Indikator Terpopuler untuk Mengidentifikasi Sinyal Divergensi
Sebelum memahami tentang divergensi, trader harus mengenal alat yang digunakan untuk mengikuti sinyal ini. Secara umum, rumusnya berasal dari kelompok Oscillator atau alat pengukur momentum.
RSI (Relative Strength Index) adalah pengukur yang menunjukkan kondisi overbought (Overbought) saat RSI di atas 70 dan kondisi oversold (Oversold) saat RSI di bawah 30. Alat ini berguna untuk melihat perubahan kekuatan harga.
MACD menggunakan dua garis rata-rata bergerak untuk mengidentifikasi momen beli dan jual. Ketika nilai MACD meningkat menjadi positif, menunjukkan kekuatan beli yang kuat. Sebaliknya, nilai negatif yang menurun secara konsisten menunjukkan kekuatan jual yang intens.
Williams %R mengukur kondisi kelebihan jual/beli. Nilai di atas 80 menunjukkan Overbought, sementara nilai di bawah 20 menunjukkan Oversold. Sinyal yang muncul di kedua zona ini sering menandakan perubahan yang signifikan.
Apa itu Divergensi: Definisi dan Pentingnya
Divergensi terjadi ketika harga dan indikator teknikal bergerak tidak sejalan dengan kekuatan yang tidak seimbang. Ini tidak berarti indikator gagal, tetapi merupakan sinyal bahwa tren yang sedang berlangsung mungkin kehilangan energi.
Ketika harga terus menurun tetapi indikator tidak mengonfirmasi kekuatan tren tersebut, atau sebaliknya, trader perlu berhati-hati karena mungkin terjadi pembalikan tren atau kelanjutan tren yang sama, tergantung pada jenis divergensi.
Bentuk dan Pentingnya Empat Jenis Divergensi
1. Harga turun tetapi tetap kuat, sinyal Bullish Divergence
Ketika harga membentuk titik terendah baru, tetapi indikator tidak mengonfirmasi penurunan tersebut, ini bisa menunjukkan pelemahan tren turun dan peluang kenaikan mendekat.
2. Harga naik tetapi tetap kuat, sinyal Bearish Divergence
Ketika harga membentuk titik tertinggi baru, tetapi indikator tidak menunjukkan kekuatan yang sama, ini memberi peringatan bahwa kekuatan kenaikan mulai melemah.
3. Turun lemah tetapi indikator kuat (Hidden Bearish Divergence)
Situasi ini menunjukkan bahwa tren turun masih berlanjut, meskipun harga hanya mengalami koreksi kecil.
4. Naik lemah tetapi indikator kuat (Hidden Bullish Divergence)
Tren naik masih memiliki momentum, harga baru saja menembus rata-rata waktu.
Divergensi Reguler: Sinyal Pembalikan Kuat
Divergensi reguler terjadi saat harga bergerak ke satu arah secara penuh, tetapi indikator tidak mampu mengikuti. Ini sering kali menandai pembalikan tren yang signifikan.
Contoh Situasi Sebenarnya dari Bullish Divergence:
Harga koin terus turun dan menyentuh level terendah baru (Lower Low), tetapi saat mengamati RSI, tidak melewati level terendah sebelumnya. Ini mengonfirmasi bahwa kekuatan turun mulai melemah, menandakan peluang kenaikan. Saat candlestick mulai berwarna hijau, saatnya mempelajari peluang masuk posisi beli.
Contoh Situasi dari Bearish Divergence:
Harga membentuk titik tertinggi baru (Higher High) secara berkelanjutan dan bergerak naik, tetapi RSI atau MACD tidak mendukung kenaikan tersebut, tidak menunjukkan titik tertinggi baru. Ini memberi peringatan bahwa kekuatan kenaikan mulai memudar, dan penurunan yang kuat mungkin akan datang. Saat candlestick berwarna merah Shooting Star muncul, pertimbangkan untuk menjual.
Cara Memanfaatkan Divergensi Reguler:
Perhatikan Higher High / Lower Low dari harga
Bandingkan dengan pergerakan RSI, MACD, atau Williams %R
Tunggu konfirmasi pola pembalikan seperti Double Top atau Double Bottom
Tempatkan Stop Loss di level tertentu untuk pengujian
Masuk posisi saat yakin
Hidden Divergence: Sinyal Tren Berlanjut
Hidden Divergence berlawanan, menunjukkan bahwa tren yang ada tetap hidup dan akan berlanjut. Harga mungkin hanya mengalami koreksi kecil, tetapi indikator tetap menunjukkan kekuatan.
