Coca-Cola telah mengumumkan pergeseran kepemimpinan strategis, dengan Sedef Sahin mengambil peran Chief Digital Officer yang baru dibentuk mulai 31 Maret. Langkah ini mencerminkan dorongan konglomerat minuman tersebut untuk mengkonsolidasikan dan memperkuat infrastruktur digitalnya di seluruh operasi bisnis.
Sahin, yang sebelumnya memimpin divisi Eurasia dan Timur Tengah Coca-Cola, kini akan mengawasi integrasi inisiatif digital perusahaan dan upaya konektivitas lintas fungsi. Restrukturisasi ini merupakan langkah penting dalam agenda transformasi digital yang lebih luas dari perusahaan. Saat ini, John Murphy, yang menjabat sebagai Chief Financial Officer, mengelola fungsi Strategi Digital—sebuah tanggung jawab yang akan dia pertahankan sementara portofolio operasi digital beralih ke tanggung jawab Sahin.
Pengangkatan ini menandakan komitmen Coca-Cola untuk meningkatkan kemampuan digital ke tingkat eksekutif, mengakui semakin pentingnya teknologi dan konektivitas dalam industri minuman.
Reaksi Pasar
Setelah pengumuman tersebut, saham Coca-Cola (KO) mengalami tekanan turun kecil, diperdagangkan di angka $71,07 dengan penurunan 0,20% selama jam perdagangan pra-pasar di Bursa Saham New York. Meskipun kecil, pergerakan ini mencerminkan penyesuaian pasar yang umum terhadap pengumuman organisasi dalam perusahaan kapitalisasi besar.
Pergeseran posisi eksekutif ini menegaskan bagaimana merek konsumen warisan menyesuaikan struktur kepemimpinannya untuk memprioritaskan strategi digital-pertama dalam pasar global yang semakin kompetitif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sedef Sahin Mengambil Peran Baru sebagai Chief Digital Officer di Coca-Cola
Coca-Cola telah mengumumkan pergeseran kepemimpinan strategis, dengan Sedef Sahin mengambil peran Chief Digital Officer yang baru dibentuk mulai 31 Maret. Langkah ini mencerminkan dorongan konglomerat minuman tersebut untuk mengkonsolidasikan dan memperkuat infrastruktur digitalnya di seluruh operasi bisnis.
Sahin, yang sebelumnya memimpin divisi Eurasia dan Timur Tengah Coca-Cola, kini akan mengawasi integrasi inisiatif digital perusahaan dan upaya konektivitas lintas fungsi. Restrukturisasi ini merupakan langkah penting dalam agenda transformasi digital yang lebih luas dari perusahaan. Saat ini, John Murphy, yang menjabat sebagai Chief Financial Officer, mengelola fungsi Strategi Digital—sebuah tanggung jawab yang akan dia pertahankan sementara portofolio operasi digital beralih ke tanggung jawab Sahin.
Pengangkatan ini menandakan komitmen Coca-Cola untuk meningkatkan kemampuan digital ke tingkat eksekutif, mengakui semakin pentingnya teknologi dan konektivitas dalam industri minuman.
Reaksi Pasar
Setelah pengumuman tersebut, saham Coca-Cola (KO) mengalami tekanan turun kecil, diperdagangkan di angka $71,07 dengan penurunan 0,20% selama jam perdagangan pra-pasar di Bursa Saham New York. Meskipun kecil, pergerakan ini mencerminkan penyesuaian pasar yang umum terhadap pengumuman organisasi dalam perusahaan kapitalisasi besar.
Pergeseran posisi eksekutif ini menegaskan bagaimana merek konsumen warisan menyesuaikan struktur kepemimpinannya untuk memprioritaskan strategi digital-pertama dalam pasar global yang semakin kompetitif.