Mengapa saham makanan layak diperhatikan? Singkatnya: Manusia harus makan. Inilah parit perlindungan perusahaan makanan.
Tidak peduli ekonomi baik atau buruk, konsumen tetap makan. Saham semacam ini tahan siklus, dividen stabil, dan juga terkait dengan tren (protein nabati, makanan sehat). Ingin portofolio yang stabil dan menang? Saham makanan pasti harus ada.
Empat raksasa saham makanan Thailand
1. Kekaisaran Daging: เจริญโภคภัณฑ์อาหาร (CPF)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1978 (di bawah Grup CP)
Bisnis: dari pakan → peternakan → pengolahan makanan lengkap
Peta ekspor: beroperasi di 17 negara, mencakup lebih dari 40 pasar global
Sorotan data:
Harga saat ini: 22.0 THB
P/E: 11.9 kali
Target harga: 30.00 THB (kenaikan 36%)
Rasio dividen: 2.06%
Kapitalisasi pasar: 183.41B THB
CPF tidak hanya beternak ayam dan babi, tetapi menyediakan layanan lengkap. Mengendalikan biaya dari sumber hingga penjualan global—model ini membuatnya tetap hidup di era inflasi makanan. Pada 2025, permintaan protein global akan semakin tinggi.
2. Raja Ekspor Seafood: ไทยยูเนี่ยน (TU)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1977
Utama: pengolahan dan ekspor produk laut
Posisi global: salah satu dari tiga besar industri seafood dunia
Sorotan data:
Harga saat ini: 12.40 THB
P/E: -4.01 (masa penyesuaian)
Target harga: 16.90 THB (kenaikan 36%)
Rasio dividen: 4.51%
Kapitalisasi pasar: 52.93B THB
Kunci TU adalah rasio dividen. 4.5% hasil kas yang jarang ditemui di pasar saham. Seafood adalah kebutuhan pokok, permintaan di pasar baru meningkat setiap tahun. Brand seperti Seafood, TUNY sudah terkenal internasional.
3. Raja Udang Beku: เอเชียน ซี (ASIAN)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1983
Spesialisasi: produksi dan ekspor seafood beku
Posisi: eksportir udang beku terbesar di Thailand
Sorotan data:
Harga saat ini: 7.85 THB
P/E: 7.8 kali (murah!)
Target harga: 30.00 THB (kenaikan 282%)
Rasio dividen: 9.29%
Kapitalisasi pasar: 6.31B THB
Ini adalah saham pertumbuhan dengan kapitalisasi kecil. P/E hanya 7.8, rasio dividen 9%—sinyal undervalued. Udang beku dari Asia Tenggara sangat laris global, ruang pertumbuhan ASIAN masih besar.
4. Kekaisaran Restoran: ไมเนอร์ ฟู้ด (MINT)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1978 (bermula dari toko pizza)
Kondisi saat ini: mengendalikan merek global seperti Burger King, Dairy Queen
Model: gabungan waralaba dan toko sendiri
Sorotan data:
Harga saat ini: 22.0 THB
P/E: 42.7 kali (sedang premium)
Target harga: 30.00 THB
Rasio dividen: 2.06%
Kapitalisasi pasar: 183.41B THB
Cerita MINT adalah integrasi merek. Dari pizza lokal ke burger dan es krim internasional—ini ekspansi horizontal. Setelah pandemi, kebangkitan industri makanan adalah tren besar.
Empat raksasa industri makanan global
5. Perusahaan Berusia Seratus Tahun: Nestlé (NESN)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1866 (Swiss)
Ukuran: perusahaan makanan terbesar di dunia
Produk: dari makanan bayi, kopi, cokelat, hingga pakan hewan peliharaan
Sorotan data:
Harga saat ini: 74.04 CHF
P/E: 17.28 kali
Rasio dividen: 3.99%
Kapitalisasi pasar: 193.12B CHF
Nestlé adalah “saham di antara saham” di industri makanan. Produk tersebar di 190 negara, Nescafé dan KitKat adalah barang sehari-hari. Skala ini memberikan stabilitas—bahkan saat resesi ekonomi, konsumsi kopi dan cokelat tidak berhenti.
6. Raja Minuman Berkarbonasi: The Coca-Cola Company (KO)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1886 (Amerika)
Peta: lebih dari 200 merek di lebih dari 200 negara
Inti: cola, Sprite, Fanta
Sorotan data:
Harga saat ini: 25.37 USD
P/E: 4.05 kali
Rasio dividen: 3.14%
Kapitalisasi pasar: 263.08B USD
Coca-Cola adalah mesin uang kas yang sangat undervalued. P/E hanya 4 kali, menunjukkan pasar sangat konservatif. Tapi kekuatan merek dan arus kas Coke adalah kekal. Dividen 3% terlihat tidak tinggi, tetapi dengan pembelian kembali saham, total pengembalian cukup besar.
