Belakangan ini ada platform sosial bebas yang membuat gebrakan, langsung meluncurkan fitur pemberian hadiah Bitcoin. Logikanya sebenarnya cukup jelas—pengguna bisa memberi hadiah kepada kreator dengan BTC, dan ini berjalan melalui dompet non-penitipan MoonPay, sehingga dana sepenuhnya melewati pihak ketiga.
Apa daya tarik dari solusi ini? Pertama, soal desentralisasi memang benar. Kreator bisa langsung menerima Bitcoin, tanpa khawatir potongan dari perantara, dan pengguna juga menghemat biaya transaksi. Kedua, integrasi USDT membuat transaksi lebih stabil dan terkendali—bagaimanapun juga, fluktuasi harga Bitcoin sangat besar, jika menggunakan jumlah hadiah dalam BTC, bisa saja nilainya melonjak beberapa poin dalam sekejap. Menggunakan stablecoin justru lebih praktis.
Namun, ada sisi lain yang perlu dibahas. Dompet non-penitipan memang aman, tapi pengelolaan kunci pribadi sangat sulit bagi pemula. Jika hilang, tidak ada yang bisa membantu mengembalikannya. Selain itu, fluktuasi harga Bitcoin sendiri juga menjadi masalah; saat memberi hadiah terlihat 100 rupiah, saat settle bisa berubah menjadi 120 rupiah, sehingga pengalaman pengguna bisa terganggu.
Yang menarik, reaksi pasar cukup hangat. Harga sahamnya mengalami kenaikan cukup besar, menunjukkan bahwa investor cukup optimis terhadap kombinasi "kripto + sosial". Apakah arah ini benar-benar akan populer, tergantung pada data penggunaan yang nyata.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
degenonymous
· 14jam yang lalu
Satu lagi hal yang "revolusioner", mari kita lihat berapa banyak orang yang benar-benar akan menggunakannya.
Lihat AsliBalas0
TestnetScholar
· 01-07 21:53
Dompet non-custodial terlalu rumit bagi pemula, benar-benar mudah mengalami masalah
Lihat AsliBalas0
StakeOrRegret
· 01-07 21:52
Dompet non-custodial terdengar keren, tetapi kebanyakan orang sama sekali tidak mampu mengelola kunci pribadi, inilah yang menjadi kelemahan utama
Lihat AsliBalas0
StakeWhisperer
· 01-07 21:48
Kunci pribadi hilang memang tidak ada harapan, hal ini memang benar-benar membuat pemula mundur.
Lihat AsliBalas0
SatoshiSherpa
· 01-07 21:48
Ini lagi-lagi fitur yang "revolusioner", tapi apakah benar-benar perlu dompet non-penitipan untuk memberi penghargaan, rasanya agak terlalu dirancang berlebihan.
Lihat AsliBalas0
RumbleValidator
· 01-07 21:41
Dompet non-custodial, tingkat kehilangan kunci pribadi akan langsung menurunkan retensi nyata, biaya edukasi pemula terlalu tinggi, data akan sangat sulit dipahami.
Belakangan ini ada platform sosial bebas yang membuat gebrakan, langsung meluncurkan fitur pemberian hadiah Bitcoin. Logikanya sebenarnya cukup jelas—pengguna bisa memberi hadiah kepada kreator dengan BTC, dan ini berjalan melalui dompet non-penitipan MoonPay, sehingga dana sepenuhnya melewati pihak ketiga.
Apa daya tarik dari solusi ini? Pertama, soal desentralisasi memang benar. Kreator bisa langsung menerima Bitcoin, tanpa khawatir potongan dari perantara, dan pengguna juga menghemat biaya transaksi. Kedua, integrasi USDT membuat transaksi lebih stabil dan terkendali—bagaimanapun juga, fluktuasi harga Bitcoin sangat besar, jika menggunakan jumlah hadiah dalam BTC, bisa saja nilainya melonjak beberapa poin dalam sekejap. Menggunakan stablecoin justru lebih praktis.
Namun, ada sisi lain yang perlu dibahas. Dompet non-penitipan memang aman, tapi pengelolaan kunci pribadi sangat sulit bagi pemula. Jika hilang, tidak ada yang bisa membantu mengembalikannya. Selain itu, fluktuasi harga Bitcoin sendiri juga menjadi masalah; saat memberi hadiah terlihat 100 rupiah, saat settle bisa berubah menjadi 120 rupiah, sehingga pengalaman pengguna bisa terganggu.
Yang menarik, reaksi pasar cukup hangat. Harga sahamnya mengalami kenaikan cukup besar, menunjukkan bahwa investor cukup optimis terhadap kombinasi "kripto + sosial". Apakah arah ini benar-benar akan populer, tergantung pada data penggunaan yang nyata.