Dari Penurunan ke Perluasan: Bagaimana Barnes & Noble Meraih Kembali Posisi dengan Rencana Pembukaan 60 Toko Hingga 2026

Perubahan Dramatis dalam Strategi Ritel

Setelah lebih dari satu dekade penutupan toko yang stabil, Barnes & Noble melakukan langkah berani yang menandakan kepercayaan diri baru dalam ritel fisik. Penjual buku ini berencana meluncurkan 60 lokasi baru di seluruh negeri pada tahun 2026, yang merupakan pembalikan besar dari strategi kontraksi sebelumnya. Ekspansi ini bukan sekadar oportunistik—ini mencerminkan perubahan mendasar dalam cara perusahaan beroperasi dan apa yang dicari konsumen dari toko buku fisik.

Model Pemberdayaan yang Mengubah Segalanya

Penggerak utama di balik kebangkitan ritel yang ambisius ini terletak pada ide yang tampaknya sederhana: memberikan manajer toko otonomi lebih besar atas keputusan inventaris dan penataan barang. Alih-alih menerapkan pendekatan satu ukuran untuk semua dari kantor pusat, Barnes & Noble telah mendelegasikan lebih banyak kendali kepada penjual buku lokal. Strategi lokalisasi ini telah menghasilkan hasil yang terukur, dengan lokasi yang ada melaporkan kinerja penjualan yang lebih kuat dan keterlibatan pelanggan yang diperbarui.

Ragam produk juga telah berkembang secara signifikan. Selain buku, toko sekarang menampilkan musik, mainan, permainan, dan kafe internal—menciptakan pengalaman destinasi daripada sekadar titik transaksi ritel. Diversifikasi ini mengubah toko buku menjadi pusat gaya hidup, yang sangat menarik bagi komunitas yang mencari alternatif dari belanja online saja.

Rencana Ekspansi Konkret yang Sudah Berjalan

Perusahaan telah mulai mengamankan sewa di seluruh cakupan geografis yang luas. Negara bagian yang dikonfirmasi termasuk California, Colorado, Florida, Georgia, Illinois, Ohio, Texas, Virginia, negara bagian Washington, dan Washington, D.C., meskipun alamat spesifik dan jadwal pembukaan masih belum diungkapkan. Komitmen awal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya membahas ekspansi—modal sudah mengalir dan perjanjian properti sedang diselesaikan.

Konteks Sejarah: Dari Asal Usul 1870-an hingga Pembalikan Modern

Perjalanan Barnes & Noble berlangsung lebih dari 150 tahun. Charles Barnes pertama kali membuka bisnis buku di Illinois selama tahun 1870-an, dengan pendirian rantai resmi terjadi pada tahun 1917. Akuisisi Leonard Riggio pada tahun 1971 mengubah operasi menjadi kekuatan nasional. Namun, kenaikan Amazon dan ritel digital memaksa bertahun-tahun kontraksi yang menyakitkan.

Akuisisi tahun 2019 oleh Elliott Investment Management sebesar $683 juta menandai titik balik. Kepemilikan hedge fund ini mendorong pergeseran strategis menuju operasi lokal yang diberdayakan, yang akhirnya memvalidasi kasus untuk perluasan ritel fisik yang diperbarui.

Kinerja Pasar dan Sentimen Investor

BNED saat ini diperdagangkan di angka $9.5, mencerminkan kenaikan 11.65% di NYSE—sebuah sinyal bahwa pelaku pasar melihat strategi ekspansi ini secara positif. Pergerakan saham ini menunjukkan kepercayaan investor bahwa arah baru perusahaan dapat menghasilkan pengembalian yang berkelanjutan, sebuah perubahan yang signifikan dari pesimisme yang menandai tahun-tahun kontraksi sebelumnya.

Kembalinya Barnes & Noble termasuk salah satu pembalikan yang paling menarik di dunia ritel, menantang narasi bahwa toko buku fisik tidak dapat bersaing di era digital.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)