## Syarat Kontrak (Smart contract) Membuat Pembuatan Kontrak Menjadi Lebih Mudah
Di era digital saat ini, kebutuhan akan transaksi yang cepat dan dapat dipercaya semakin meningkat, membuat **Smart contract** atau **syarat kontrak pintar** muncul sebagai teknologi penting dalam mengatasi masalah kontrak tradisional yang sering memakan waktu dan melibatkan banyak pihak perantara. Syarat kontrak pintar ini adalah program komputer yang berjalan otomatis di atas Blockchain, yang akan melakukan tindakan sesuai dengan kondisi yang tertulis dalam kode secara pasti.
### Apa sebenarnya itu Smart contract?
**Syarat kontrak pintar** adalah skrip program yang mampu menjalankan kontrak antara dua pihak atau lebih tanpa perlu adanya pihak ketiga yang mendukung. Ketika semua kondisi yang ditetapkan terpenuhi, transaksi akan langsung dieksekusi dan dicatat di Blockchain yang tidak dapat diubah.
Inti dari **Smart contract** adalah tidak memiliki bahasa hukum atau dokumen seperti kontrak nyata, melainkan berupa kode komputer yang hanya akan berjalan saat kondisi tertentu terpenuhi. Hal ini memungkinkan kepercayaan antar orang yang tidak saling mengenal karena semua orang percaya pada kode yang telah ditulis sejak awal.
### Sejarah Singkat Syarat Kontrak Pintar
Meskipun Smart contract mendapatkan perhatian saat Ethereum muncul pada tahun 2014, gagasan tentang syarat kontrak pintar ini sudah ada sejak tahun 1994 dari insinyur komputer Amerika Nick Szabo, yang melihat masalah kerumitan dalam penyimpanan dan verifikasi data, lalu mengusulkan konsep ini.
Kemajuan Blockchain juga berkembang melalui beberapa fase, mulai dari Blockchain 1.0 pada tahun 2008 yang menjadi dasar Bitcoin dan keuangan digital, hingga Blockchain 2.0 pada tahun 2014 yang memperkenalkan Smart contract, yang melahirkan Ethereum. Saat ini, kita memiliki Blockchain 3.0 yang dilengkapi dengan Dapp (Decentralized application) yang mengintegrasikan konsep Smart contract, tetapi dengan kemampuan kreasi yang lebih luas seperti game, seni NFT, dan aplikasi bisnis nyata.
### Bagaimana cara kerja syarat kontrak pintar? 6 langkah
Syarat kontrak pintar ini bekerja berdasarkan sistem langkah-langkah yang jelas sebagai berikut:
**1. Kedua pihak kreditur menyetujui ketentuan** Dimulai dari kesepakatan semua pihak terkait terhadap syarat transaksi. Mereka harus merencanakan bagaimana Smart contract akan berjalan, kondisi apa yang harus dipenuhi, dan kapan sistem akan mengeksekusi secara otomatis.
**2. Menulis kode syarat kontrak pintar** Pihak terkait bisa menulis kode sendiri atau bekerja sama dengan pengembang/programmer. Ketentuan dari kesepakatan akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang menentukan aturan dan konsekuensinya. Penulisan kode yang aman sangat penting karena kode yang tidak baik dapat menimbulkan risiko keamanan.
**3. Menerapkan kontrak di Blockchain** Setelah kode siap, langkah berikutnya adalah mengirim syarat kontrak pintar ke Blockchain seperti mengirim transaksi crypto biasa. Kode kontrak akan disertakan dalam data transaksi. Setelah transaksi dikonfirmasi dan dipublikasikan di Blockchain, kontrak tidak dapat dibatalkan atau diubah lagi.
**4. Sistem menunggu hingga kondisi tertentu terpenuhi** Smart contract akan memantau Blockchain atau sumber data terpercaya untuk melihat kondisi atau kejadian yang memicu. Trigger ini bisa berupa tanggal, pembayaran, atau kejadian lain yang dapat diverifikasi secara digital.
