Pembentukan Zigzag dalam Analisis Gelombang Elliott: Struktur 5-3-5 Dijelaskan

Dalam teori Gelombang Elliott, zigzag mewakili pola koreksi penting yang sering ditemui trader berulang kali di berbagai kerangka waktu. Berbeda dengan pergerakan tren, struktur tiga gelombang ini—yang diberi label A-B-C—biasanya bergerak berlawanan dengan tren utama, sehingga sangat penting untuk mengenali dan melakukan trading sesuai.

Memahami Struktur Inti Zigzag

Karakteristik utama dari zigzag terletak pada subdivisi 5-3-5-nya. Gelombang A terdiri dari lima gelombang kecil, gelombang B terdiri dari tiga gelombang, dan gelombang C kembali terbagi menjadi lima gelombang. Struktur khusus ini menciptakan aksi harga yang berbeda secara mencolok dibandingkan pola koreksi lainnya. Secara visual, formasi ini menyerupai petir yang memotong melalui grafik—tajam, berarah, dan dengan titik pembalikan yang jelas.

Yang membuat zigzag unik adalah kemampuannya untuk memulihkan sebagian besar kerugian dari tren sebelumnya sambil tetap mempertahankan klasifikasi koreksi. Karena baik gelombang A maupun C mengandung lima sub-gelombang, zigzag menghasilkan penarikan kembali yang dalam, mengguncang trader bullish maupun bearish sebelum melanjutkan tren yang lebih besar.

Dua Aturan Penting dalam Formasi Zigzag

Setiap zigzag yang valid harus memenuhi dua kondisi utama:

Aturan 1: Subdivisi 5-3-5 - Gelombang A harus terbagi menjadi lima gerakan berbeda, gelombang B menjadi tiga gerakan, dan gelombang C kembali terbagi menjadi lima gerakan. Struktur internal ini membedakan zigzag dari pola datar dan pola koreksi lainnya.

Aturan 2: Gelombang B Tidak Dapat Sepenuhnya Mengembalikan Gelombang A - Ini sangat penting. Meskipun gelombang B biasanya mengembalikan antara 38% hingga 78% dari panjang gelombang A, ia tidak boleh sepenuhnya membalikkan gelombang A. Bahkan retracement 99% secara teori dapat diterima, meskipun secara praktis jarang terjadi. Prinsip utamanya adalah bahwa kemajuan harus tetap searah tren utama. Gelombang B dapat mengambil bentuk koreksi tiga gelombang apa pun—termasuk zigzag lain—tetapi harus menghormati batas retracement ini.

Mengapa Zigzags Mendominasi Gelombang Kedua

Dalam urutan impuls lima gelombang, gelombang kedua sering kali muncul sebagai formasi zigzag. Dua faktor menjelaskan prevalensinya:

Pertama, setelah gelombang pertama menetapkan tren baru, pelaku pasar sering menyimpan keinginan tersembunyi agar tren lama tetap berlanjut. Gelombang kedua secara efektif mengguncang trader yang lemah dari kedua sisi pasar. Karena struktur zigzag menciptakan zona retracement yang dalam, biasanya menarik kembali 50% hingga 78,6% dari gelombang pertama, ini secara efektif menguji keyakinan para pengikut tren yang baru terbentuk.

Kedua, penarikan kembali yang tajam ini membedakan zigzag dari pola koreksi yang lebih dangkal, menjadikannya formasi koreksi alami selama titik balik yang penting ini.

Zigzag Dalam Kerangka Elliott Wave yang Lebih Luas

Versatilitas zigzag berarti ia muncul di berbagai lokasi sepanjang urutan Elliott Wave delapan gelombang. Paling umum ditemukan di gelombang kedua, zigzag juga muncul dalam koreksi kompleks dan bahkan dalam konstruksi segitiga Elliott Wave. Menariknya, kondisi pasar tertentu memungkinkan zigzag terbentuk sesuai arah tren yang lebih besar, memperluas penggunaannya di luar skenario counter-trend sederhana.

Memproyeksikan Gelombang C Menggunakan Alternasi dan Rasio

Setelah formasi zigzag dimulai dan gelombang C muncul, trader dapat memperkirakan zona akhir yang kemungkinan melalui hubungan Fibonacci. Prinsip alternasi Elliott Wave menyarankan bahwa gelombang berturut-turut menunjukkan jarak yang dapat diukur.

Gelombang C biasanya mencapai panjang yang sama dengan gelombang A atau memperpanjang hingga 0,618 atau 1,618 kali lipat dari panjang gelombang A. Proyeksi ini menjadi semakin kuat ketika beberapa pengukuran gelombang berkonvergensi di zona harga yang sama.

Menggunakan Saluran Harga untuk Konfirmasi

Zigzag A-B-C sering kali menciptakan saluran harga alami yang menghubungkan gelombang-gelombang tersebut. Dengan menggambar garis saluran dari gelombang A dan C, trader mendapatkan kerangka visual untuk mengonfirmasi titik akhir gelombang C. Ketika proyeksi saluran ini selaras dengan target harga berbasis Fibonacci, konvergensi tersebut menandakan zona pembalikan dengan probabilitas tinggi.

Memahami pola zigzag membekali trader dengan metode yang dapat diulang untuk mengidentifikasi titik balik dan mengelola entri trading sepanjang siklus pasar. Dikombinasikan dengan teknik manajemen risiko yang tepat, analisis zigzag menjadi alat praktis untuk eksekusi trading yang konsisten di berbagai kondisi pasar.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)