7. Raja Snack: PepsiCo (PEP)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1965 (Amerika)
Keunikan: penggerak ganda minuman dan makanan (bukan cuma cola)
Anak perusahaan: Frito-Lay (keripik), Gatorade, Tropicana, dll
Sorotan data:
Harga saat ini: 142.64 USD
P/E: 20.91 kali
Rasio dividen: 3.70%
Kapitalisasi pasar: 195.70B USD
Pepsi lebih “makanan” dibanding Coke. Keripik dan biskuit bermargin tinggi menopang laporan keuangan. Diversifikasi ini membuatnya lebih tahan terhadap siklus ekonomi. Dividen meningkat setiap tahun, benar-benar “bangsawan dividen”.
8. Perusahaan Konsumsi dan Makanan: Unilever (UL)
Gambaran singkat fundamental:
Didirikan: 1930 (penggabungan Inggris dan Belanda)
Bisnis: campuran makanan dan produk perawatan
Cakupan: lebih dari 190 negara
Sorotan data:
Harga saat ini: 55.13 USD
P/E: 21.56 kali
Rasio dividen: 3.29%
Kapitalisasi pasar: 139.56B USD
Unilever adalah logika lain. Tidak hanya menjual makanan (Knorr, Hellmann’s), tetapi juga produk perawatan (Dove, Lux). Kombinasi ini membuatnya tetap hidup di tengah fluktuasi ekonomi—bahkan saat konsumsi menurun, barang kebutuhan tetap stabil.
Tren penting yang tidak boleh diabaikan: saham makanan sehat
Pada 2025, “sehatkan pola makan” akan menjadi tren besar. 8 perusahaan ini memanfaatkan peluang ini:
Kode
Perusahaan
Produk Inti
Alasan Pertumbuhan
BYND
Beyond Meat
Protein nabati
Gelombang generasi Z + tren vegetarian
OTLY
Oatly
Susu oat
Intoleransi laktosa + ramah lingkungan
TTCF
Tattooed Chef
Salad beku
Makanan sehat + praktis
HAIN
Hain Celestial
Makanan organik
Premiumisasi organik
DANOY
Danone
Yogurt + susu nabati
Probiotik + pengganti produk susu
NOMD
Nomad Foods
Seafood beku
Frozen premium
SFM
Sprouts Farmers
Supermarket organik
Penguatan kanal distribusi
INGR
Ingredion
Bahan makanan
Stabilitas B2B
Kesamaan saham ini: Mengambil peluang dari tren konsumsi yang meningkat.
Kenapa harus memilih saham makanan lagi di 2025?
1. Ketahanan resesi — Saat ekonomi buruk, orang tetap makan, saham makanan biasanya turun kecil dan cepat pulih
2. Dividen stabil — Perusahaan makanan punya arus kas bagus, janji dividen biasanya ditepati
3. Bonus ekspor — Permintaan pangan global meningkat setiap tahun, saham ekspor makanan menarik
4. Tren kesehatan — Protein nabati, organik, rendah lemak jadi konsumsi baru, peluang merek baru banyak
5. Keunggulan geografis — Thailand adalah “dapur dunia”, perusahaan makanan yang berorientasi ekspor sangat layak diperhatikan
Bagaimana cara membelinya? Tiga metode perbandingan
Metode
Keunggulan
Kekurangan
Beli saham langsung
Dividen, hak suara, kepemilikan nyata
Perlu buka rekening, riset banyak
Reksa dana/ETF
Diversifikasi risiko, praktis
Biaya tinggi, hasil terbatas
CFD/produk derivatif
Leverage tinggi, bisa short
Risiko besar, harus selalu monitor
Saran untuk pemula: 50% beli saham langsung + 30% reksa dana + 20% CFD. Risiko terkendali, hasil seimbang.
Kata terakhir
Saham makanan mungkin tidak keren, tapi sangat menguntungkan. Pada 2025, dunia tetap akan makan, dan perusahaan-perusahaan ini akan terus menghasilkan uang.
Bagaimana memilih 8 saham makanan?
Untuk stabilitas kas: CPF, TU, NESN
Untuk pertumbuhan: ASIAN, BYND, OTLY
Untuk eksposur global: KO, PEP, UL
Gabungan dari 3+3+2 ini mencakup semua logika investasi makanan.
Ingat: Di pasar saham, saham yang stabil makanannya, biasanya yang bertahan paling lama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 saham makanan yang wajib diakui pada tahun 2025: Dari raksasa Thailand hingga pemimpin global, satu artikel untuk memahami
Mengapa saham makanan layak diperhatikan? Singkatnya: Manusia harus makan. Inilah parit perlindungan perusahaan makanan.