**5. Kontrak berjalan otomatis** Ketika kondisi terpenuhi, syarat kontrak pintar akan menjalankan programnya, seperti mentransfer uang, mendaftarkan kepemilikan, atau tindakan lain sesuai ketentuan.
**6. Hasil eksekusi dicatat di Blockchain** Langkah terakhir, hasil dari eksekusi kontrak pintar langsung diumumkan ke Blockchain. Jaringan Blockchain akan memverifikasi, mencatat sebagai transaksi, dan menyimpan kontrak yang selesai di Blockchain. Catatan ini bersifat publik dan dapat diperiksa kapan saja.
### Contoh kerja Smart contract dalam kehidupan nyata
Bayangkan seperti mesin penjual otomatis. Ketika Anda memilih barang dan memasukkan uang sesuai ketentuan, mesin akan memeriksa jumlah uang dan mengeluarkan barang. Smart contract bekerja seperti ini juga.
Contohnya, dua pelajar berlomba sepeda. Satu orang bertaruh 10 dolar kepada yang lain bahwa dia akan menang. Dengan menggunakan Smart contract untuk merekam kesepakatan, saat hasil lomba diumumkan, sistem akan langsung mengirimkan uang kepada pemenang tanpa perlu menunggu kekalahan membayar atau khawatir tentang penipuan.
### Keuntungan dari syarat kontrak pintar yang perlu diketahui
**Otomatis dan dapat dipercaya** Smart contract selalu berjalan sesuai kode yang tertulis. Tidak perlu orang yang melakukan atau mentransfer uang secara manual. Kondisi akan dilaksanakan secara pasti. Jika pekerjaan tidak sesuai kondisi di Blockchain, sistem akan menolak transaksi.
**Data publik dan dapat diverifikasi** Karena Blockchain adalah platform publik, smart contract dapat diperiksa dan diakses oleh siapa saja. Jika memiliki address dompet dari pihak kontrak, Anda bisa memeriksa seluruh transaksi secara transparan.
**Privasi dan keamanan** Meski Blockchain bersifat publik, data pribadi Anda bisa disimpan secara rahasia. Sistem hanya akan menyimpan nama dompet (address) tanpa mengaitkannya dengan identitas asli, sehingga Anda yakin tidak akan terdeteksi identitas sebenarnya.
**Dapat dilihat sejak awal** Smart contract bersifat publik, semua orang dapat melihat cara kerjanya sejak awal, sehingga transparan dan dapat dipercaya.
### Kerugian yang perlu diketahui
**Tidak ada pihak ketiga yang mengelola** Kelemahan dari tidak adanya pihak ketiga adalah Smart contract tidak bisa memperbaiki masalah yang memerlukan keputusan manusia. Jika sistem melakukan kesalahan, tidak ada yang bisa membantu memperbaikinya karena ini adalah Blockchain yang tidak memungkinkan mengubah kode.
**Hukum belum mendukung** Sistem hukum saat ini belum memiliki ketentuan yang jelas tentang Smart contract. Jika terjadi masalah, Anda mungkin tidak mendapatkan bantuan hukum, baik karena penipuan maupun kesalahan, karena sistem ini bersifat anarkis.
**Perlu percaya pada pengembang** Semua fungsi bergantung pada kode yang ditulis. Jadi, Anda harus percaya bahwa pengembang menulis kode tanpa cacat. Jika kode dibuat dengan celah sejak awal, mungkin tidak bisa diperbaiki.
### Penggunaan Smart contract saat ini
**Stablecoin (Koin stabil)** Koin ini dirancang agar nilainya tetap stabil dan tidak fluktuatif, seperti Dai, USDC, dan Tether yang digunakan di Ethereum. Stablecoin dapat digunakan untuk transaksi global melalui internet, disimpan di platform untuk pinjaman, atau dipertukarkan dengan koin lain, dilindungi oleh teknologi enkripsi.
