Lihat sinyal pasokan: Kunci yang harus diketahui investor untuk menangkap momentum saham naik

Mengapa saham terkadang melonjak tanpa alasan yang jelas, dan terkadang jatuh hingga membuat kepala pusing? Bukan karena bapak atau ibu, tetapi karena matematika dasar di baliknya yang disebut penawaran dan permintaan. Dua faktor besar yang tersembunyi di setiap garis harga. Memahaminya = memahami pasar setengah jalan.

Sebelum trading, harus tahu apa itu penawaran dan permintaan

Permintaan (Demand) = keinginan membeli, yaitu jumlah saham yang ingin dibeli investor pada berbagai harga. Umumnya, saat harga turun, keinginan membeli meningkat (karena harga) lebih murah, dan saat harga naik, keinginan membeli berkurang (karena mahal).

Penawaran (Supply) = keinginan menjual, yaitu jumlah saham yang ingin dijual pemilik pada berbagai harga. Umumnya, saat harga naik, keinginan menjual meningkat (karena mendapatkan keuntungan), dan saat harga turun, keinginan menjual berkurang (karena rugi).

Keseimbangan (Equilibrium) = titik pertemuan kedua kekuatan tersebut. Di sini harga menjadi stabil sampai ada data baru yang mengubahnya.

Mengapa penawaran penting bagi investor, 3 alasan utama

1. Penawaran memberi tahu kekuatan kekuatan penjualan

Ketika saham turun tajam (Drop), itu bukan karena berita buruk perusahaan, tetapi karena banyak investor ingin menjual secara bersamaan. Penawaran yang besar = kekuatan jual yang kuat, menandakan arah pergerakan harga selanjutnya.

2. Penawaran memberi tahu titik rebound

Ketika harga terus turun dan melewati Support line, kekuatan jual habis (karena mereka sudah menjual semua), dan saat bertemu Supply Zone, ada peluang harga naik lagi = peluang beli.

3. Penawaran memberi tahu risiko manipulasi harga

Rumah-rumah kaya sering melakukan Pump & Dump pada saham kecil = penawaran kecil karena tidak banyak penjual. Saat kekurangan penawaran, harga melonjak ke langit, dan saat kekuatan beli habis, harga jatuh dengan lubang-lubang besar.

Faktor yang menyebabkan perubahan penawaran di pasar keuangan

Dari perusahaan

  • Penambahan modal baru (IPO / Rights Offering): menambah jumlah saham di pasar = penawaran meningkat = tekanan menurunkan penawaran
  • Buyback (Pembelian kembali saham): mengurangi jumlah saham di pasar = penawaran berkurang = semakin bullish

Dari pasar

  • Pendaftaran perusahaan baru: perusahaan baru masuk Supply Zone lagi
  • Peraturan Silent Period: membatasi penjualan dari pemegang saham besar setelah IPO, sehingga penawaran sementara berkurang

Dari institusi

  • Kebijakan moneter: suku bunga tinggi menyebabkan uang mengalir keluar dari saham dan disimpan dalam bunga = penawaran meningkat, dijual = berkurang
  • Berita hangat: berita baik membuat investor ingin membeli lebih banyak, penjual diam = penawaran berkurang, memberi sinyal harga naik

Cara menerapkan penawaran dalam trading sesuai prinsip ilmu

Level 1: lihat grafik lilin dan kekuatan jual melalui Demand-Supply Zone

Jika terlihat lilin merah (penutupan < pembukaan): kekuatan jual kuat = penawaran tebal, jangan buru-buru beli di sini.

Jika terlihat lilin hijau (penutupan > pembukaan): kekuatan beli kuat = penawaran lemah, peluang harga naik lanjutan.

Level 2: mengikuti titik balik (Reversal)

Supply Zone Rally Base Drop (RBD): harga sudah naik penuh (Rally) → mulai melambat karena bertemu Seller banyak (Base) → memutuskan jual bersamaan sehingga jatuh (Drop).

Entry point: saat harga menembus bagian bawah Base, pasang Stop Loss di luar batas.

Level 3: mengikuti tren (Continuation)

Demand Zone Drop Base Rally (DBR): harga turun karena banyak penjual (Drop) → mulai berbalik karena penjual kehabisan tenaga, Buyer masuk (Base) → kekuatan beli kembali kuat, harga naik lagi (Rally).

Entry point: saat Base menembus bagian atas, trading mengikuti tren.

Studi kasus: saham mana yang turun dari penawaran

Bayangkan saham XYZ dengan volume prediksi likuiditas (Liquidity) yang kecil. Saat ada berita baik, pembeli masuk tanpa sadar, kekuatan beli kuat tetapi penawaran tebal karena banyak pemegang saham lama ingin menjual untuk uang, harga tidak naik sesuai harapan, bahkan bisa jatuh lagi jika penawaran terus masuk. Ini disebut “harga palsu”, harga tidak sesuai berita karena penawaran palsu.

Sementara itu, saham ABC dengan Founder yang masih memegang % besar (penawaran kecil). Saat berita baik, pembeli masuk banyak, sementara Founder masih menyembunyikan sahamnya, sehingga harga Melt Up secara ekstrem.

Tiga kesalahan investor terkait penawaran yang sering dilakukan

  1. Hanya melihat harga, tidak melihat penawaran: harga bisa menipu, tetapi penawaran berbicara jujur.
  2. Waspadai Whale (paus): banyak pemegang saham ingin menjual sekaligus, harga bisa jatuh cepat.
  3. Peraturan Silent Period: setelah IPO, investor besar harus menunggu, ini mengurangi penawaran.

Kesimpulan: Mengapa harus memahami penawaran

Sederhananya, penawaran adalah seperti saluran air yang mengalir di pasar saham. Jika penawaran penuh (Supply Zone), harga akan terjebak, tidak bisa bergerak. Jika penawaran kering (Supply), harga seperti gelas anggur, ringan dan mudah naik walau kekuatan beli sedikit.

Siapa yang mampu mendeteksi Demand-Supply Zone dengan jelas, akan lebih tepat waktu masuk dan keluar (Entry-Exit), dibandingkan yang hanya mengikuti berita dan trader yang emosional.

Namun, penawaran bukan satu-satunya prediksi. Itu bagian dari siklus pasar, bersama Momentum, Sentimen berita, dan Disiplin trader sendiri. Hanya dengan kombinasi ini, kita bisa mendapatkan keuntungan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)