Pasar minyak mengambil langkah penurunan lagi pada hari Rabu, dengan para trader menilai kembali posisi mereka setelah berita tentang kesepakatan bersejarah antara Washington dan Caracas untuk memfasilitasi pengiriman minyak mentah Venezuela senilai sekitar $2 miliar. Premi risiko yang sebelumnya mendukung penilaian minyak mentah mulai terkikis saat pelaku pasar mencerna implikasi dari aliran pasokan yang diperluas ke pelabuhan Amerika.
Pergerakan Harga dan Respons Pasar
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,7 persen menjadi $60,29 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate mundur lebih dari 1 persen menjadi $56,53. Penjualan ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan geopolitik—faktor utama yang secara historis meningkatkan harga minyak mentah di atas tingkat fundamental. Menurut pernyataan pejabat administrasi, antara 30 juta dan 50 juta barel akan dipindahkan ke terminal AS dengan tarif pasar saat ini, dengan aliran pendapatan akan dikelola di bawah pengawasan federal.
Skeptisisme di Kalangan Pelaku Pasar
Meskipun ada retorika bullish seputar kesepakatan pasokan, pengamat industri menyatakan kehati-hatian tentang dampak nyata terhadap keseimbangan minyak global. Pertanyaan utama berkisar pada apakah kilang-kilang Amerika memiliki kapasitas teknis dan sumber daya modal untuk mengembalikan infrastruktur produksi Venezuela ke tingkat output yang secara ekonomi layak. Tanpa peningkatan kapasitas yang berarti, peningkatan pasokan secara teoretis mungkin tidak akan memuaskan secara praktis.
Tekanan Persediaan Menunjukkan Kelemahan Permintaan
Sinyal campuran muncul dari siklus pelaporan terbaru dari American Petroleum Institute. Sementara stok minyak mentah menyusut sebesar 2,8 juta barel selama minggu yang berakhir 2 Januari, cadangan bensin naik 4,4 juta barel dan stok distilat—yang mencakup diesel dan minyak pemanas—bertambah 4,9 juta barel selama periode yang sama. Divergensi antara penarikan minyak mentah dan peningkatan produk menunjukkan permintaan yang lemah terhadap produk olahan, yang menjadi hambatan bagi pemulihan harga dalam waktu dekat.
Konvergensi dari kapasitas ekspor Venezuela yang diperluas, skeptisisme analis terkait kendala infrastruktur, dan tekanan persediaan yang meningkat terhadap produk olahan secara kolektif memperkuat tren penurunan, saat para trader menurunkan asumsi premi risiko di seluruh kompleks energi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Minyak Mentah Menurun Saat Kesepakatan Venezuela Redakan Kekhawatiran Pasokan dan Premi Risiko
Pasar minyak mengambil langkah penurunan lagi pada hari Rabu, dengan para trader menilai kembali posisi mereka setelah berita tentang kesepakatan bersejarah antara Washington dan Caracas untuk memfasilitasi pengiriman minyak mentah Venezuela senilai sekitar $2 miliar. Premi risiko yang sebelumnya mendukung penilaian minyak mentah mulai terkikis saat pelaku pasar mencerna implikasi dari aliran pasokan yang diperluas ke pelabuhan Amerika.
Pergerakan Harga dan Respons Pasar
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,7 persen menjadi $60,29 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate mundur lebih dari 1 persen menjadi $56,53. Penjualan ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan geopolitik—faktor utama yang secara historis meningkatkan harga minyak mentah di atas tingkat fundamental. Menurut pernyataan pejabat administrasi, antara 30 juta dan 50 juta barel akan dipindahkan ke terminal AS dengan tarif pasar saat ini, dengan aliran pendapatan akan dikelola di bawah pengawasan federal.
Skeptisisme di Kalangan Pelaku Pasar
Meskipun ada retorika bullish seputar kesepakatan pasokan, pengamat industri menyatakan kehati-hatian tentang dampak nyata terhadap keseimbangan minyak global. Pertanyaan utama berkisar pada apakah kilang-kilang Amerika memiliki kapasitas teknis dan sumber daya modal untuk mengembalikan infrastruktur produksi Venezuela ke tingkat output yang secara ekonomi layak. Tanpa peningkatan kapasitas yang berarti, peningkatan pasokan secara teoretis mungkin tidak akan memuaskan secara praktis.
Tekanan Persediaan Menunjukkan Kelemahan Permintaan
Sinyal campuran muncul dari siklus pelaporan terbaru dari American Petroleum Institute. Sementara stok minyak mentah menyusut sebesar 2,8 juta barel selama minggu yang berakhir 2 Januari, cadangan bensin naik 4,4 juta barel dan stok distilat—yang mencakup diesel dan minyak pemanas—bertambah 4,9 juta barel selama periode yang sama. Divergensi antara penarikan minyak mentah dan peningkatan produk menunjukkan permintaan yang lemah terhadap produk olahan, yang menjadi hambatan bagi pemulihan harga dalam waktu dekat.
Konvergensi dari kapasitas ekspor Venezuela yang diperluas, skeptisisme analis terkait kendala infrastruktur, dan tekanan persediaan yang meningkat terhadap produk olahan secara kolektif memperkuat tren penurunan, saat para trader menurunkan asumsi premi risiko di seluruh kompleks energi.