Sektor game blockchain terbukti menjadi arena berisiko tinggi bagi investor tradisional. Alpha Asset Management, yang dipimpin oleh Choi Joon-hyuk, berada dalam situasi keuangan yang genting setelah mendukung Wemade, perusahaan game Korea Selatan yang usahanya di bidang cryptocurrency mengalami kegagalan yang cukup signifikan.
Investasi yang Gagal
Alpha Asset Management mengakumulasi posisi besar di Wemade, membeli saham senilai 15 miliar KRW pada Oktober 2023, diikuti dengan investasi tambahan sebesar 20 miliar KRW pada Januari 2024. Saat ini, portofolio senilai 35 miliar KRW ini berada dalam posisi rugi, dengan perusahaan melaporkan kerugian operasional sebesar 11,3 miliar KRW selama kuartal pertama saja. Sahamnya telah mengalami depresiasi lebih dari 25% sejak awal tahun, menghapus sebagian besar nilai investasi awal.
Keruntuhan Token WEMIX
Masalah utama berasal dari WEMIX, cryptocurrency asli Wemade yang dirancang untuk mendukung ekosistem game blockchain-nya. Dahulu menjadi pendorong antusiasme investor dan apresiasi harga saham, WEMIX kini kehilangan relevansi pasar yang signifikan. Token ini, yang saat ini diperdagangkan di $0,36 dengan pergerakan -0,91% dalam 24 jam, telah dihapus dari bursa cryptocurrency utama di seluruh Korea Selatan. Penghapusan dari daftar ini merupakan pukulan kritis terhadap narasi perusahaan dan kepercayaan investor.
Implikasi Pasar
Situasi ini menyoroti tantangan yang lebih luas yang dihadapi proyek blockchain berfokus game—mengubah utilitas token menjadi penciptaan nilai yang berkelanjutan. Saat WEMIX menghilang dari daftar bursa utama, prospek pemulihan saham Wemade semakin jauh dari jangkauan. Perusahaan ini, yang pernah dipuji sebagai inovatif dalam bidang game terdesentralisasi, kini menjadi kisah peringatan tentang volatilitas yang melekat dalam model bisnis yang terintegrasi dengan crypto.
Bagi Choi Joon-hyuk dan Alpha Asset Management, investasi ini merupakan kemunduran besar dalam sektor yang terus menantang bahkan peserta pasar yang berpengalaman.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kegelisahan Investasi Wemade: Taruhan Blockchain Alpha Asset Management Berbalik Buruk
Sektor game blockchain terbukti menjadi arena berisiko tinggi bagi investor tradisional. Alpha Asset Management, yang dipimpin oleh Choi Joon-hyuk, berada dalam situasi keuangan yang genting setelah mendukung Wemade, perusahaan game Korea Selatan yang usahanya di bidang cryptocurrency mengalami kegagalan yang cukup signifikan.
Investasi yang Gagal
Alpha Asset Management mengakumulasi posisi besar di Wemade, membeli saham senilai 15 miliar KRW pada Oktober 2023, diikuti dengan investasi tambahan sebesar 20 miliar KRW pada Januari 2024. Saat ini, portofolio senilai 35 miliar KRW ini berada dalam posisi rugi, dengan perusahaan melaporkan kerugian operasional sebesar 11,3 miliar KRW selama kuartal pertama saja. Sahamnya telah mengalami depresiasi lebih dari 25% sejak awal tahun, menghapus sebagian besar nilai investasi awal.
Keruntuhan Token WEMIX
Masalah utama berasal dari WEMIX, cryptocurrency asli Wemade yang dirancang untuk mendukung ekosistem game blockchain-nya. Dahulu menjadi pendorong antusiasme investor dan apresiasi harga saham, WEMIX kini kehilangan relevansi pasar yang signifikan. Token ini, yang saat ini diperdagangkan di $0,36 dengan pergerakan -0,91% dalam 24 jam, telah dihapus dari bursa cryptocurrency utama di seluruh Korea Selatan. Penghapusan dari daftar ini merupakan pukulan kritis terhadap narasi perusahaan dan kepercayaan investor.
Implikasi Pasar
Situasi ini menyoroti tantangan yang lebih luas yang dihadapi proyek blockchain berfokus game—mengubah utilitas token menjadi penciptaan nilai yang berkelanjutan. Saat WEMIX menghilang dari daftar bursa utama, prospek pemulihan saham Wemade semakin jauh dari jangkauan. Perusahaan ini, yang pernah dipuji sebagai inovatif dalam bidang game terdesentralisasi, kini menjadi kisah peringatan tentang volatilitas yang melekat dalam model bisnis yang terintegrasi dengan crypto.
Bagi Choi Joon-hyuk dan Alpha Asset Management, investasi ini merupakan kemunduran besar dalam sektor yang terus menantang bahkan peserta pasar yang berpengalaman.