Hasil dalam investasi: Hal yang harus dipahami oleh investor dan cara memanfaatkannya

Yield adalah apa dan mengapa penting

Dalam pengambilan keputusan investasi, banyak orang sering fokus hanya pada peningkatan nilai aset saja, tetapi kenyataannya Yield atau “tingkat pengembalian” adalah indikator yang menunjukkan berapa banyak pengembalian nyata dari uang yang kita investasikan dalam periode waktu tertentu.

Yield dinyatakan dalam persentase per tahun, atau sesuai periode acuan. Setelah mengetahui Yield, Anda dapat membandingkan berbagai aset apakah mana yang memberikan pengembalian nyata lebih besar, tanpa harus terjebak pada fluktuasi harga.

Faktor utama yang mempengaruhi Yield

Yield tidak muncul secara kebetulan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Yield yang diharapkan:

Jenis aset yang dipilih: Jika Anda memilih berinvestasi dalam instrumen utang, Yield biasanya lebih rendah tetapi lebih stabil. Sedangkan saham, Yield-nya bisa lebih tinggi tetapi dengan risiko tambahan.

Kondisi ekonomi dan pasar: Tingkat suku bunga dasar, kondisi pasar, dan risiko politik semuanya mempengaruhi tingkat pengembalian yang diinginkan investor.

Periode investasi: Investasi jangka panjang biasanya memberi peluang akumulasi hasil lebih banyak karena memiliki waktu lebih lama untuk mendapatkan manfaat dari bunga majemuk.

Tingkat risiko: Investor akan menuntut Yield yang lebih tinggi saat menghadapi risiko yang lebih besar. Oleh karena itu, aset dengan risiko tinggi harus menawarkan Yield yang lebih tinggi untuk mengkompensasi risiko tersebut.

Kebijakan pengelolaan perusahaan: Pembayaran dividen, investasi pengembangan, dan kebijakan lain dari perusahaan akan mempengaruhi hasil yang dapat didistribusikan kepada pemegang saham.

Cara dasar menghitung Yield

Rumus umum menghitung Yield untuk investasi dalam instrumen utang dan aset lainnya adalah:

Yield = ((Harga saat ini – Harga beli awal() / Harga beli awal) × 100%

Contohnya, jika Anda membeli aset seharga 1.000 rupiah dan saat ini bernilai 1.100 rupiah, Yield-nya adalah )100 / 1.000( × 100% = 10%.

Rumus ini membantu Anda melihat pengembalian utama, tetapi jika ingin menganalisis Yield yang lebih kompleks seperti yield to maturity, yaitu mengukur hubungan antara nilai saat ini, kupon, dan waktu sampai jatuh tempo, diperlukan perhitungan yang lebih rinci.

Jenis utama Yield dan penggunaannya

) Dividend Yield - hasil dari dividen

Dividend Yield dihitung dari dividen yang dibayarkan perusahaan per saham dibagi dengan harga saham saat ini:

Dividend Yield = ###Dividen per saham / Harga saham saat ini( × 100%

Contoh: Perusahaan X membayar dividen 10 rupiah per saham dan harga sahamnya 200 rupiah, maka Dividend Yield = )10 / 200( × 100% = 5%.

Yang perlu diingat adalah Dividend Yield biasanya berubah mengikuti harga saham, meskipun perusahaan membayar dividen yang sama.

) Earnings Yield - hasil dari laba

Earnings Yield memberi tahu kita berapa persen laba perusahaan per saham terhadap harga saham:

Earnings Yield = ###Laba bersih per saham / Harga saham saat ini( × 100%

Contoh: Perusahaan Y memiliki laba bersih 5 rupiah per saham dan harga saham 50 rupiah, Earnings Yield = )5 / 50( × 100% = 10%.

Indikator ini membantu investor melihat seberapa besar perusahaan menghasilkan laba nyata.

) Bond Yield - hasil dari obligasi

Bond Yield mengacu pada tingkat pengembalian yang akan diterima investor dari obligasi atau surat utang yang dimiliki, termasuk bunga yang dibayarkan selama periode dan perubahan nilai.