Tidak peduli ekonomi baik atau buruk, konsumen tetap makan. Saham semacam ini tahan siklus, dividen stabil, dan juga terkait dengan tren (protein nabati, makanan sehat). Ingin portofolio yang stabil dan menang? Saham makanan pasti harus ada.
Empat raksasa saham makanan Thailand
1. Kekaisaran Daging: เจริญโภคภัณฑ์อาหาร (CPF)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
CPF tidak hanya beternak ayam dan babi, tetapi menyediakan layanan lengkap. Mengendalikan biaya dari sumber hingga penjualan global—model ini membuatnya tetap hidup di era inflasi makanan. Pada 2025, permintaan protein global akan semakin tinggi.
2. Raja Ekspor Seafood: ไทยยูเนี่ยน (TU)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
Kunci TU adalah rasio dividen. 4.5% hasil kas yang jarang ditemui di pasar saham. Seafood adalah kebutuhan pokok, permintaan di pasar baru meningkat setiap tahun. Brand seperti Seafood, TUNY sudah terkenal internasional.
3. Raja Udang Beku: เอเชียน ซี (ASIAN)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
Ini adalah saham pertumbuhan dengan kapitalisasi kecil. P/E hanya 7.8, rasio dividen 9%—sinyal undervalued. Udang beku dari Asia Tenggara sangat laris global, ruang pertumbuhan ASIAN masih besar.
4. Kekaisaran Restoran: ไมเนอร์ ฟู้ด (MINT)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
Cerita MINT adalah integrasi merek. Dari pizza lokal ke burger dan es krim internasional—ini ekspansi horizontal. Setelah pandemi, kebangkitan industri makanan adalah tren besar.
Empat raksasa industri makanan global
5. Perusahaan Berusia Seratus Tahun: Nestlé (NESN)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
Nestlé adalah “saham di antara saham” di industri makanan. Produk tersebar di 190 negara, Nescafé dan KitKat adalah barang sehari-hari. Skala ini memberikan stabilitas—bahkan saat resesi ekonomi, konsumsi kopi dan cokelat tidak berhenti.
6. Raja Minuman Berkarbonasi: The Coca-Cola Company (KO)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
Coca-Cola adalah mesin uang kas yang sangat undervalued. P/E hanya 4 kali, menunjukkan pasar sangat konservatif. Tapi kekuatan merek dan arus kas Coke adalah kekal. Dividen 3% terlihat tidak tinggi, tetapi dengan pembelian kembali saham, total pengembalian cukup besar.
7. Raja Snack: PepsiCo (PEP)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
Pepsi lebih “makanan” dibanding Coke. Keripik dan biskuit bermargin tinggi menopang laporan keuangan. Diversifikasi ini membuatnya lebih tahan terhadap siklus ekonomi. Dividen meningkat setiap tahun, benar-benar “bangsawan dividen”.
8. Perusahaan Konsumsi dan Makanan: Unilever (UL)
Gambaran singkat fundamental:
Sorotan data:
Unilever adalah logika lain. Tidak hanya menjual makanan (Knorr, Hellmann’s), tetapi juga produk perawatan (Dove, Lux). Kombinasi ini membuatnya tetap hidup di tengah fluktuasi ekonomi—bahkan saat konsumsi menurun, barang kebutuhan tetap stabil.
Tren penting yang tidak boleh diabaikan: saham makanan sehat
Pada 2025, “sehatkan pola makan” akan menjadi tren besar. 8 perusahaan ini memanfaatkan peluang ini:
Kesamaan saham ini: Mengambil peluang dari tren konsumsi yang meningkat.
Kenapa harus memilih saham makanan lagi di 2025?
1. Ketahanan resesi — Saat ekonomi buruk, orang tetap makan, saham makanan biasanya turun kecil dan cepat pulih
2. Dividen stabil — Perusahaan makanan punya arus kas bagus, janji dividen biasanya ditepati
3. Bonus ekspor — Permintaan pangan global meningkat setiap tahun, saham ekspor makanan menarik
4. Tren kesehatan — Protein nabati, organik, rendah lemak jadi konsumsi baru, peluang merek baru banyak
5. Keunggulan geografis — Thailand adalah “dapur dunia”, perusahaan makanan yang berorientasi ekspor sangat layak diperhatikan
Bagaimana cara membelinya? Tiga metode perbandingan
Saran untuk pemula: 50% beli saham langsung + 30% reksa dana + 20% CFD. Risiko terkendali, hasil seimbang.
Kata terakhir
Saham makanan mungkin tidak keren, tapi sangat menguntungkan. Pada 2025, dunia tetap akan makan, dan perusahaan-perusahaan ini akan terus menghasilkan uang.
Bagaimana memilih 8 saham makanan?
Gabungan dari 3+3+2 ini mencakup semua logika investasi makanan.
Ingat: Di pasar saham, saham yang stabil makanannya, biasanya yang bertahan paling lama.