokus dan sabar. Emosi adalah musuh terbesar dalam trading.
4. Pantau Berita Pasar dengan Ketat
Saat terjadi volatilitas karena berita, mereka yang mendapatkan informasi lebih awal akan memiliki keunggulan menempatkan order sebelum perubahan besar terjadi.
5. Pelajari Riwayat Fluktuasi Harga
Menentukan rentang fluktuasi rata-rata masa lalu membantu memprediksi tingkat volatilitas yang mungkin terjadi. Misalnya, jika emas biasanya berfluktuasi ±1% setiap hari, kemungkinan perubahan ±3% tanpa berita besar sangat kecil.
Alat Analisis Volatilitas Harga
Indikator Teknikal
Bollinger Bands, Keltner Channels, Stochastics, Average True Range )ATR dan indikator lain membantu trader jangka pendek memahami pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi.
Konsultasi dari Para Ahli Analisis
Perusahaan broker menyediakan prediksi tren dan psikologi pasar. Anda juga bisa merujuk dari forum berbagi pengalaman investasi.
Pantau Saham/Aset yang Paling Volatil
Gunakan situs resmi seperti Bloomberg, FinViz, NASDAQ untuk mencari aset dengan volatilitas tertinggi hari ini.
Kesimpulan
Volatilitas harga bisa menjadi peluang atau risiko, tergantung pada visi dan keahlian trading masing-masing investor:
Investor nilai jangka panjang menganggap fluktuasi jangka pendek sebagai hal biasa, tidak peduli
Trader jangka pendek mencari peluang keuntungan dari selisih harga di pasar yang bergejolak
Instrumen derivatif CFD adalah pilihan populer bagi investor yang ingin memanfaatkan periode volatilitas tinggi. Namun, agar sukses dengan CFD, Anda harus:
Memahami mekanisme kerjanya
Mengelola risiko dengan hati-hati saat menggunakan leverage
Memiliki strategi trading yang jelas
Selalu memperbarui informasi pasar
Pasar yang sangat volatile bukan saat yang sulit - justru saat itulah trader yang berpikir jernih dan disiplin tinggi bisa meraih keuntungan besar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Volatilitas Apa Itu? Strategi Perdagangan Derivatif Saat Pasar Sangat Bergejolak
Mengapa Investor Harus Memahami Volatilitas Harga?
Setiap kali mendengar istilah “volatilitas pasar”, banyak investor merasa khawatir. Cerita tentang miliarder Bill Gates atau Jeff Bezos yang kehilangan miliaran USD selama pandemi Covid menunjukkan kekuatan dari fluktuasi harga. Namun, yang menarik adalah bahwa volatilitas yang tinggi sebenarnya adalah peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi mereka yang tahu cara memanfaatkannya.
Jika Anda sedang mencari cara trading yang efektif di pasar yang tidak stabil seperti saat ini, artikel ini akan memandu secara rinci tentang konsep volatilitas harga dan cara menggunakan instrumen derivatif CFD untuk meraih keuntungan dari periode fluktuasi harga yang tajam.
Volatility Itu Apa? Pengertian Rinci
Volatilitas Harga (Volatility) digunakan untuk menunjukkan tingkat perubahan harga aset dalam periode waktu tertentu. Ketika harga naik atau turun secara terus-menerus dengan rentang besar, sulit memprediksi tren, ini disebut volatilitas harga tinggi. Sebaliknya, aset yang memiliki harga stabil, tren yang jelas, dan sedikit fluktuasi mendadak dianggap memiliki volatilitas harga rendah.
Untuk menilai tingkat volatilitas suatu aset, investor biasanya menggunakan indeks VIX yang dikembangkan oleh CBOE. Semakin tinggi indeks VIX, semakin besar kecenderungan aset tersebut untuk mengalami fluktuasi yang kuat dengan perubahan harga yang tidak biasa.
Mengapa Pasar yang Volatil Itu Menjadi Peluang?
Prinsip dasar trading keuangan: Untuk menghasilkan uang, diperlukan pergeseran harga.
Ketika pasar sangat volatile, harga bisa turun tajam dan banyak investor mengalami kerugian. Tetapi bagi trader derivatif - mereka yang tahu cara menggunakan alat seperti CFD - pasar yang bergejolak justru membuka peluang keuntungan yang besar.
Analisis Volatilitas Harga dari Aset Utama
Era Covid-19 menyebabkan ketidakpastian psikologis investor, yang memicu volatilitas besar di seluruh pasar. Data perbandingan indeks VIX dari berbagai aset menunjukkan:
Minyak Mentah - Aset Paling Volatil
Emas - Aset Paling Stabil
Bitcoin - Aset dengan Volatilitas Tinggi
###Tabel Perbandingan Tingkat Keuntungan (6 Bulan Pertama 2020)
CFD - Instrumen Derivatif untuk Meraih Keuntungan dari Volatilitas Harga
###Bagaimana Cara Kerja CFD(
CFD )Contract for Difference( adalah kontrak selisih harga - sebuah instrumen derivatif yang memungkinkan Anda trading harga aset tanpa harus memilikinya secara fisik.
