Saya telah mengikuti infrastruktur Web3 selama beberapa waktu, dan penyimpanan terdesentralisasi selalu menjadi bidang utama yang saya teliti. Bagaimanapun juga, data adalah fondasi utama dari semua aplikasi.
Namun kenyataannya—proyek penyimpanan yang pernah saya temui sebelumnya, umumnya terjebak pada dua masalah. Entah biayanya terlalu mahal sehingga pengguna dan proyek kecil tidak mampu menggunakannya; atau jika mengejar kecepatan dan ketersediaan, harus mengorbankan keamanan. Setelah saya teliti, saya merasa seolah-olah ada satu hal yang kurang, belum benar-benar menemukan titik keseimbangan.
Hingga akhirnya saya mempelajari secara mendalam sebuah protokol penyimpanan baru, mengurai arsitektur teknis dan model ekonominya secara menyeluruh. Baru saya mengerti—kunci dari penyimpanan terdesentralisasi bukanlah soal apakah bisa dibuat, tetapi apakah bisa dibuat murah dan praktis.
Yang paling menginspirasi saya adalah teknologi Red Stuff erasure coding-nya. Banyak proyek penyimpanan terdesentralisasi demi menjamin keamanan, biasanya menetapkan faktor replikasi di atas 10 kali. Dengan begitu, biaya penyimpanan langsung menjadi beberapa kali lipat dari layanan cloud terpusat, sehingga sama sekali tidak kompetitif.
Namun, proyek ini memiliki pendekatan berbeda—ia tidak sekadar menumpuk salinan data secara kasar, melainkan menggunakan metode yang lebih cerdas. Membagi data menjadi shard utama dan cadangan, lalu menyebarkannya ke seluruh node jaringan. Faktor replikasi langsung ditekan menjadi 4-5 kali, sehingga biaya hampir setara dengan solusi terpusat. Yang penting, metode ini tidak mengorbankan keamanan; bahkan jika dua pertiga node mengalami gangguan, sisa shard tetap bisa memulihkan integritas data dengan cepat.
Inilah yang saya sebut penyimpanan terdesentralisasi yang benar-benar dapat direalisasikan—bukan dengan biaya tinggi untuk mendapatkan nuansa desentralisasi, tetapi dengan desain teknologi yang lebih canggih untuk menyatukan biaya dan keamanan. Setelah biaya turun, aplikasi skala besar benar-benar memiliki harapan untuk terwujud.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saya telah mengikuti infrastruktur Web3 selama beberapa waktu, dan penyimpanan terdesentralisasi selalu menjadi bidang utama yang saya teliti. Bagaimanapun juga, data adalah fondasi utama dari semua aplikasi.
Namun kenyataannya—proyek penyimpanan yang pernah saya temui sebelumnya, umumnya terjebak pada dua masalah. Entah biayanya terlalu mahal sehingga pengguna dan proyek kecil tidak mampu menggunakannya; atau jika mengejar kecepatan dan ketersediaan, harus mengorbankan keamanan. Setelah saya teliti, saya merasa seolah-olah ada satu hal yang kurang, belum benar-benar menemukan titik keseimbangan.
Hingga akhirnya saya mempelajari secara mendalam sebuah protokol penyimpanan baru, mengurai arsitektur teknis dan model ekonominya secara menyeluruh. Baru saya mengerti—kunci dari penyimpanan terdesentralisasi bukanlah soal apakah bisa dibuat, tetapi apakah bisa dibuat murah dan praktis.
Yang paling menginspirasi saya adalah teknologi Red Stuff erasure coding-nya. Banyak proyek penyimpanan terdesentralisasi demi menjamin keamanan, biasanya menetapkan faktor replikasi di atas 10 kali. Dengan begitu, biaya penyimpanan langsung menjadi beberapa kali lipat dari layanan cloud terpusat, sehingga sama sekali tidak kompetitif.
Namun, proyek ini memiliki pendekatan berbeda—ia tidak sekadar menumpuk salinan data secara kasar, melainkan menggunakan metode yang lebih cerdas. Membagi data menjadi shard utama dan cadangan, lalu menyebarkannya ke seluruh node jaringan. Faktor replikasi langsung ditekan menjadi 4-5 kali, sehingga biaya hampir setara dengan solusi terpusat. Yang penting, metode ini tidak mengorbankan keamanan; bahkan jika dua pertiga node mengalami gangguan, sisa shard tetap bisa memulihkan integritas data dengan cepat.
Inilah yang saya sebut penyimpanan terdesentralisasi yang benar-benar dapat direalisasikan—bukan dengan biaya tinggi untuk mendapatkan nuansa desentralisasi, tetapi dengan desain teknologi yang lebih canggih untuk menyatukan biaya dan keamanan. Setelah biaya turun, aplikasi skala besar benar-benar memiliki harapan untuk terwujud.