**NFT (Token tidak dapat dipertukarkan)** Token ini menunjukkan kepemilikan barang yang tidak dapat dipertukarkan secara setara, seperti seni, properti, musik, gambar, dokumen, dan barang digital lainnya. Contoh penggunaannya termasuk Foundation untuk menampilkan dan menjual karya seni, The X yang merupakan sepatu NFT yang dapat digunakan di Metaverse Decentraland, dan ENS (Ethereum Name Service) yang digunakan untuk menamai dompet.
**Decentralized Exchanges (DEXs)** adalah pasar pertukaran koin antara Ethereum atau koin lain yang menggunakan Smart contract sebagai pengganti perantara. DEX memungkinkan pembeli dan penjual langsung memenuhi kebutuhan mereka. Contohnya Uniswap, Kyber, dYdX, dan 1nch.
**Perjanjian dan voting** Smart contract dapat digunakan untuk membuat perjanjian, kontrak, atau voting antar organisasi. Open Law Forms memudahkan pembuatan dan pelaksanaan perjanjian hukum, cukup dengan mengisi formulir sesuai kesepakatan, dan data akan disimpan di Blockchain secara aman.
**Asuransi otomatis** Smart contract memungkinkan klaim asuransi dan pembayaran otomatis, dapat diprogram untuk membayar segera saat kejadian tertentu yang dapat diverifikasi terjadi, seperti bencana alam atau kecelakaan mobil.
### Masa Depan Smart contract
Dari sejarah hingga saat ini, Smart contract telah dikembangkan dan diterapkan di berbagai bidang, mulai dari keuangan, penyimpanan data, hingga industri lainnya. Keunggulan utama dari syarat kontrak pintar adalah kemampuannya mengurangi kerumitan, menurunkan biaya, serta meningkatkan transparansi dan keamanan seluruh transaksi.
Di masa depan, Smart contract diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis, transaksi antar individu, dan pengelolaan data di dunia digital. Penghapusan kebutuhan pihak ketiga akan mempercepat dan meningkatkan efisiensi transaksi. Potensi Smart contract dalam memperbaiki industri dan mengubah cara manusia berbisnis adalah hal yang akan terus diikuti di tahun-tahun mendatang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Syarat Kontrak (Smart contract) Membuat Pembuatan Kontrak Menjadi Lebih Mudah
Di era digital saat ini, kebutuhan akan transaksi yang cepat dan dapat dipercaya semakin meningkat, membuat **Smart contract** atau **syarat kontrak pintar** muncul sebagai teknologi penting dalam mengatasi masalah kontrak tradisional yang sering memakan waktu dan melibatkan banyak pihak perantara. Syarat kontrak pintar ini adalah program komputer yang berjalan otomatis di atas Blockchain, yang akan melakukan tindakan sesuai dengan kondisi yang tertulis dalam kode secara pasti.
### Apa sebenarnya itu Smart contract?
**Syarat kontrak pintar** adalah skrip program yang mampu menjalankan kontrak antara dua pihak atau lebih tanpa perlu adanya pihak ketiga yang mendukung. Ketika semua kondisi yang ditetapkan terpenuhi, transaksi akan langsung dieksekusi dan dicatat di Blockchain yang tidak dapat diubah.
Inti dari **Smart contract** adalah tidak memiliki bahasa hukum atau dokumen seperti kontrak nyata, melainkan berupa kode komputer yang hanya akan berjalan saat kondisi tertentu terpenuhi. Hal ini memungkinkan kepercayaan antar orang yang tidak saling mengenal karena semua orang percaya pada kode yang telah ditulis sejak awal.
### Sejarah Singkat Syarat Kontrak Pintar
Meskipun Smart contract mendapatkan perhatian saat Ethereum muncul pada tahun 2014, gagasan tentang syarat kontrak pintar ini sudah ada sejak tahun 1994 dari insinyur komputer Amerika Nick Szabo, yang melihat masalah kerumitan dalam penyimpanan dan verifikasi data, lalu mengusulkan konsep ini.
