Banyak orang mengaitkan titik sakit DeFi dengan gesekan yang dibuat oleh regulasi, tetapi masalahnya tidak sesederhana itu. Penghalang utama sebenarnya adalah ketidakpastian hukum.
Modal besar tidak melewati sistem on-chain bukan karena efisiensi yang kurang tinggi, tetapi karena dasar hukum yang terlalu rapuh. Ketika tidak ada yang bisa memastikan bagaimana sikap pengawasan akan berubah, atau apakah mitra transaksi memiliki risiko, bahkan teknologi sebaik apapun, dana besar tidak akan berani terlibat.
Inilah mengapa beberapa proyek memilih untuk membangun dari sudut pandang lembaga berlisensi. Dengan membangun kerangka hukum yang jelas, justru dapat memberikan rasa aman kepada investor institusional. Pada tahap ini, kejelasan hukum lebih langka daripada efisiensi operasional.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AllInAlice
· 01-15 15:02
Singkatnya, semua kapital besar sedang berjudi pada wajah regulasi, teknologi sekeren apa pun harus melewati dulu ujian hukum
Lihat AsliBalas0
FrogInTheWell
· 01-14 13:23
Kejelasan kerangka hukum memang menyentuh inti, tapi sejujurnya, sistem lembaga berizin juga harus dilihat berdasarkan wilayahnya, Amerika Serikat dan Asia benar-benar berbeda.
Lihat AsliBalas0
FlatlineTrader
· 01-12 19:56
Benar sekali, kejelasan hukum memang benar-benar diremehkan. Teknologi yang bagus apa gunanya, satu regulasi saja bisa menghapus semuanya
Lihat AsliBalas0
ApyWhisperer
· 01-12 19:55
Kerangka hukum yang jelas ini luar biasa, modal besar cuma pengecut, memberikan kejelasan hukum lebih berguna daripada performa tinggi apa pun
Lihat AsliBalas0
MissedAirdropAgain
· 01-12 19:51
Benar sekali, kepastian hukum memang lebih berharga daripada teknologi itu sendiri
Banyak orang mengaitkan titik sakit DeFi dengan gesekan yang dibuat oleh regulasi, tetapi masalahnya tidak sesederhana itu. Penghalang utama sebenarnya adalah ketidakpastian hukum.
Modal besar tidak melewati sistem on-chain bukan karena efisiensi yang kurang tinggi, tetapi karena dasar hukum yang terlalu rapuh. Ketika tidak ada yang bisa memastikan bagaimana sikap pengawasan akan berubah, atau apakah mitra transaksi memiliki risiko, bahkan teknologi sebaik apapun, dana besar tidak akan berani terlibat.
Inilah mengapa beberapa proyek memilih untuk membangun dari sudut pandang lembaga berlisensi. Dengan membangun kerangka hukum yang jelas, justru dapat memberikan rasa aman kepada investor institusional. Pada tahap ini, kejelasan hukum lebih langka daripada efisiensi operasional.