Secara kasat mata, logika perdagangan di dunia kripto tidak lebih sederhana—beli rendah jual tinggi, naik maka tahan, turun maka bersihkan. Tapi kenyataannya, kebanyakan orang tetap merugi. Ini cukup ironis. Apakah memang ada jebakan dalam perdagangan itu sendiri, atau ada masalah di tingkat pelaksanaan? Mengapa saat melihat kondisi pasar yang sama, ada yang mendapatkan keuntungan melimpah, sementara yang lain terjebak di puncak? Pertanyaan ini layak dipikirkan dengan baik oleh setiap peserta.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BlockBargainHunter
· 01-15 00:01
Singkatnya, hanya karena mental yang buruk satu sen, hasilnya bisa berbeda sepuluh ribu rupiah.
Lihat AsliBalas0
WinterWarmthCat
· 01-14 06:15
Membeli rendah dan menjual tinggi terdengar mudah, tetapi saat benar-benar melakukannya, itu akan berantakan. Sikap mental adalah hal yang paling mudah mengkhianati Anda
Lihat AsliBalas0
GweiObserver
· 01-12 20:53
Singkatnya, ini masalah mentalitas, siapa pun ingin membeli murah dan menjual tinggi, tetapi saat saatnya tiba, semuanya gagal.
Lihat AsliBalas0
AirdropAnxiety
· 01-12 20:48
Singkatnya, ini adalah masalah mentalitas dan disiplin, tahu caranya mudah dilakukan tetapi sulit untuk melakukannya
Lihat AsliBalas0
AirdropHarvester
· 01-12 20:41
Pada akhirnya, semuanya tentang mentalitas. Siapa pun bisa mengatakan beli rendah jual tinggi, tetapi saat menghadapi pasar sebenarnya, semuanya akan runtuh.
Lihat AsliBalas0
PebbleHander
· 01-12 20:37
Membeli rendah dan menjual tinggi terdengar mudah, tapi sebenarnya hanya sedikit yang bisa melakukannya. Sikap dan disiplin mungkin adalah pembeda utama.
Secara kasat mata, logika perdagangan di dunia kripto tidak lebih sederhana—beli rendah jual tinggi, naik maka tahan, turun maka bersihkan. Tapi kenyataannya, kebanyakan orang tetap merugi. Ini cukup ironis. Apakah memang ada jebakan dalam perdagangan itu sendiri, atau ada masalah di tingkat pelaksanaan? Mengapa saat melihat kondisi pasar yang sama, ada yang mendapatkan keuntungan melimpah, sementara yang lain terjebak di puncak? Pertanyaan ini layak dipikirkan dengan baik oleh setiap peserta.