Di dunia blockchain, kita sudah terbiasa mendengar istilah "transparansi dan desentralisasi". Tapi orang yang benar-benar berpengalaman dalam bisnis keuangan tahu bahwa transparansi yang berlebihan justru menjadi hambatan terbesar bagi masuknya institusi.
Bayangkan, bank atau hedge fund mana yang akan menampilkan seluruh posisi besar dan strategi trading mereka di blockchain publik? Itu sama sekali tidak realistis. Inilah konflik inti dari jalur RWA (aset dunia nyata yang di-chain) saat ini—ide tokenisasi memang indah, tetapi kepatuhan dan perlindungan privasi selalu sulit untuk dipenuhi secara bersamaan.
Belakangan ini, saya memperhatikan beberapa proyek yang mencoba menyelesaikan masalah ini. Salah satu ide yang menarik adalah, daripada mengorbankan privasi demi memenuhi kepatuhan, lebih baik menggabungkan kedua kebutuhan tersebut langsung di tingkat protokol. Misalnya, melalui teknologi bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof), penerbit aset dapat memverifikasi apakah peserta telah melewati proses verifikasi yang diperlukan, tanpa harus mengungkapkan informasi keuangan mereka ke seluruh jaringan. Ini disebut "pengungkapan selektif"—memenuhi persyaratan regulasi sekaligus melindungi privasi bisnis.
Dari segi teknologi dasar, ini membutuhkan satu set mesin virtual yang dikembangkan secara mandiri untuk menangani verifikasi privasi dari kontrak keuangan yang kompleks, sehingga proses perhitungan dapat dilakukan secara cepat sambil tetap melindungi privasi. Singkatnya, ini membuat lembaga keuangan berani untuk di-chain-kan, dan auditor merasa tenang.
Proyek RWA saat ini memang sangat populer, tetapi sebagian besar masih sebatas digitalisasi sederhana. Perubahan mendalam yang sesungguhnya harus menyelesaikan dua masalah: bagaimana melindungi privasi aset, dan bagaimana memastikan bahwa perilaku di chain secara otomatis sesuai dengan kerangka hukum yang ada. Jika kedua pertanyaan ini terjawab, maka sekuritas tokenisasi, aset sekuritas yang patuh regulasi, dan hal-hal lain yang serupa bisa benar-benar beralih dari konsep ke implementasi nyata.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HodlTheDoor
· 01-18 09:53
Akhirnya ada yang menjelaskan secara mendalam, transparansi ≠ menghasilkan uang, institusi sama sekali tidak akan tertarik
Wah, bukti tanpa pengetahuan ini memang luar biasa, harus dan tetap ada cara
Apakah gelombang RWA ini bisa bangkit atau tidak tergantung siapa yang dulu menyelesaikan masalah privasi dan kepatuhan, kan?
Lihat AsliBalas0
ParanoiaKing
· 01-18 09:53
Bagus sekali, akhirnya ada yang mematahkan tembok ini
Keuangan yang sesungguhnya tidak membutuhkan transparansi, melainkan keseimbangan antara kepercayaan dan privasi
Bukti tanpa pengetahuan ini memang solusi, tetapi tingkat kesulitannya dalam penerapan sangat diremehkan
Lihat AsliBalas0
Ser_This_Is_A_Casino
· 01-18 09:38
Bagus sekali, transparansi yang berlebihan memang benar-benar merupakan mitos, bank-bank tidak akan bodoh sampai menunjukkan semua kartu mereka
Lihat AsliBalas0
PanicSeller69
· 01-18 09:38
Haha, akhirnya ada yang benar-benar mengungkapkan hal ini
Bank yang di-chain adalah lelucon, transparansi sama sekali bukan yang mereka inginkan
Bukti tanpa pengetahuan ini memang keren, tidak mudah diserang dan tetap lolos audit, saya jatuh cinta
Berapa proyek yang benar-benar terpercaya? Kebanyakan masih menipu
Di dunia blockchain, kita sudah terbiasa mendengar istilah "transparansi dan desentralisasi". Tapi orang yang benar-benar berpengalaman dalam bisnis keuangan tahu bahwa transparansi yang berlebihan justru menjadi hambatan terbesar bagi masuknya institusi.
Bayangkan, bank atau hedge fund mana yang akan menampilkan seluruh posisi besar dan strategi trading mereka di blockchain publik? Itu sama sekali tidak realistis. Inilah konflik inti dari jalur RWA (aset dunia nyata yang di-chain) saat ini—ide tokenisasi memang indah, tetapi kepatuhan dan perlindungan privasi selalu sulit untuk dipenuhi secara bersamaan.
Belakangan ini, saya memperhatikan beberapa proyek yang mencoba menyelesaikan masalah ini. Salah satu ide yang menarik adalah, daripada mengorbankan privasi demi memenuhi kepatuhan, lebih baik menggabungkan kedua kebutuhan tersebut langsung di tingkat protokol. Misalnya, melalui teknologi bukti tanpa pengetahuan (zero-knowledge proof), penerbit aset dapat memverifikasi apakah peserta telah melewati proses verifikasi yang diperlukan, tanpa harus mengungkapkan informasi keuangan mereka ke seluruh jaringan. Ini disebut "pengungkapan selektif"—memenuhi persyaratan regulasi sekaligus melindungi privasi bisnis.
Dari segi teknologi dasar, ini membutuhkan satu set mesin virtual yang dikembangkan secara mandiri untuk menangani verifikasi privasi dari kontrak keuangan yang kompleks, sehingga proses perhitungan dapat dilakukan secara cepat sambil tetap melindungi privasi. Singkatnya, ini membuat lembaga keuangan berani untuk di-chain-kan, dan auditor merasa tenang.
Proyek RWA saat ini memang sangat populer, tetapi sebagian besar masih sebatas digitalisasi sederhana. Perubahan mendalam yang sesungguhnya harus menyelesaikan dua masalah: bagaimana melindungi privasi aset, dan bagaimana memastikan bahwa perilaku di chain secara otomatis sesuai dengan kerangka hukum yang ada. Jika kedua pertanyaan ini terjawab, maka sekuritas tokenisasi, aset sekuritas yang patuh regulasi, dan hal-hal lain yang serupa bisa benar-benar beralih dari konsep ke implementasi nyata.