Long vs Short: Dua Sisi dalam Perdagangan

Ketika pasar bergerak, peluang muncul. Apakah saham menguat atau anjlok, trader dapat meraih keuntungan – tetapi hanya jika mereka tahu ke arah mana harus memposisikan diri. Kebanyakan investor tetap dengan strategi sederhana: membeli saham dan berharap nilainya naik. Ini adalah posisi long, dan begitu standar sehingga trader jarang menyebutnya dengan sesuatu yang istimewa. Anda membeli saham, harganya naik, Anda menang. Sederhana.

Tapi bagaimana jika riset Anda menunjukkan sebaliknya? Bagaimana jika analisis Anda menunjukkan saham menuju masalah? Di situlah posisi short masuk – saudara yang lebih kompleks dan berisiko dari posisi long.

Memahami Struktur Perdagangan

Posisi long berarti membeli saham secara langsung. Anda memilikinya, dan Anda mendapatkan keuntungan jika harga naik. Kerugian maksimum Anda terbatas: saham hanya bisa turun ke nol, menghapus investasi awal Anda.

Posisi short membalik skenario. Anda meminjam saham dari broker, langsung menjualnya, lalu membelinya kembali nanti dengan harga yang lebih rendah (secara teoritis). Saham yang dipinjam harus dikembalikan ke broker Anda, tetapi Anda mendapatkan selisihnya. Secara teori, ini mencerminkan perdagangan long secara terbalik. Dalam praktiknya, ini jauh lebih rumit dan memiliki batasan yang berbeda.

Faktor Risiko yang Mengubah Segalanya

Di sinilah long vs short berbeda tajam dalam hal risiko downside.

Investor posisi long bisa kehilangan 100% modal mereka jika saham runtuh. Itu adalah batas keras kerugian.

Tapi seorang short seller? Mereka menghadapi kerugian yang secara teori tak terbatas. Jika Anda short 1.000 saham $5 per saham ($5.000 total), dan saham melonjak ke $15, Anda sekarang membutuhkan $15.000 untuk menutup posisi tersebut. Posisi $5.000 Anda tiba-tiba membutuhkan tambahan modal $10.000. Saham bisa melonjak ke $50, $100, atau lebih – dan Anda tetap wajib membeli kembali saham tersebut.

Situasi ini adalah pemicu utama dari short squeeze. Saat saham menguat, short seller panik untuk keluar dari posisi mereka, yang mendorong harga semakin tinggi, memicu pembelian paksa yang lebih banyak. Ini menjadi efek berantai yang bisa menghancurkan taruhan bearish.

Mengapa Trader Masih Mengambil Posisi Short

Meskipun risiko tidak seimbang, trader oportunistik tetap melakukan short saham. Sirius XM Radio sering muncul dalam daftar saham paling shorted, dengan hampir 150 juta saham yang dijual pendek pada berbagai waktu. Trader melihat fundamental yang menurun, overvaluasi, atau kondisi pasar yang memburuk dan bertaruh pada penurunan.

Daya tariknya nyata: jika thesis bearish Anda terbukti, keuntungan akan muncul sama seperti saat pasar bergerak ke atas.

Membuat Pilihan

Posisi long dan short keduanya adalah pendekatan trading yang sah. Kerangka hukum mengizinkan keduanya. Pertanyaannya bukan apakah salah satu lebih moral – tetapi apakah Anda memahami mekanismenya, menerima risiko spesifiknya, dan memiliki cadangan modal untuk menghadapi pergerakan yang merugikan.

Berpikir panjang berarti berharap kekuatan pasar. Berpikir pendek berarti bertaruh pada kelemahan. Apapun pilihan Anda, volatilitas pasar akan memberi imbalan kepada mereka yang memahami perbedaan dan melakukan trading sesuai.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)