Menilai apakah seorang pemuda memiliki potensi, saya punya sudut pengamatan yang sangat sederhana: lihat bagaimana dia “menggunakan” AI. 🔍
Saat ini banyak orang di pasar yang menganggap AI sebagai alat ramalan nasib, mainan obrolan, bahkan “kolam permohonan” — bertanya tentang keberuntungan, mendapatkan jawaban, lalu selesai. Tapi jika kamu melihat seseorang yang setiap hari mengajukan tiga puluh hingga lima puluh pertanyaan yang terstruktur, berhubungan konteks, dan berurutan, orang ini kemungkinan besar tidak biasa.
Mengapa? Di balik itu tersembunyi sebuah pemikiran kunci: aktif menjelajah informasi, bukan pasif menerima jawaban.
Pasar investasi juga sama. Kebanyakan orang melihat berita seperti “diberi ke mulut” — scrolling trending, mendengarkan rumor trading, mengikuti tren beli jual, hasilnya sering menjadi “bawang merah” yang dikumpulkan oleh emosi. Sedangkan orang yang benar-benar mampu menemukan alpha, mereka menggunakan kerangka kerja untuk aktif bertanya:
• Apakah koreksi besar Bitcoin ini disebabkan oleh masalah makroekonomi, atau pengaruh industri crypto?
• Aliran dana ETF di AS melambat, apakah karena masalah likuiditas di AS, atau karena mengambil keuntungan?
• Jika Federal Reserve hanya menurunkan suku bunga sekali tahun ini, apakah logika saham pertumbuhan akan berubah?
Terus bertanya adalah terus membangun “model” dalam pikiran — dan semakin akurat modelnya, semakin besar “hak penetapan harga” kamu terhadap dunia.
Jadi, jangan cuma lihat grafik lilin atau bagan delapan karakter. Lebih baik lihat diri sendiri hari ini, apakah kamu sedang menambang dengan AI, atau membiarkannya membantu “mimpi”.
Orang yang terus bertanya, sudah mengumpulkan bunga majemuk di tingkat kognitif. #bnb #金铲铲
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Menilai apakah seorang pemuda memiliki potensi, saya punya sudut pengamatan yang sangat sederhana: lihat bagaimana dia “menggunakan” AI. 🔍
Saat ini banyak orang di pasar yang menganggap AI sebagai alat ramalan nasib, mainan obrolan, bahkan “kolam permohonan” — bertanya tentang keberuntungan, mendapatkan jawaban, lalu selesai. Tapi jika kamu melihat seseorang yang setiap hari mengajukan tiga puluh hingga lima puluh pertanyaan yang terstruktur, berhubungan konteks, dan berurutan, orang ini kemungkinan besar tidak biasa.
Mengapa? Di balik itu tersembunyi sebuah pemikiran kunci: aktif menjelajah informasi, bukan pasif menerima jawaban.
Pasar investasi juga sama. Kebanyakan orang melihat berita seperti “diberi ke mulut” — scrolling trending, mendengarkan rumor trading, mengikuti tren beli jual, hasilnya sering menjadi “bawang merah” yang dikumpulkan oleh emosi. Sedangkan orang yang benar-benar mampu menemukan alpha, mereka menggunakan kerangka kerja untuk aktif bertanya:
• Apakah koreksi besar Bitcoin ini disebabkan oleh masalah makroekonomi, atau pengaruh industri crypto?
• Aliran dana ETF di AS melambat, apakah karena masalah likuiditas di AS, atau karena mengambil keuntungan?
• Jika Federal Reserve hanya menurunkan suku bunga sekali tahun ini, apakah logika saham pertumbuhan akan berubah?
Terus bertanya adalah terus membangun “model” dalam pikiran — dan semakin akurat modelnya, semakin besar “hak penetapan harga” kamu terhadap dunia.
Jadi, jangan cuma lihat grafik lilin atau bagan delapan karakter. Lebih baik lihat diri sendiri hari ini, apakah kamu sedang menambang dengan AI, atau membiarkannya membantu “mimpi”.
Orang yang terus bertanya, sudah mengumpulkan bunga majemuk di tingkat kognitif. #bnb #金铲铲