Bond Yield = ###Bunga tahunan / Harga saat ini obligasi( × 100%

Contoh: Anda membeli obligasi senilai 1.000 rupiah dengan tingkat bunga 5% per tahun, Bond Yield = )50 / 1.000( × 100% = 5%.

Dalam konteks yield to maturity, perhitungan ini mencakup bunga yang diterima sampai jatuh tempo dan keuntungan atau kerugian dari perubahan harga. Yield to maturity adalah indikator yang lebih komprehensif daripada Yield sederhana.

) Mutual Funds Yield - hasil dari dana bersama

Mutual Funds Yield = ###Pendapatan total dana / Nilai bersih aset dana( × 100%

Contoh: Dana A memperoleh pendapatan 100 rupiah dari saham dan surat utang, dan memiliki nilai bersih aset 1.000 rupiah, Yield = )100 / 1.000( × 100% = 10%.

Pendapatan dana berasal dari dua sumber utama: dividen dari saham dan bunga dari surat utang yang diinvestasikan dana.

Yield vs Return - perbedaan yang perlu diketahui

Investor pemula sering bingung antara Yield dan Return karena keduanya berkaitan dengan hasil pengembalian, tetapi memiliki makna yang berbeda secara mendasar:

Yield adalah hasil yang diharapkan dari aset per tahun, tanpa memperhitungkan perubahan harga. Angka ini tetap sesuai kondisi instrumen investasi.

Return adalah hasil yang sebenarnya Anda terima, termasuk hasil dari bunga, dividen, dan perubahan harga aset )keuntungan atau kerugian dari transaksi(.

Contoh: Jika Anda membeli saham seharga 100 rupiah, perusahaan membayar dividen 5 rupiah, )Yield = 5%(, tetapi harga saham turun menjadi 90 rupiah, Return Anda adalah )5 + (-10() / 100 = -5%.

Jenis Yield di pasar saham

Pasar saham menampilkan Yield dalam berbagai cara:

Dividend Yield menunjukkan berapa persen dividen yang akan Anda terima per tahun jika membeli saham saat ini. Contohnya, jika saham berharga 100 rupiah dan membayar dividen 5 rupiah per tahun, Dividend Yield = 5%.

Earnings Yield membantu investor melihat seberapa besar laba yang dihasilkan perusahaan dibandingkan harga saham. Jika Earnings per Share = 10 rupiah dan harga saham 100 rupiah, Earnings Yield = 10%.

Memahami Yield pasar saham membantu investor memilih saham yang memberikan pengembalian sesuai tingkat risiko dan tujuan investasi.

Aset mana yang memberikan pengembalian tertinggi

Tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan ini, karena Yield tinggi biasanya disertai risiko tinggi pula:

Saham: Memberikan pengembalian tinggi dalam jangka panjang, tetapi sangat volatil dalam jangka pendek. Cocok untuk investor yang menerima risiko.

Properti: Menghasilkan pendapatan dari sewa dan berpotensi meningkat nilainya dalam jangka panjang, tetapi membutuhkan modal besar dan biaya perawatan.

Instrumen utang: Biasanya memiliki Yield lebih rendah tetapi lebih stabil dan aman. Cocok untuk investor yang menginginkan pendapatan tetap.

Reksa dana: Menawarkan Yield yang beragam tergantung kebijakan investasi, bisa menjadi pilihan seimbang untuk diversifikasi risiko.

Kripto: Memberikan pengembalian sangat tinggi tetapi dengan risiko yang juga tinggi. Hanya cocok untuk investor yang cukup paham.

Kesimpulan: Yield adalah alat penting dalam berinvestasi secara cerdas

Yield membantu investor memahami berapa banyak pengembalian nyata dari uang yang mereka investasikan. Selain fluktuasi harga, dengan memahami Yield dari berbagai aset, Anda dapat membandingkan dan memilih aset yang sesuai dengan tujuan dan tingkat risiko yang dapat diterima.

Peringatan: Investasi memiliki risiko. Tingkat pengembalian tinggi disertai risiko tinggi pula. Sebelum berinvestasi, pelajari informasi secara mendalam dan konsultasikan dengan ahli investasi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)