Kemajuan Blockchain juga berkembang melalui beberapa fase, mulai dari Blockchain 1.0 pada tahun 2008 yang menjadi dasar Bitcoin dan keuangan digital, hingga Blockchain 2.0 pada tahun 2014 yang memperkenalkan Smart contract, yang melahirkan Ethereum. Saat ini, kita memiliki Blockchain 3.0 yang dilengkapi dengan Dapp (Decentralized application) yang mengintegrasikan konsep Smart contract, tetapi dengan kemampuan kreasi yang lebih luas seperti game, seni NFT, dan aplikasi bisnis nyata.
### Bagaimana cara kerja syarat kontrak pintar? 6 langkah
Syarat kontrak pintar ini bekerja berdasarkan sistem langkah-langkah yang jelas sebagai berikut:
**1. Kedua pihak kreditur menyetujui ketentuan** Dimulai dari kesepakatan semua pihak terkait terhadap syarat transaksi. Mereka harus merencanakan bagaimana Smart contract akan berjalan, kondisi apa yang harus dipenuhi, dan kapan sistem akan mengeksekusi secara otomatis.
**2. Menulis kode syarat kontrak pintar** Pihak terkait bisa menulis kode sendiri atau bekerja sama dengan pengembang/programmer. Ketentuan dari kesepakatan akan diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang menentukan aturan dan konsekuensinya. Penulisan kode yang aman sangat penting karena kode yang tidak baik dapat menimbulkan risiko keamanan.
**3. Menerapkan kontrak di Blockchain** Setelah kode siap, langkah berikutnya adalah mengirim syarat kontrak pintar ke Blockchain seperti mengirim transaksi crypto biasa. Kode kontrak akan disertakan dalam data transaksi. Setelah transaksi dikonfirmasi dan dipublikasikan di Blockchain, kontrak tidak dapat dibatalkan atau diubah lagi.
**4. Sistem menunggu hingga kondisi tertentu terpenuhi** Smart contract akan memantau Blockchain atau sumber data terpercaya untuk melihat kondisi atau kejadian yang memicu. Trigger ini bisa berupa tanggal, pembayaran, atau kejadian lain yang dapat diverifikasi secara digital.
**5. Kontrak berjalan otomatis** Ketika kondisi terpenuhi, syarat kontrak pintar akan menjalankan programnya, seperti mentransfer uang, mendaftarkan kepemilikan, atau tindakan lain sesuai ketentuan.
**6. Hasil eksekusi dicatat di Blockchain** Langkah terakhir, hasil dari eksekusi kontrak pintar langsung diumumkan ke Blockchain. Jaringan Blockchain akan memverifikasi, mencatat sebagai transaksi, dan menyimpan kontrak yang selesai di Blockchain. Catatan ini bersifat publik dan dapat diperiksa kapan saja.
### Contoh kerja Smart contract dalam kehidupan nyata
Bayangkan seperti mesin penjual otomatis. Ketika Anda memilih barang dan memasukkan uang sesuai ketentuan, mesin akan memeriksa jumlah uang dan mengeluarkan barang. Smart contract bekerja seperti ini juga.
Contohnya, dua pelajar berlomba sepeda. Satu orang bertaruh 10 dolar kepada yang lain bahwa dia akan menang. Dengan menggunakan Smart contract untuk merekam kesepakatan, saat hasil lomba diumumkan, sistem akan langsung mengirimkan uang kepada pemenang tanpa perlu menunggu kekalahan membayar atau khawatir tentang penipuan.
### Keuntungan dari syarat kontrak pintar yang perlu diketahui
**Otomatis dan dapat dipercaya** Smart contract selalu berjalan sesuai kode yang tertulis. Tidak perlu orang yang melakukan atau mentransfer uang secara manual. Kondisi akan dilaksanakan secara pasti. Jika pekerjaan tidak sesuai kondisi di Blockchain, sistem akan menolak transaksi.
**Data publik dan dapat diverifikasi** Karena Blockchain adalah platform publik, smart contract dapat diperiksa dan diakses oleh siapa saja. Jika memiliki address dompet dari pihak kontrak, Anda bisa memeriksa seluruh transaksi secara transparan.
