Banyak orang melakukan trading dan merugi, penyebab utamanya hanya satu—selalu ingin melawan tren.
Aturan emas pertama dalam trading saya: tren selalu menjadi sekutu terkuatmu. Jangan bermimpi bisa tepat waktu membeli di dasar dan menjual di puncak, pasar tidak sebodoh itu, orang pintar juga harus menghormati tren.
**Bagaimana cara menilai tren? Cara paling sederhana adalah melihat moving average.**
Moving average jangka pendek (seperti garis 50 hari) yang stabil berada di atas moving average jangka panjang (garis 200 hari), terutama saat membentuk pola bullish—moving average jangka pendek, menengah, dan panjang tersusun dari atas ke bawah secara berurutan—ini adalah tren naik yang pasti, kapan pun saatnya masuk pasar dan jual. Jika muncul "death cross", di mana moving average jangka pendek berbalik dan menembus moving average jangka panjang, kita harus waspada, pasar kemungkinan besar akan berbalik arah.
**Mengapa harus mengikuti tren?** Sangat sederhana. Dalam tren naik, logika harga adalah "mencapai titik tertinggi yang lebih tinggi" dan "titik terendah yang lebih tinggi", seperti menaiki tangga ke atas, saat itu peluang membeli sangat besar. Sebaliknya, tren turun adalah penurunan bertahap, lalu apa lagi yang harus dilakukan? Masuk dan melawan arus? Bukankah itu seperti menutup jalan sendiri? Saya sudah melihat terlalu banyak trader yang saat harga turun masih ingin melawan tren, hasilnya malah semakin merugi, modal perlahan terkikis habis.
**Kunci menemukan titik beli dan jual terletak pada hubungan volume dan harga.**
Volume adalah uang nyata yang mengalir, tidak bisa dipalsukan. Bagaimana ciri kenaikan yang sehat? "Harga naik, volume juga meningkat." Harga perlahan naik, volume juga membesar, menunjukkan bahwa benar-benar ada uang nyata yang masuk, tren tersebut dapat dipertahankan. Inilah sinyal yang harus kamu perhatikan untuk masuk pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
9
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-40edb63b
· 18jam yang lalu
Benar sekali, tetapi kebanyakan orang sama sekali tidak bisa mengubah kebiasaan melawan tren, saya juga baru menyadarinya setelah pernah mengalami kerugian.
Lihat AsliBalas0
RektCoaster
· 01-02 12:19
Benar sekali, yang melawan tren semuanya sendiri yang menabrak peluru. Saya juga pernah melakukannya sebelumnya, sekarang hanya melihat garis rata-rata dan volume, sangat sederhana.
Lihat AsliBalas0
BankruptWorker
· 2025-12-31 18:53
Benar sekali, hanya saja takut ada orang yang tidak mau mendengarkan dan tetap memaksakan diri melawan tren, akhirnya kehilangan segalanya
Lihat AsliBalas0
GasFeeSurvivor
· 2025-12-31 18:45
Benar sekali, sudah melihat terlalu banyak orang meninggal di lubang ini karena melawan tren, benar-benar tidak adil
Lihat AsliBalas0
AirdropF5Bro
· 2025-12-31 18:42
Benar-benar, aku memang orang yang tidak percaya takdir, harus mencoba membeli saat harga rendah dan akhirnya malah rugi besar
Lihat AsliBalas0
zkProofGremlin
· 2025-12-31 18:34
Tidak salah, hanya saja pelaksanaannya sangat sulit. Saya sendiri pernah mengalami, harus menunggu konfirmasi persilangan kematian baru bertindak, hasilnya malah ketinggalan, memalukan
Lihat AsliBalas0
ImpermanentLossFan
· 2025-12-31 18:30
Tidak salah, hanya saja pelaksanaannya terlalu sulit. Sudah tahu harus mengikuti tren, begitu turun langsung ingin membeli di bawah, serakah bisa membunuh orang.
Lihat AsliBalas0
SchrodingerWallet
· 2025-12-31 18:23
Benar sekali, saya sebelumnya juga mengalami masalah ini, harus melawan tren untuk membeli di harga rendah, hasilnya sering dipermalukan berkali-kali.
Banyak orang melakukan trading dan merugi, penyebab utamanya hanya satu—selalu ingin melawan tren.
Aturan emas pertama dalam trading saya: tren selalu menjadi sekutu terkuatmu. Jangan bermimpi bisa tepat waktu membeli di dasar dan menjual di puncak, pasar tidak sebodoh itu, orang pintar juga harus menghormati tren.
**Bagaimana cara menilai tren? Cara paling sederhana adalah melihat moving average.**
Moving average jangka pendek (seperti garis 50 hari) yang stabil berada di atas moving average jangka panjang (garis 200 hari), terutama saat membentuk pola bullish—moving average jangka pendek, menengah, dan panjang tersusun dari atas ke bawah secara berurutan—ini adalah tren naik yang pasti, kapan pun saatnya masuk pasar dan jual. Jika muncul "death cross", di mana moving average jangka pendek berbalik dan menembus moving average jangka panjang, kita harus waspada, pasar kemungkinan besar akan berbalik arah.
**Mengapa harus mengikuti tren?** Sangat sederhana. Dalam tren naik, logika harga adalah "mencapai titik tertinggi yang lebih tinggi" dan "titik terendah yang lebih tinggi", seperti menaiki tangga ke atas, saat itu peluang membeli sangat besar. Sebaliknya, tren turun adalah penurunan bertahap, lalu apa lagi yang harus dilakukan? Masuk dan melawan arus? Bukankah itu seperti menutup jalan sendiri? Saya sudah melihat terlalu banyak trader yang saat harga turun masih ingin melawan tren, hasilnya malah semakin merugi, modal perlahan terkikis habis.
**Kunci menemukan titik beli dan jual terletak pada hubungan volume dan harga.**
Volume adalah uang nyata yang mengalir, tidak bisa dipalsukan. Bagaimana ciri kenaikan yang sehat? "Harga naik, volume juga meningkat." Harga perlahan naik, volume juga membesar, menunjukkan bahwa benar-benar ada uang nyata yang masuk, tren tersebut dapat dipertahankan. Inilah sinyal yang harus kamu perhatikan untuk masuk pasar.