Contoh Hidden Bullish Divergence:
Harga sedang naik, tetapi saat koreksi kecil (Pullback), hanya membentuk Higher Low, tidak turun ke level rendah sebelumnya. Saat melihat RSI, saat harga turun, RSI juga turun, tetapi tidak menembus level 50, menunjukkan kekuatan tren naik masih ada. Harapkan pemulihan berlanjut.
Contoh Hidden Bearish Divergence:
Harga terus turun, dan saat rebound kecil (Bounce), hanya membentuk Lower High. Melihat RSI atau MACD, tidak menunjukkan titik tertinggi baru, dan tetap di bawah, menandakan kekuatan turun masih kuat. Harga kemungkinan akan terus turun.
Cara Memanfaatkan Hidden Divergence:
Cari Higher Low (dalam tren naik) atau Lower High (dalam tren turun)
Perhatikan apakah indikator tetap kuat
Saat sinyal ini muncul, ikuti tren yang ada
Tunggu harga menyentuh batas tren untuk masuk posisi baru
Tempatkan Stop Loss secara longgar karena ini adalah kelanjutan tren
Hindari Kesalahan Saat Trading Divergensi
Divergensi adalah sinyal yang berguna, tetapi tidak 100% akurat. Kadang-kadang, false divergence muncul beberapa kali sebelum harga benar-benar berbalik. Trader harus ingat hal-hal berikut:
Tunggu konfirmasi Jangan masuk posisi hanya berdasarkan sinyal divergensi saja. Tunggu pergerakan harga yang jelas.
Gunakan Stop Loss Penempatan stop loss yang tepat sangat penting untuk melindungi modal saat sinyal salah.
Pelajari timeframe yang lebih panjang Divergensi di timeframe jam atau harian lebih dapat dipercaya daripada timeframe yang lebih pendek.
Gabungkan dengan alat lain Jangan bergantung hanya pada divergensi. Gunakan indikator lain atau garis support/resistance.
Kesimpulan
Bullish Divergence dan Bearish Divergence adalah alat analisis penting untuk memprediksi perubahan harga. Sementara Hidden Divergence membantu mengonfirmasi kelanjutan tren yang ada. Memahami kedua jenis sinyal ini dan menggunakannya bersama manajemen risiko dapat membantu Anda mengembangkan strategi trading yang lebih kuat.
Ingatlah bahwa divergensi hanyalah sinyal, bukan hukum alam. Praktik dan pengembangan mental trader jauh lebih penting daripada alat apa pun.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Divergensi dalam trading: Asal-usul, Jenis, dan Strategi Penggunaannya
Indikator Terpopuler untuk Mengidentifikasi Sinyal Divergensi
Sebelum memahami tentang divergensi, trader harus mengenal alat yang digunakan untuk mengikuti sinyal ini. Secara umum, rumusnya berasal dari kelompok Oscillator atau alat pengukur momentum.
RSI (Relative Strength Index) adalah pengukur yang menunjukkan kondisi overbought (Overbought) saat RSI di atas 70 dan kondisi oversold (Oversold) saat RSI di bawah 30. Alat ini berguna untuk melihat perubahan kekuatan harga.
MACD menggunakan dua garis rata-rata bergerak untuk mengidentifikasi momen beli dan jual. Ketika nilai MACD meningkat menjadi positif, menunjukkan kekuatan beli yang kuat. Sebaliknya, nilai negatif yang menurun secara konsisten menunjukkan kekuatan jual yang intens.
Williams %R mengukur kondisi kelebihan jual/beli. Nilai di atas 80 menunjukkan Overbought, sementara nilai di bawah 20 menunjukkan Oversold. Sinyal yang muncul di kedua zona ini sering menandakan perubahan yang signifikan.
Apa itu Divergensi: Definisi dan Pentingnya
Divergensi terjadi ketika harga dan indikator teknikal bergerak tidak sejalan dengan kekuatan yang tidak seimbang. Ini tidak berarti indikator gagal, tetapi merupakan sinyal bahwa tren yang sedang berlangsung mungkin kehilangan energi.
