Banyak orang mengaku paham tentang stop loss, tapi kenyataannya sulit untuk melakukannya.
Yang benar-benar menyangkut kebanyakan orang bukanlah teknik yang rumit, melainkan rasa keberatan untuk melepaskan. Padahal mereka tahu harus keluar, tapi dalam hati terus berdebat—tak mau rugi sedikit pun, dan enggan mengakui bahwa mereka salah arah, terus berpikir "tunggu saja, mungkin akan rebound."
Lalu apa yang terjadi? Kerugian kecil berubah menjadi besar, dan dalam satu gelombang langsung tersingkir dari pasar. Kamu mengira itu disebut ketekunan, padahal sebenarnya itu adalah keserakahan yang membuang-buang waktu.
Saat saya masuk pasar pun begitu. Begadang memantau chart, tangan gatal ingin bertransaksi terus, akun semakin menipis, yang dulu hancur bukan hanya akun, tapi juga mental. Kemudian saya menyimpulkan satu kebenaran: yang bisa bertahan paling lama di pasar ini bukanlah mereka yang paling "rajin", melainkan mereka yang paling sabar dan paling sedikit bergerak.
Makanya saya buat aturan mati untuk diri sendiri: tanpa sinyal dengan probabilitas tinggi yang benar-benar jelas, tangan tidak boleh menyentuhnya. Mengabaikan peluang? Itu justru yang mematikan.
Dari pengalaman pahit dan berharga yang saya dapatkan dengan uang asli, saya bagikan kepada teman-teman yang ingin bertahan lebih lama:
**Pertama, berhenti saat tidak mengerti.** Menyimpan posisi kosong mungkin adalah strategi yang paling diremehkan di pasar ini. Mental yang baik dan tidak terganggu oleh floating loss, itu sangat berharga.
**Kedua, jangan pernah bertindak berdasarkan intuisi semata.** Gantikan dengan aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk menggantikan penilaian emosional yang cepat berlalu.
**Ketiga, stop loss harus sudah ditetapkan sebelum masuk posisi.** Ini bukan asuransi, ini adalah penyelamat nyawa.
**Keempat, jangan terlalu fokus pada timeframe kecil.** Mereka paling mudah memicu impuls untuk sering bertransaksi, dan itu adalah awal dari penipisan akun.
Intinya cuma satu: jika harus keluar, keluarlah. Melindungi nilai modal jauh lebih penting daripada menjaga muka. Pasar tidak akan pernah lembut padamu hanya karena hatimu lembek.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SeasonedInvestor
· 15jam yang lalu
Benar sekali, hanya bicara tanpa bertindak itu tidak cukup, saya sudah pernah rugi karena itu.
Lihat AsliBalas0
MercilessHalal
· 01-08 02:52
Itu benar sekali, stop loss ini memang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Saya juga pernah mengalaminya, tahu seharusnya memotong kerugian, tapi tidak rela menekan tombol itu, akhirnya terjebak dan tidak bisa keluar.
Lihat AsliBalas0
nft_widow
· 01-08 02:52
Benar, berbicara tentang stop loss memang mudah, tapi kenyataannya saya belum melakukan apa-apa. Saya adalah tipe orang yang tahu harus keluar tapi tetap bertaruh pada rebound, bodoh banget.
Manusia ini, dalam trading, adalah penyakit mematikan.
Lihat AsliBalas0
StopLossMaster
· 01-08 02:40
Benar, rasa ingin menyentuh adalah penyakit mematikan.
Kelemahan manusia, teman-teman, aku juga belajar dari pengalaman jatuh ke lubang.
Menunggu tanpa posisi bukan berarti menyerah, itu menunggu suara tembakan.
Kalau tidak ada sinyal, jangan bergerak, ini adalah pelajaran yang aku pelajari dari banyak kali mengalami limit down.
Melihat grafik jangka kecil terlalu lama bisa membuat otak terbakar, benar-benar.
