Fitch Ratings telah meningkatkan ekspektasi pertumbuhan untuk ekonomi AS setelah penilaian ulang terhadap data ekonomi yang tertunda dari penutupan pemerintah tahun lalu. Lembaga pemeringkat kini memproyeksikan pertumbuhan PDB AS akan mencapai 2,1% pada 2025, menandai revisi naik yang berarti dari perkiraan 1,8% yang dikeluarkan sebelumnya. Menatap ke depan ke 2026, pertumbuhan diperkirakan akan menguat menjadi 2,0%, naik dari perkiraan sebelumnya 1,9%.
Tekanan Inflasi Meningkat Hingga 2026
Gambaran inflasi tetap rumit karena data Oktober yang belum lengkap, sehingga tren CPI jangka pendek sulit untuk dinilai. Analisis Fitch menunjukkan Indeks Harga Konsumen akan naik ke 3,0% pada akhir tahun 2025, dibandingkan dengan 2,7% yang tercatat pada November. Prospek menjadi lebih menantang di 2026, dengan inflasi diperkirakan mencapai 3,2% pada akhir tahun, terutama didorong oleh dampak tertunda dari penerapan tarif yang diharapkan berlangsung sepanjang tahun.
Stabilitas Pasar Tenaga Kerja Meski Ada Hambatan
Pertumbuhan lapangan kerja telah melambat, namun kelemahan ini diperkirakan akan sebagian diimbangi oleh perlambatan bersamaan dalam ekspansi tenaga kerja. Meskipun ada arus silang ini, tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap sekitar 4,6% sepanjang 2026, menjaga tingkat yang relatif stabil dibandingkan kondisi saat ini. Proyeksi pengangguran yang relatif stabil ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS akan menghindari penurunan signifikan meskipun ada kelemahan dalam perekrutan baru-baru ini.
Perubahan Kebijakan Fed di Depan
Sebagai tanggapan terhadap kondisi ekonomi yang berkembang, Federal Reserve diperkirakan akan melakukan dua pemotongan suku bunga selama paruh pertama 2026. Langkah ini akan menurunkan batas suku bunga dana federal dari level saat ini menjadi 3,25%, menandai pergeseran menuju pelonggaran moneter seiring pertumbuhan yang moderat dan dinamika inflasi yang berkembang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pertumbuhan Ekonomi AS Mendapat Dorongan: Fitch Tingkatkan Prospek PDB untuk 2025-2026
Fitch Ratings telah meningkatkan ekspektasi pertumbuhan untuk ekonomi AS setelah penilaian ulang terhadap data ekonomi yang tertunda dari penutupan pemerintah tahun lalu. Lembaga pemeringkat kini memproyeksikan pertumbuhan PDB AS akan mencapai 2,1% pada 2025, menandai revisi naik yang berarti dari perkiraan 1,8% yang dikeluarkan sebelumnya. Menatap ke depan ke 2026, pertumbuhan diperkirakan akan menguat menjadi 2,0%, naik dari perkiraan sebelumnya 1,9%.
Tekanan Inflasi Meningkat Hingga 2026
Gambaran inflasi tetap rumit karena data Oktober yang belum lengkap, sehingga tren CPI jangka pendek sulit untuk dinilai. Analisis Fitch menunjukkan Indeks Harga Konsumen akan naik ke 3,0% pada akhir tahun 2025, dibandingkan dengan 2,7% yang tercatat pada November. Prospek menjadi lebih menantang di 2026, dengan inflasi diperkirakan mencapai 3,2% pada akhir tahun, terutama didorong oleh dampak tertunda dari penerapan tarif yang diharapkan berlangsung sepanjang tahun.
Stabilitas Pasar Tenaga Kerja Meski Ada Hambatan
Pertumbuhan lapangan kerja telah melambat, namun kelemahan ini diperkirakan akan sebagian diimbangi oleh perlambatan bersamaan dalam ekspansi tenaga kerja. Meskipun ada arus silang ini, tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap sekitar 4,6% sepanjang 2026, menjaga tingkat yang relatif stabil dibandingkan kondisi saat ini. Proyeksi pengangguran yang relatif stabil ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS akan menghindari penurunan signifikan meskipun ada kelemahan dalam perekrutan baru-baru ini.
Perubahan Kebijakan Fed di Depan
Sebagai tanggapan terhadap kondisi ekonomi yang berkembang, Federal Reserve diperkirakan akan melakukan dua pemotongan suku bunga selama paruh pertama 2026. Langkah ini akan menurunkan batas suku bunga dana federal dari level saat ini menjadi 3,25%, menandai pergeseran menuju pelonggaran moneter seiring pertumbuhan yang moderat dan dinamika inflasi yang berkembang.