Tidak bisa melihat dengan jelas kondisi pasar lalu memaksakan diri untuk membuka posisi, ini sama seperti mengemudi dalam kabut tebal—terlihat berani, padahal sebenarnya seperti bermain roulette. Bahkan sinyal candlestick pun belum jelas sudah buru-buru masuk pasar? Itu seperti berjalan buta, sama sekali tidak ada peta, hanya mengandalkan keberuntungan dari langit.
Tapi yang paling berbahaya adalah tidak adanya titik stop loss. Ini seperti terjun payung tanpa parasut—kamu bahkan tidak punya opsi cadangan, bagaimana bisa bertahan?
Melihat kembali catatan transaksi tahun ini, statistik open-close saya menunjukkan bahwa proporsi keuntungan sebenarnya hanya sekitar 52%. Tapi di mana letak kuncinya? Terletak pada pengaturan stop loss yang cukup ketat, menahan kerugian saat rugi, dan membiarkan profit berjalan saat waktunya. Pendekatan untuk trading jangka pendek dan tren jangka panjang benar-benar berbeda.
"Kalau tidak paham jangan sentuh" terdengar mudah, tapi praktiknya sangat sulit. Pasar setiap hari menggoda, FOMO ini muncul, rasionalitas bisa langsung hancur dalam sekejap. Tapi jujur saja, bertahan di pasar ini sendiri sudah merupakan kemenangan besar. Prinsip-prinsip trading ini sebenarnya adalah sebuah buku panduan bertahan hidup, membantu kamu bertahan lebih lama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LiquidatedAgain
· 01-14 08:15
Saya yang paling berhak bicara karena selalu dilikuidasi lagi—persentase kemenangan 52% mungkin tidak banyak terdengar, tetapi benar-benar bertahan hidup berarti menang
Harga likuidasi yang dipatok sangat ketat adalah satu-satunya jalan, tidak salah lagi
Lihat AsliBalas0
MeltdownSurvivalist
· 01-14 08:11
52% tingkat kemenangan masih bisa bertahan hidup? Itu menunjukkan bahwa stop loss benar-benar menyelamatkan nyawa, FOMO membunuh tanpa berkedip
Lihat AsliBalas0
FloorPriceWatcher
· 01-13 00:32
52% tingkat kemenangan masih bisa menghasilkan uang, ini baru keahlian sejati
Benar-benar bukan hanya soal memahami, kunci utamanya adalah tetap hidup
Momen FOMO adalah saat paling mudah membuat orang kehilangan segalanya
Lihat AsliBalas0
DegenDreamer
· 01-11 08:52
52% kemenangan masih bisa menghasilkan uang, menunjukkan bahwa memang seni dari stop loss dan take profit.
Lihat AsliBalas0
unrekt.eth
· 01-11 08:52
Mengatur stop loss bukanlah hal kecil, saya telah melihat terlalu banyak orang yang langsung mengalami margin call karena tidak mengaturnya dengan baik
Lihat AsliBalas0
ChainDoctor
· 01-11 08:29
Hmm, kata-kata ini benar-benar tepat sasaran, 52% tingkat kemenangan masih bisa bertahan hingga hari ini, berkat penerapan stop loss yang ketat, yang lainnya hanyalah omong kosong
Lihat AsliBalas0
GateUser-2fce706c
· 01-11 08:28
Saya sudah bilang sebelumnya, tren pasar kali ini adalah ujian siapa yang bisa bertahan paling lama. Saya telah melihat banyak orang mencapai tingkat kemenangan 52%, tetapi yang benar-benar menghasilkan uang, tanpa terkecuali, adalah mereka yang memotong kerugian paling keras. Mereka yang masih membuka posisi tanpa perlindungan, suatu saat pasti akan membayar utang.
Tidak bisa melihat dengan jelas kondisi pasar lalu memaksakan diri untuk membuka posisi, ini sama seperti mengemudi dalam kabut tebal—terlihat berani, padahal sebenarnya seperti bermain roulette. Bahkan sinyal candlestick pun belum jelas sudah buru-buru masuk pasar? Itu seperti berjalan buta, sama sekali tidak ada peta, hanya mengandalkan keberuntungan dari langit.
Tapi yang paling berbahaya adalah tidak adanya titik stop loss. Ini seperti terjun payung tanpa parasut—kamu bahkan tidak punya opsi cadangan, bagaimana bisa bertahan?
Melihat kembali catatan transaksi tahun ini, statistik open-close saya menunjukkan bahwa proporsi keuntungan sebenarnya hanya sekitar 52%. Tapi di mana letak kuncinya? Terletak pada pengaturan stop loss yang cukup ketat, menahan kerugian saat rugi, dan membiarkan profit berjalan saat waktunya. Pendekatan untuk trading jangka pendek dan tren jangka panjang benar-benar berbeda.
"Kalau tidak paham jangan sentuh" terdengar mudah, tapi praktiknya sangat sulit. Pasar setiap hari menggoda, FOMO ini muncul, rasionalitas bisa langsung hancur dalam sekejap. Tapi jujur saja, bertahan di pasar ini sendiri sudah merupakan kemenangan besar. Prinsip-prinsip trading ini sebenarnya adalah sebuah buku panduan bertahan hidup, membantu kamu bertahan lebih lama.