#预测市场 Melihat data kinerja pasar prediksi dalam prediksi inflasi, saya teringat akan sebuah topik yang sangat penting.
Dalam 25 bulan terakhir, rata-rata kesalahan pasar prediksi 40% lebih rendah dari prediksi konsensus Wall Street, bahkan dalam periode fluktuasi ekonomi yang ekstrem bisa melebihi 67%. Data ini tidak menunjukkan kemampuan prediksi yang ajaib, melainkan kekuatan "kebijaksanaan kolektif"—ketika banyak trader membuat keputusan berdasarkan insentif ekonomi nyata, penilaian kolektif mereka seringkali lebih tajam daripada seorang ahli tunggal.
Namun yang ingin saya ingatkan di sini adalah, prediksi yang seakurat apapun hanyalah sebagai referensi, dan tidak boleh menjadi satu-satunya dasar dalam pengelolaan aset kita. Pasar prediksi dapat membantu kita memahami apa yang sedang dipikirkan pasar, tetapi pasar itu sendiri bersifat fluktuatif dan kompleks. Pendekatan yang benar-benar bijaksana adalah:
Pertama, menjaga mindset jangka panjang, jangan biarkan fluktuasi prediksi jangka pendek mempengaruhi ritme pengelolaan aset kita; kedua, lakukan manajemen posisi yang baik, bahkan jika prediksi sangat akurat, tetap sisakan ruang untuk melakukan kesalahan; ketiga, gunakan prediksi sebagai "alat referensi" bukan "alat pengambilan keputusan", dan sesuaikan dengan kemampuan risiko pribadi.
Keamanan selalu lebih penting daripada ketepatan. Di era ketidakpastian ini, belajar beradaptasi dengan ketidakpastian jauh lebih berharga daripada mengejar prediksi yang sempurna.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#预测市场 Melihat data kinerja pasar prediksi dalam prediksi inflasi, saya teringat akan sebuah topik yang sangat penting.
Dalam 25 bulan terakhir, rata-rata kesalahan pasar prediksi 40% lebih rendah dari prediksi konsensus Wall Street, bahkan dalam periode fluktuasi ekonomi yang ekstrem bisa melebihi 67%. Data ini tidak menunjukkan kemampuan prediksi yang ajaib, melainkan kekuatan "kebijaksanaan kolektif"—ketika banyak trader membuat keputusan berdasarkan insentif ekonomi nyata, penilaian kolektif mereka seringkali lebih tajam daripada seorang ahli tunggal.
Namun yang ingin saya ingatkan di sini adalah, prediksi yang seakurat apapun hanyalah sebagai referensi, dan tidak boleh menjadi satu-satunya dasar dalam pengelolaan aset kita. Pasar prediksi dapat membantu kita memahami apa yang sedang dipikirkan pasar, tetapi pasar itu sendiri bersifat fluktuatif dan kompleks. Pendekatan yang benar-benar bijaksana adalah:
Pertama, menjaga mindset jangka panjang, jangan biarkan fluktuasi prediksi jangka pendek mempengaruhi ritme pengelolaan aset kita; kedua, lakukan manajemen posisi yang baik, bahkan jika prediksi sangat akurat, tetap sisakan ruang untuk melakukan kesalahan; ketiga, gunakan prediksi sebagai "alat referensi" bukan "alat pengambilan keputusan", dan sesuaikan dengan kemampuan risiko pribadi.
Keamanan selalu lebih penting daripada ketepatan. Di era ketidakpastian ini, belajar beradaptasi dengan ketidakpastian jauh lebih berharga daripada mengejar prediksi yang sempurna.