Set stop loss dengan baik dan jangan menyesal, jika menyesal maka pasti akan mati.
Keserakahan merugikan orang, aku telah melihat terlalu banyak akun hilang karena tidak rela kehilangan sedikit kerugian itu.
Singkatnya, ini adalah permainan mental, teknik hanyalah permukaan saja.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunter9000
· 01-08 02:34
Benar-benar, terlalu banyak orang yang pernah mendengar tentang stop loss, tetapi akhirnya tetap keluar karena terpaksa, kelembutan tangan adalah penyakit mematikan.
Kalau tidak paham, tutup posisi saja, saya sekarang sangat merasakan hal ini, jauh lebih nyaman daripada sering melakukan operasi yang membuat akun meledak.
Saya sangat mengerti tentang kerugian kecil yang berkembang menjadi kerugian besar, akhirnya saya menyadari bahwa orang yang hidup lama bukanlah orang yang rajin, melainkan orang yang bisa duduk diam.
Sederhananya, ini adalah keserakahan yang berperan, pasar tidak akan baik kepada Anda hanya karena Anda tidak mau melepaskan.
Stop loss terlihat sederhana, tetapi dalam pelaksanaannya benar-benar menguji sifat manusia.
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrier
· 01-08 02:34
Membuat hati sakit, saya adalah orang yang tetap bertahan meskipun tidak bisa melihat dengan jelas, sekarang akun langsung gg.
Banyak orang mengaku paham tentang stop loss, tapi kenyataannya sulit untuk melakukannya.
Yang benar-benar menyangkut kebanyakan orang bukanlah teknik yang rumit, melainkan rasa keberatan untuk melepaskan. Padahal mereka tahu harus keluar, tapi dalam hati terus berdebat—tak mau rugi sedikit pun, dan enggan mengakui bahwa mereka salah arah, terus berpikir "tunggu saja, mungkin akan rebound."
Lalu apa yang terjadi? Kerugian kecil berubah menjadi besar, dan dalam satu gelombang langsung tersingkir dari pasar. Kamu mengira itu disebut ketekunan, padahal sebenarnya itu adalah keserakahan yang membuang-buang waktu.
Saat saya masuk pasar pun begitu. Begadang memantau chart, tangan gatal ingin bertransaksi terus, akun semakin menipis, yang dulu hancur bukan hanya akun, tapi juga mental. Kemudian saya menyimpulkan satu kebenaran: yang bisa bertahan paling lama di pasar ini bukanlah mereka yang paling "rajin", melainkan mereka yang paling sabar dan paling sedikit bergerak.
Makanya saya buat aturan mati untuk diri sendiri: tanpa sinyal dengan probabilitas tinggi yang benar-benar jelas, tangan tidak boleh menyentuhnya. Mengabaikan peluang? Itu justru yang mematikan.
Dari pengalaman pahit dan berharga yang saya dapatkan dengan uang asli, saya bagikan kepada teman-teman yang ingin bertahan lebih lama:
**Pertama, berhenti saat tidak mengerti.** Menyimpan posisi kosong mungkin adalah strategi yang paling diremehkan di pasar ini. Mental yang baik dan tidak terganggu oleh floating loss, itu sangat berharga.
**Kedua, jangan pernah bertindak berdasarkan intuisi semata.** Gantikan dengan aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk menggantikan penilaian emosional yang cepat berlalu.
**Ketiga, stop loss harus sudah ditetapkan sebelum masuk posisi.** Ini bukan asuransi, ini adalah penyelamat nyawa.
**Keempat, jangan terlalu fokus pada timeframe kecil.** Mereka paling mudah memicu impuls untuk sering bertransaksi, dan itu adalah awal dari penipisan akun.
Intinya cuma satu: jika harus keluar, keluarlah. Melindungi nilai modal jauh lebih penting daripada menjaga muka. Pasar tidak akan pernah lembut padamu hanya karena hatimu lembek.