Ketika harga terus menurun tetapi indikator tidak mengonfirmasi kekuatan tren tersebut, atau sebaliknya, trader perlu berhati-hati karena mungkin terjadi pembalikan tren atau kelanjutan tren yang sama, tergantung pada jenis divergensi.
Bentuk dan Pentingnya Empat Jenis Divergensi
1. Harga turun tetapi tetap kuat, sinyal Bullish Divergence
Ketika harga membentuk titik terendah baru, tetapi indikator tidak mengonfirmasi penurunan tersebut, ini bisa menunjukkan pelemahan tren turun dan peluang kenaikan mendekat.
2. Harga naik tetapi tetap kuat, sinyal Bearish Divergence
Ketika harga membentuk titik tertinggi baru, tetapi indikator tidak menunjukkan kekuatan yang sama, ini memberi peringatan bahwa kekuatan kenaikan mulai melemah.
3. Turun lemah tetapi indikator kuat (Hidden Bearish Divergence)
Situasi ini menunjukkan bahwa tren turun masih berlanjut, meskipun harga hanya mengalami koreksi kecil.
4. Naik lemah tetapi indikator kuat (Hidden Bullish Divergence)
Tren naik masih memiliki momentum, harga baru saja menembus rata-rata waktu.
Divergensi Reguler: Sinyal Pembalikan Kuat
Divergensi reguler terjadi saat harga bergerak ke satu arah secara penuh, tetapi indikator tidak mampu mengikuti. Ini sering kali menandai pembalikan tren yang signifikan.
Contoh Situasi Sebenarnya dari Bullish Divergence:
Harga koin terus turun dan menyentuh level terendah baru (Lower Low), tetapi saat mengamati RSI, tidak melewati level terendah sebelumnya. Ini mengonfirmasi bahwa kekuatan turun mulai melemah, menandakan peluang kenaikan. Saat candlestick mulai berwarna hijau, saatnya mempelajari peluang masuk posisi beli.
Contoh Situasi dari Bearish Divergence:
Harga membentuk titik tertinggi baru (Higher High) secara berkelanjutan dan bergerak naik, tetapi RSI atau MACD tidak mendukung kenaikan tersebut, tidak menunjukkan titik tertinggi baru. Ini memberi peringatan bahwa kekuatan kenaikan mulai memudar, dan penurunan yang kuat mungkin akan datang. Saat candlestick berwarna merah Shooting Star muncul, pertimbangkan untuk menjual.
Cara Memanfaatkan Divergensi Reguler:
Hidden Divergence: Sinyal Tren Berlanjut
Hidden Divergence berlawanan, menunjukkan bahwa tren yang ada tetap hidup dan akan berlanjut. Harga mungkin hanya mengalami koreksi kecil, tetapi indikator tetap menunjukkan kekuatan.
Contoh Hidden Bullish Divergence:
Harga sedang naik, tetapi saat koreksi kecil (Pullback), hanya membentuk Higher Low, tidak turun ke level rendah sebelumnya. Saat melihat RSI, saat harga turun, RSI juga turun, tetapi tidak menembus level 50, menunjukkan kekuatan tren naik masih ada. Harapkan pemulihan berlanjut.
Contoh Hidden Bearish Divergence:
Harga terus turun, dan saat rebound kecil (Bounce), hanya membentuk Lower High. Melihat RSI atau MACD, tidak menunjukkan titik tertinggi baru, dan tetap di bawah, menandakan kekuatan turun masih kuat. Harga kemungkinan akan terus turun.
Cara Memanfaatkan Hidden Divergence:
Hindari Kesalahan Saat Trading Divergensi
Divergensi adalah sinyal yang berguna, tetapi tidak 100% akurat. Kadang-kadang, false divergence muncul beberapa kali sebelum harga benar-benar berbalik. Trader harus ingat hal-hal berikut:
Kesimpulan
Bullish Divergence dan Bearish Divergence adalah alat analisis penting untuk memprediksi perubahan harga. Sementara Hidden Divergence membantu mengonfirmasi kelanjutan tren yang ada. Memahami kedua jenis sinyal ini dan menggunakannya bersama manajemen risiko dapat membantu Anda mengembangkan strategi trading yang lebih kuat.
Ingatlah bahwa divergensi hanyalah sinyal, bukan hukum alam. Praktik dan pengembangan mental trader jauh lebih penting daripada alat apa pun.