The New York Times telah mengubah secara fundamental model akuisisi pelanggannya dengan menggabungkan jurnalisme dengan produk hiburan dan gaya hidup. Strategi ini berhasil: pada Q3 2025, perusahaan menambah sekitar 460.000 pelanggan digital bersih, meningkatkan total jumlah pelanggannya menjadi 12,33 juta. Yang membuat pertumbuhan ini patut diperhatikan bukan hanya volumenya—tetapi komposisinya. Hampir 51% dari basis pelanggan The New York Times sekarang memegang langganan bundel atau multi-produk, mencapai 6,27 juta pengguna.
Percepatan Pendapatan Melalui Penggabungan Produk
Dampak keuangan menceritakan kisah yang menarik. Rata-rata pendapatan per pengguna digital-only meningkat 3,6% tahun-ke-tahun menjadi $9,79 per pengguna. Peningkatan ini berasal dari dua mekanisme berbeda: pelanggan yang naik dari harga promosi pengenalan ke tarif standar, dan penyesuaian harga strategis untuk pelanggan yang sudah lama berlangganan. Akibatnya, pendapatan dari langganan digital melonjak 14% tahun-ke-tahun menjadi $367,4 juta, dengan bundel menyumbang bagian besar dari pertumbuhan ini.
Panduan manajemen untuk Q4 2025 memproyeksikan pendapatan dari langganan digital akan naik 13-16%, menunjukkan momentum yang berkelanjutan. Total pendapatan dari langganan diperkirakan akan meningkat 8-10%, menunjukkan pendekatan produk yang beragam dari The New York Times terus mendapatkan daya tarik.
Lebih dari Sekadar Berita: The Athletic, Games, dan Kebiasaan Harian
The New York Times tidak hanya menambahkan paywall—mereka membayangkan ulang apa arti langganan. Bundel sekarang mencakup Games, Memasak, Pemrograman Audio, dan konten olahraga yang disampaikan melalui The Athletic. Pilihan arsitektur ini menjawab wawasan perilaku pengguna yang penting: pelanggan berinteraksi melalui berbagai kebiasaan harian, bukan hanya konsumsi berita. Seorang pelanggan mungkin menyelesaikan teka-teki silang saat sarapan, memeriksa skor olahraga saat makan siang, dan men-stream podcast saat perjalanan mereka. Dengan menempatkan berbagai aktivitas ini dalam satu langganan, The New York Times menciptakan banyak titik sentuh yang meningkatkan nilai seumur hidup pengguna dan mengurangi churn.
Posisi Kompetitif dan Penilaian
The New York Times diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba masa depan sebesar 26,05, sedikit di atas rata-rata industri media sebesar 25,52. Jika dibandingkan dengan P/E (forward dari News Corporation sebesar 23,40) dan Thomson Reuters (29,41), The New York Times menempati posisi tengah. Dalam 12 bulan terakhir, saham The New York Times menguat 34,4%, mengungguli kenaikan industri sebesar 29,1% dan secara signifikan mengungguli penurunan News Corporation sebesar 5,1% dan penurunan Thomson Reuters sebesar 19,4%.
Analis memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 8,8% dan pertumbuhan laba per saham sebesar 16,9% untuk tahun fiskal saat ini, dengan estimasi tahun berikutnya menunjukkan ekspansi penjualan sebesar 7% dan pertumbuhan EPS sebesar 14,3%. Angka-angka ini menegaskan keberlanjutan model bisnis berbasis langganan The New York Times dalam lanskap media digital yang semakin berkembang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Strategi Bundle The New York Times: Bagaimana Konten Gaya Hidup Mengubah Langganan Media
The New York Times telah mengubah secara fundamental model akuisisi pelanggannya dengan menggabungkan jurnalisme dengan produk hiburan dan gaya hidup. Strategi ini berhasil: pada Q3 2025, perusahaan menambah sekitar 460.000 pelanggan digital bersih, meningkatkan total jumlah pelanggannya menjadi 12,33 juta. Yang membuat pertumbuhan ini patut diperhatikan bukan hanya volumenya—tetapi komposisinya. Hampir 51% dari basis pelanggan The New York Times sekarang memegang langganan bundel atau multi-produk, mencapai 6,27 juta pengguna.
Percepatan Pendapatan Melalui Penggabungan Produk
Dampak keuangan menceritakan kisah yang menarik. Rata-rata pendapatan per pengguna digital-only meningkat 3,6% tahun-ke-tahun menjadi $9,79 per pengguna. Peningkatan ini berasal dari dua mekanisme berbeda: pelanggan yang naik dari harga promosi pengenalan ke tarif standar, dan penyesuaian harga strategis untuk pelanggan yang sudah lama berlangganan. Akibatnya, pendapatan dari langganan digital melonjak 14% tahun-ke-tahun menjadi $367,4 juta, dengan bundel menyumbang bagian besar dari pertumbuhan ini.
Panduan manajemen untuk Q4 2025 memproyeksikan pendapatan dari langganan digital akan naik 13-16%, menunjukkan momentum yang berkelanjutan. Total pendapatan dari langganan diperkirakan akan meningkat 8-10%, menunjukkan pendekatan produk yang beragam dari The New York Times terus mendapatkan daya tarik.
Lebih dari Sekadar Berita: The Athletic, Games, dan Kebiasaan Harian
The New York Times tidak hanya menambahkan paywall—mereka membayangkan ulang apa arti langganan. Bundel sekarang mencakup Games, Memasak, Pemrograman Audio, dan konten olahraga yang disampaikan melalui The Athletic. Pilihan arsitektur ini menjawab wawasan perilaku pengguna yang penting: pelanggan berinteraksi melalui berbagai kebiasaan harian, bukan hanya konsumsi berita. Seorang pelanggan mungkin menyelesaikan teka-teki silang saat sarapan, memeriksa skor olahraga saat makan siang, dan men-stream podcast saat perjalanan mereka. Dengan menempatkan berbagai aktivitas ini dalam satu langganan, The New York Times menciptakan banyak titik sentuh yang meningkatkan nilai seumur hidup pengguna dan mengurangi churn.
Posisi Kompetitif dan Penilaian
The New York Times diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba masa depan sebesar 26,05, sedikit di atas rata-rata industri media sebesar 25,52. Jika dibandingkan dengan P/E (forward dari News Corporation sebesar 23,40) dan Thomson Reuters (29,41), The New York Times menempati posisi tengah. Dalam 12 bulan terakhir, saham The New York Times menguat 34,4%, mengungguli kenaikan industri sebesar 29,1% dan secara signifikan mengungguli penurunan News Corporation sebesar 5,1% dan penurunan Thomson Reuters sebesar 19,4%.
Analis memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 8,8% dan pertumbuhan laba per saham sebesar 16,9% untuk tahun fiskal saat ini, dengan estimasi tahun berikutnya menunjukkan ekspansi penjualan sebesar 7% dan pertumbuhan EPS sebesar 14,3%. Angka-angka ini menegaskan keberlanjutan model bisnis berbasis langganan The New York Times dalam lanskap media digital yang semakin berkembang.