Belakangan ini, otoritas penegak hukum Vietnam di daerah Da Nang telah mengungkap kasus penipuan cryptocurrency besar-besaran. Lima tersangka yang ditangkap berbasis di Kamboja, merancang sebuah penipuan investasi berskala besar—meniru antarmuka Bursa Nasdaq, dan menciptakan puluhan akun palsu di platform media sosial seperti Zalo dan Telegram.
Metode para penipu sangat sederhana dan kasar: mengaku sebagai "konsultan investasi" untuk menghubungi korban, memposting data transaksi palsu dan laporan keuntungan, serta menjanjikan pengembalian tinggi. Setelah korban menyetorkan dana, dana tersebut langsung diselewengkan. Menurut penyelidikan polisi, jumlah dana yang terlibat dalam penipuan ini mencapai 14 miliar VND, sekitar 53,28 ribu dolar AS.
Lebih licik lagi, kelompok penipu tidak langsung menghabiskan uang tersebut—mereka mendistribusikan dana ke beberapa rekening bank untuk dipindahkan, dan akhirnya menukarkannya menjadi cryptocurrency untuk mencuci sumber dana. Desain aliran dana berlapis ini membuat pelacakan menjadi sangat sulit. Kasus ini kembali mengingatkan para investor: saat memilih platform trading, pastikan memverifikasi identitas resmi, waspadai "rekomendasi ahli" di media sosial, dan setiap peluang investasi yang menjanjikan pengembalian tinggi harus dipikirkan matang-matang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Itu lagi, sepuluh dari sepuluh penasihat investasi di Telegram pasti penipu, kan?
Lihat AsliBalas0
GateUser-a606bf0c
· 22jam yang lalu
Ini lagi-lagi trik pencucian uang yang sama, setelah transfer berlapis-lapis lalu tukar koin... sungguh sulit untuk dicegah
Lihat AsliBalas0
Web3Educator
· 22jam yang lalu
ngl ini persis alasan mengapa saya selalu memberi tahu siswa saya untuk memverifikasi semuanya di on-chain... secara fundamental, jika Anda tidak dapat mengaudit kontrak pintar sendiri, Anda sedang mempercayai tesis orang lain
Belakangan ini, otoritas penegak hukum Vietnam di daerah Da Nang telah mengungkap kasus penipuan cryptocurrency besar-besaran. Lima tersangka yang ditangkap berbasis di Kamboja, merancang sebuah penipuan investasi berskala besar—meniru antarmuka Bursa Nasdaq, dan menciptakan puluhan akun palsu di platform media sosial seperti Zalo dan Telegram.
Metode para penipu sangat sederhana dan kasar: mengaku sebagai "konsultan investasi" untuk menghubungi korban, memposting data transaksi palsu dan laporan keuntungan, serta menjanjikan pengembalian tinggi. Setelah korban menyetorkan dana, dana tersebut langsung diselewengkan. Menurut penyelidikan polisi, jumlah dana yang terlibat dalam penipuan ini mencapai 14 miliar VND, sekitar 53,28 ribu dolar AS.
Lebih licik lagi, kelompok penipu tidak langsung menghabiskan uang tersebut—mereka mendistribusikan dana ke beberapa rekening bank untuk dipindahkan, dan akhirnya menukarkannya menjadi cryptocurrency untuk mencuci sumber dana. Desain aliran dana berlapis ini membuat pelacakan menjadi sangat sulit. Kasus ini kembali mengingatkan para investor: saat memilih platform trading, pastikan memverifikasi identitas resmi, waspadai "rekomendasi ahli" di media sosial, dan setiap peluang investasi yang menjanjikan pengembalian tinggi harus dipikirkan matang-matang.