Apakah dolar benar-benar sedang "perlahan-lahan mati" secara diam-diam?
Pertanyaan ini layak untuk dipertimbangkan dengan serius. Jika kita bawa dolar AS 1 dolar tahun 1970 ke hari ini, daya belinya hanya tersisa 14 sen. Tidak bercanda—setengah abad langsung menyusut sebesar 86%. Lebih mengerikan lagi, sejak Federal Reserve didirikan pada 1913 hingga sekarang, daya beli dolar telah menguap sebesar 97%. Dengan kata lain, harga barang dan jasa hampir setiap 24 tahun berlipat ganda, tetapi kenaikan gaji kebanyakan orang sama sekali tidak mengikuti.
Ini bukanlah penurunan drastis yang dramatis, juga bukan berita utama yang menimbulkan kepanikan. Sebaliknya, ini adalah "pasar beruang diam-diam" yang berlangsung selama satu abad tanpa suara. Uang tunai Anda secara diam-diam meleleh dengan kecepatan rata-rata 3% per tahun, seperti es yang perlahan menghilang di bawah terik matahari. Tampaknya tidak terjadi apa-apa, tetapi saat Anda membuka dompet, Anda akan menyadari daya beli terus menipis.
Harga aset semakin tidak masuk akal, sementara kenaikan gaji semakin lambat. Orang biasa menabung dengan keras, tetapi tidak pernah bisa mengikuti laju depresiasi mata uang. Inilah musuh tersembunyi dan paling mematikan di jalan kekayaan.
Dolar masih disebut sebagai "dolar kuat," tetapi nilai sebenarnya sudah hampir digerogoti oleh inflasi. Kekayaan itu seperti pasir yang digenggam di tangan—semakin erat digenggam, semakin cepat bocor. Ketika kebanyakan orang menyadarinya, mereka sudah melewatkan jendela emas untuk melindungi kekayaan mereka.
Pelajaran dari sejarah sangat jelas: tidak ada mata uang fiat yang selamanya kokoh, hanya daya beli yang terus menyusut. "Pasar beruang panjang" dari dolar ini adalah hal yang benar-benar harus diwaspadai oleh orang biasa.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CountdownToBroke
· 01-01 23:06
Dompet yang digenggam semakin menyusut dari tahun ke tahun, sudah saatnya masuk ke dunia kripto.
Lihat AsliBalas0
BearHugger
· 2025-12-31 19:52
Handshake, sekarang menyadari belum terlambat, kan
Lihat AsliBalas0
ruggedNotShrugged
· 2025-12-31 19:51
Menggenggam pasir hanya akan membuatnya lebih cepat bocor, sekarang masih bertahan pada dolar, apa sebenarnya yang mereka cari?
Lihat AsliBalas0
YieldChaser
· 2025-12-31 19:48
Apakah memegang uang tunai benar-benar bisa menjaga nilai? Bangunlah, itu justru tindakan yang paling buruk
Lihat AsliBalas0
PositionPhobia
· 2025-12-31 19:37
Menggenggam pasir adalah perumpamaan yang luar biasa, menyimpan uang tunai itu seperti memiliki suku bunga negatif, seharusnya sudah masuk ke dunia kripto sejak lama
$ZEC $CHZ $PEPE
Apakah dolar benar-benar sedang "perlahan-lahan mati" secara diam-diam?
Pertanyaan ini layak untuk dipertimbangkan dengan serius. Jika kita bawa dolar AS 1 dolar tahun 1970 ke hari ini, daya belinya hanya tersisa 14 sen. Tidak bercanda—setengah abad langsung menyusut sebesar 86%. Lebih mengerikan lagi, sejak Federal Reserve didirikan pada 1913 hingga sekarang, daya beli dolar telah menguap sebesar 97%. Dengan kata lain, harga barang dan jasa hampir setiap 24 tahun berlipat ganda, tetapi kenaikan gaji kebanyakan orang sama sekali tidak mengikuti.
Ini bukanlah penurunan drastis yang dramatis, juga bukan berita utama yang menimbulkan kepanikan. Sebaliknya, ini adalah "pasar beruang diam-diam" yang berlangsung selama satu abad tanpa suara. Uang tunai Anda secara diam-diam meleleh dengan kecepatan rata-rata 3% per tahun, seperti es yang perlahan menghilang di bawah terik matahari. Tampaknya tidak terjadi apa-apa, tetapi saat Anda membuka dompet, Anda akan menyadari daya beli terus menipis.
Harga aset semakin tidak masuk akal, sementara kenaikan gaji semakin lambat. Orang biasa menabung dengan keras, tetapi tidak pernah bisa mengikuti laju depresiasi mata uang. Inilah musuh tersembunyi dan paling mematikan di jalan kekayaan.
Dolar masih disebut sebagai "dolar kuat," tetapi nilai sebenarnya sudah hampir digerogoti oleh inflasi. Kekayaan itu seperti pasir yang digenggam di tangan—semakin erat digenggam, semakin cepat bocor. Ketika kebanyakan orang menyadarinya, mereka sudah melewatkan jendela emas untuk melindungi kekayaan mereka.
Pelajaran dari sejarah sangat jelas: tidak ada mata uang fiat yang selamanya kokoh, hanya daya beli yang terus menyusut. "Pasar beruang panjang" dari dolar ini adalah hal yang benar-benar harus diwaspadai oleh orang biasa.