BYD Company Limited telah berhasil mencapai target penjualan tahunan untuk tahun 2025, mengukuhkan statusnya sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dan berpotensi mengalahkan Tesla Inc. dalam total pengiriman unit. Menurut data pasar, produsen mobil asal Tiongkok ini mengirimkan 4,6 juta kendaraan sepanjang tahun, menandai peningkatan yang kuat sebesar 7,7% dari tingkat kinerja tahun 2024.
Komposisi penjualan menunjukkan portofolio yang seimbang: sekitar 2,3 juta unit masing-masing dalam kategori kendaraan listrik berbasis baterai dan hybrid plug-in. Pendekatan yang beragam ini menegaskan posisi strategis BYD dalam menghadapi preferensi konsumen yang berkembang pesat di berbagai pasar utama.
Kepemimpinan Pasar di Bawah Tekanan
Sementara BYD mencapai tonggak target penjualan yang mengesankan ini, lanskap yang lebih luas menunjukkan tantangan yang semakin meningkat. Pengiriman kuartal keempat yang diperkirakan oleh Tesla sekitar 440.900 unit mewakili penurunan sebesar 11% dari tahun ke tahun, yang berpotensi menghasilkan pengiriman tahunan sekitar 1,6 juta unit—kontraksi tahunan kedua berturut-turut dari perusahaan tersebut. Perkembangan ini semakin memperkuat posisi unggul BYD dalam sektor EV global.
Namun, pasar otomotif Tiongkok menghadapi tantangan struktural yang signifikan. Pengurangan insentif pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik sedang menekan momentum permintaan. Secara bersamaan, persaingan domestik yang semakin intensif—terutama dari pesaing agresif seperti Geely Automobile Holdings Ltd. dan Xiaomi Corp.—mengubah medan persaingan melalui peluncuran model inovatif dan perluasan portofolio produk.
Prospek Ekspansi Internasional
Ambisi pertumbuhan internasional BYD menghadapi peluang dan hambatan. Perusahaan telah menyusun rencana untuk meningkatkan target penjualan luar negeri menjadi sekitar 1,5-1,6 juta kendaraan selama 2026, mencerminkan kepercayaan diri dalam penetrasi pasar emerging. Namun, meningkatnya hambatan perdagangan dan kebijakan proteksionis di wilayah utama mengancam untuk memperumit strategi ekspansi ini.
Kemampuan perusahaan untuk menavigasi tekanan ganda ini—mengoptimalkan profitabilitas domestik di tengah persaingan yang semakin ketat sambil memperluas operasi internasional—akan menjadi kunci untuk mempertahankan dominasi pasar dan trajektori pertumbuhan jangka panjangnya dalam lanskap EV global yang semakin kompetitif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BYD Melampaui Target Penjualan, Mengukuhkan Posisi sebagai Produsen Kendaraan Listrik Terbesar di Dunia
BYD Company Limited telah berhasil mencapai target penjualan tahunan untuk tahun 2025, mengukuhkan statusnya sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dan berpotensi mengalahkan Tesla Inc. dalam total pengiriman unit. Menurut data pasar, produsen mobil asal Tiongkok ini mengirimkan 4,6 juta kendaraan sepanjang tahun, menandai peningkatan yang kuat sebesar 7,7% dari tingkat kinerja tahun 2024.
Komposisi penjualan menunjukkan portofolio yang seimbang: sekitar 2,3 juta unit masing-masing dalam kategori kendaraan listrik berbasis baterai dan hybrid plug-in. Pendekatan yang beragam ini menegaskan posisi strategis BYD dalam menghadapi preferensi konsumen yang berkembang pesat di berbagai pasar utama.
Kepemimpinan Pasar di Bawah Tekanan
Sementara BYD mencapai tonggak target penjualan yang mengesankan ini, lanskap yang lebih luas menunjukkan tantangan yang semakin meningkat. Pengiriman kuartal keempat yang diperkirakan oleh Tesla sekitar 440.900 unit mewakili penurunan sebesar 11% dari tahun ke tahun, yang berpotensi menghasilkan pengiriman tahunan sekitar 1,6 juta unit—kontraksi tahunan kedua berturut-turut dari perusahaan tersebut. Perkembangan ini semakin memperkuat posisi unggul BYD dalam sektor EV global.
Namun, pasar otomotif Tiongkok menghadapi tantangan struktural yang signifikan. Pengurangan insentif pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik sedang menekan momentum permintaan. Secara bersamaan, persaingan domestik yang semakin intensif—terutama dari pesaing agresif seperti Geely Automobile Holdings Ltd. dan Xiaomi Corp.—mengubah medan persaingan melalui peluncuran model inovatif dan perluasan portofolio produk.
Prospek Ekspansi Internasional
Ambisi pertumbuhan internasional BYD menghadapi peluang dan hambatan. Perusahaan telah menyusun rencana untuk meningkatkan target penjualan luar negeri menjadi sekitar 1,5-1,6 juta kendaraan selama 2026, mencerminkan kepercayaan diri dalam penetrasi pasar emerging. Namun, meningkatnya hambatan perdagangan dan kebijakan proteksionis di wilayah utama mengancam untuk memperumit strategi ekspansi ini.
Kemampuan perusahaan untuk menavigasi tekanan ganda ini—mengoptimalkan profitabilitas domestik di tengah persaingan yang semakin ketat sambil memperluas operasi internasional—akan menjadi kunci untuk mempertahankan dominasi pasar dan trajektori pertumbuhan jangka panjangnya dalam lanskap EV global yang semakin kompetitif.