#以太坊价格与ETF Setelah membaca prediksi laporan keuangan untuk tahun 2025 ini, saya merasa ada sesuatu yang familiar—ini adalah skenario yang sudah saya lihat terlalu banyak kali di pasar ini.
Masih ingat dengan gelombang pasar bullish tahun 2017? Suaranya juga seperti ini, para vlogger besar satu demi satu semakin agresif, berbicara tentang koin berkali lipat, pertumbuhan ribuan kali, kata-kata mereka begitu meyakinkan sehingga sulit untuk tidak terpengaruh. Lalu apa yang terjadi? Yang harus turun tetap turun, yang harus dibersihkan tetap dibersihkan. Sekarang, tahun 2025 hampir berakhir, tokoh-tokoh terkemuka di industri seperti Saylor, Tom Lee, Arthur Hayes, dari 200.000, 250.000 turun ke 150.000, 100.000, namun akhirnya mereka tetap tidak tepat waktu.
Ini bukan untuk mengejek siapa pun, malah menunjukkan masalah yang lebih dalam: ketidakpastian pasar selalu melebihi kemampuan prediksi kita. Manusia cenderung kehilangan kendali di depan keuntungan besar, bahkan para profesional berpengalaman pun tidak kebal. Hayes kemudian mengakui bahwa prediksinya "sangat buruk", sikap koreksi diri ini patut dihargai—dibandingkan terus-menerus berpegang teguh pada prediksi, mengakui kesalahan sendiri adalah bagian dari proses belajar.
Dari siklus sejarah, setiap gelombang fluktuasi selalu memiliki logikanya sendiri. Peluncuran ETF, masuknya dana institusional memang mengubah beberapa pola, tetapi mengubah aturan permainan tidak pernah hanya satu faktor. Kebijaksanaan investasi sejati bukanlah bertaruh pada prediksi seorang vlogger besar, melainkan memahami logika dasar pergerakan pasar dan tetap jernih di tengah fluktuasi. Prediksi yang meleset ini, bukankah juga mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita memandang masa depan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#以太坊价格与ETF Setelah membaca prediksi laporan keuangan untuk tahun 2025 ini, saya merasa ada sesuatu yang familiar—ini adalah skenario yang sudah saya lihat terlalu banyak kali di pasar ini.
Masih ingat dengan gelombang pasar bullish tahun 2017? Suaranya juga seperti ini, para vlogger besar satu demi satu semakin agresif, berbicara tentang koin berkali lipat, pertumbuhan ribuan kali, kata-kata mereka begitu meyakinkan sehingga sulit untuk tidak terpengaruh. Lalu apa yang terjadi? Yang harus turun tetap turun, yang harus dibersihkan tetap dibersihkan. Sekarang, tahun 2025 hampir berakhir, tokoh-tokoh terkemuka di industri seperti Saylor, Tom Lee, Arthur Hayes, dari 200.000, 250.000 turun ke 150.000, 100.000, namun akhirnya mereka tetap tidak tepat waktu.
Ini bukan untuk mengejek siapa pun, malah menunjukkan masalah yang lebih dalam: ketidakpastian pasar selalu melebihi kemampuan prediksi kita. Manusia cenderung kehilangan kendali di depan keuntungan besar, bahkan para profesional berpengalaman pun tidak kebal. Hayes kemudian mengakui bahwa prediksinya "sangat buruk", sikap koreksi diri ini patut dihargai—dibandingkan terus-menerus berpegang teguh pada prediksi, mengakui kesalahan sendiri adalah bagian dari proses belajar.
Dari siklus sejarah, setiap gelombang fluktuasi selalu memiliki logikanya sendiri. Peluncuran ETF, masuknya dana institusional memang mengubah beberapa pola, tetapi mengubah aturan permainan tidak pernah hanya satu faktor. Kebijaksanaan investasi sejati bukanlah bertaruh pada prediksi seorang vlogger besar, melainkan memahami logika dasar pergerakan pasar dan tetap jernih di tengah fluktuasi. Prediksi yang meleset ini, bukankah juga mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita memandang masa depan.