Prinsip dasar:
(Contoh Nyata: Trading Short Selling Emas
Misalnya Anda memprediksi harga emas akan turun dari level saat ini $1943:
Perbandingan tabel:
$1 Keunggulan CFD
✓ Multi-aset: Trading forex, indeks, komoditas, kripto tanpa harus memilikinya
✓ Keuntungan dari kedua arah: Dapat uang saat pasar naik maupun turun, tidak terbatas hanya beli Long
✓ Menggunakan leverage: Dengan (dapat trading hingga $100, memperbesar keuntungan
✓ Pasar 24/5: Trading fleksibel sesuai zona waktu Anda
✓ Biaya rendah: Tidak perlu memiliki aset fisik, mengurangi biaya transaksi
Faktor Utama Penyebab Volatilitas Tinggi
Berita dan Informasi Pasar Harga aset sangat volatile saat ada berita yang mempengaruhi langsung penawaran dan permintaan. Contohnya, kebijakan moneter baru, laporan ekonomi, atau keputusan bank sentral.
Likuiditas Aset yang banyak diminati investor akan lebih aktif diperdagangkan, sehingga volatilitasnya tinggi. Bitcoin misalnya, melonjak 1400% dalam kurang dari 1 tahun saat teknologi Blockchain mulai terkenal.
Faktor Alam dan Risiko Pandemi Bencana alam, pandemi bisa langsung menghentikan ekonomi. Covid-19 membuat seluruh pasar keuangan anjlok karena gangguan rantai pasok global.
Penawaran - Permintaan Minyak mentah adalah contoh nyata - fluktuasi terus-menerus karena informasi tentang pasokan dari negara produsen besar.
Penggunaan Leverage Aset yang diizinkan diperdagangkan dengan leverage tinggi akan menunjukkan volatilitas harga yang lebih besar, karena trader jangka pendek berusaha mengurangi biaya margin.
Strategi Meraih Keuntungan Saat Pasar Sangat Volatil
1. Jangan Berani Ambil Risiko Berlebihan Tutup kerugian dengan cepat pada posisi yang sudah lama merugi. Semakin lama menahan kerugian, semakin tinggi biaya margin harian, dan risiko kehilangan modal meningkat.
2. Selalu Pasang Perintah Stop Loss Dalam pasar yang bergejolak, harga bisa berbalik 20-30% dengan cepat. Jika tidak menutup kerugian di level 5-10%, leverage akan memperbesar kerugian dari 20% menjadi 100% - kehilangan seluruh modal awal.
3. Tetap Disiplin dalam Trading Patuh pada strategi yang sudah dibuat, fokus dan sabar. Emosi adalah musuh terbesar dalam trading.
4. Pantau Berita Pasar dengan Ketat Saat terjadi volatilitas karena berita, mereka yang mendapatkan informasi lebih awal akan memiliki keunggulan menempatkan order sebelum perubahan besar terjadi.
5. Pelajari Riwayat Fluktuasi Harga Menentukan rentang fluktuasi rata-rata masa lalu membantu memprediksi tingkat volatilitas yang mungkin terjadi. Misalnya, jika emas biasanya berfluktuasi ±1% setiap hari, kemungkinan perubahan ±3% tanpa berita besar sangat kecil.
Alat Analisis Volatilitas Harga
Indikator Teknikal Bollinger Bands, Keltner Channels, Stochastics, Average True Range )ATR dan indikator lain membantu trader jangka pendek memahami pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi.
Konsultasi dari Para Ahli Analisis Perusahaan broker menyediakan prediksi tren dan psikologi pasar. Anda juga bisa merujuk dari forum berbagi pengalaman investasi.
Pantau Saham/Aset yang Paling Volatil Gunakan situs resmi seperti Bloomberg, FinViz, NASDAQ untuk mencari aset dengan volatilitas tertinggi hari ini.
Kesimpulan
Volatilitas harga bisa menjadi peluang atau risiko, tergantung pada visi dan keahlian trading masing-masing investor:
Instrumen derivatif CFD adalah pilihan populer bagi investor yang ingin memanfaatkan periode volatilitas tinggi. Namun, agar sukses dengan CFD, Anda harus:
Pasar yang sangat volatile bukan saat yang sulit - justru saat itulah trader yang berpikir jernih dan disiplin tinggi bisa meraih keuntungan besar.