**Privasi dan keamanan** Meski Blockchain bersifat publik, data pribadi Anda bisa disimpan secara rahasia. Sistem hanya akan menyimpan nama dompet (address) tanpa mengaitkannya dengan identitas asli, sehingga Anda yakin tidak akan terdeteksi identitas sebenarnya.
**Dapat dilihat sejak awal** Smart contract bersifat publik, semua orang dapat melihat cara kerjanya sejak awal, sehingga transparan dan dapat dipercaya.
### Kerugian yang perlu diketahui
**Tidak ada pihak ketiga yang mengelola** Kelemahan dari tidak adanya pihak ketiga adalah Smart contract tidak bisa memperbaiki masalah yang memerlukan keputusan manusia. Jika sistem melakukan kesalahan, tidak ada yang bisa membantu memperbaikinya karena ini adalah Blockchain yang tidak memungkinkan mengubah kode.
**Hukum belum mendukung** Sistem hukum saat ini belum memiliki ketentuan yang jelas tentang Smart contract. Jika terjadi masalah, Anda mungkin tidak mendapatkan bantuan hukum, baik karena penipuan maupun kesalahan, karena sistem ini bersifat anarkis.
**Perlu percaya pada pengembang** Semua fungsi bergantung pada kode yang ditulis. Jadi, Anda harus percaya bahwa pengembang menulis kode tanpa cacat. Jika kode dibuat dengan celah sejak awal, mungkin tidak bisa diperbaiki.
### Penggunaan Smart contract saat ini
**Stablecoin (Koin stabil)** Koin ini dirancang agar nilainya tetap stabil dan tidak fluktuatif, seperti Dai, USDC, dan Tether yang digunakan di Ethereum. Stablecoin dapat digunakan untuk transaksi global melalui internet, disimpan di platform untuk pinjaman, atau dipertukarkan dengan koin lain, dilindungi oleh teknologi enkripsi.
**NFT (Token tidak dapat dipertukarkan)** Token ini menunjukkan kepemilikan barang yang tidak dapat dipertukarkan secara setara, seperti seni, properti, musik, gambar, dokumen, dan barang digital lainnya. Contoh penggunaannya termasuk Foundation untuk menampilkan dan menjual karya seni, The X yang merupakan sepatu NFT yang dapat digunakan di Metaverse Decentraland, dan ENS (Ethereum Name Service) yang digunakan untuk menamai dompet.
**Decentralized Exchanges (DEXs)** adalah pasar pertukaran koin antara Ethereum atau koin lain yang menggunakan Smart contract sebagai pengganti perantara. DEX memungkinkan pembeli dan penjual langsung memenuhi kebutuhan mereka. Contohnya Uniswap, Kyber, dYdX, dan 1nch.
**Perjanjian dan voting** Smart contract dapat digunakan untuk membuat perjanjian, kontrak, atau voting antar organisasi. Open Law Forms memudahkan pembuatan dan pelaksanaan perjanjian hukum, cukup dengan mengisi formulir sesuai kesepakatan, dan data akan disimpan di Blockchain secara aman.
**Asuransi otomatis** Smart contract memungkinkan klaim asuransi dan pembayaran otomatis, dapat diprogram untuk membayar segera saat kejadian tertentu yang dapat diverifikasi terjadi, seperti bencana alam atau kecelakaan mobil.
### Masa Depan Smart contract
Dari sejarah hingga saat ini, Smart contract telah dikembangkan dan diterapkan di berbagai bidang, mulai dari keuangan, penyimpanan data, hingga industri lainnya. Keunggulan utama dari syarat kontrak pintar adalah kemampuannya mengurangi kerumitan, menurunkan biaya, serta meningkatkan transparansi dan keamanan seluruh transaksi.
Di masa depan, Smart contract diperkirakan akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis, transaksi antar individu, dan pengelolaan data di dunia digital. Penghapusan kebutuhan pihak ketiga akan mempercepat dan meningkatkan efisiensi transaksi. Potensi Smart contract dalam memperbaiki industri dan mengubah cara manusia berbisnis adalah hal yang akan terus diikuti di tahun-tahun mendatang.