Industri kripto baru saja menemukan blueprint inovatif untuk mengatasi salah satu tantangan pendanaan terbesar: bagaimana menggantikan utang konversi yang akan jatuh tempo dengan instrumen yang lebih fleksibel dan perpetual? Strive (ASST), perusahaan pengelolaan aset bitcoin terkemuka, telah membuktikan konsep ini dengan menerbitkan ekuitas perpetual senilai $150 juta untuk merestrukturisasi posisi utangnya secara fundamental.
Pendekatan ini menciptakan peluang baru bagi perusahaan lain menghadapi deadline finansial yang mendesak, termasuk MicroStrategy (MSTR) yang membawa beban utang konversi mencapai $8,3 miliar—hampir semua di antaranya masih belum jatuh tempo atau baru saja dikonversi. Dengan strategi perpetual, para CEO dan CFO kini memiliki senjata baru untuk menghindari skenario refinancing yang ketinggalan zaman.
Bagaimana Strive Mengubah Permainan dengan Saham Abadi
Baru-baru ini, Strive menetapkan harga penawaran Seri Saham Preferen Abadi Variabel Tingkat A (SATA) pada $90 per saham, memungkinkan penerbitan hingga 2,25 juta saham agregat. Transaksi ini menggabungkan penerbitan publik dengan pertukaran utang privat—sebuah struktur yang elegan dan efisien.
Perusahaan berencana menggunakan dana tersebut untuk melunasi Convertible Senior Notes milik Semler Scientific yang dijamin Strive, dengan sekitar 930.000 saham SATA baru ditukar langsung dengan surat utang konversi. Sisa dana akan digunakan untuk menebus utang konversi yang tersisa, melunasi pinjaman Coinbase, dan membeli bitcoin tambahan. Kunci inovasi di sini: alih-alih melakukan refinancing tradisional, Strive mengkonversi kewajiban jatuh tempo menjadi saham perpetual yang tidak memiliki fitur konversi atau tanggal berakhir.
Mengapa Perpetual Equity Unggul dari Utang Konversi Tradisional
Saham perpetual Strive memberikan dividen variabel sebesar 12,25% tanpa jatuh tempo selamanya. Bagi pemegang obligasi lama, mereka secara efektif melepaskan opsi konversi ekuitas sebagai imbalan instrumen yang lebih tinggi hasilnya, bersifat perpetual, sepenuhnya likuid, dan memiliki senioritas dibandingkan saham biasa. Ini adalah win-win: pemegang utang mendapat yield lebih menarik dan likuiditas yang jelas, sementara perusahaan menghilangkan risiko pembiayaan ulang yang terus-menerus.
Dari sudut pandang pelaporan finansial, ini juga meningkatkan metrik leverage—karena saham preferen dihitung sebagai ekuitas bukan utang, struktur neraca menjadi lebih sehat di mata investor dan pemeringkat kredit.
MicroStrategy dan Deadline 2 Juni 2028: Peluang Terbuka Lebar
Strategi Strive membuka jalan bagi MicroStrategy untuk menerapkan pendekatan serupa pada skala yang jauh lebih besar. MicroStrategy memiliki tranche utang konversi senilai $3 miliar dengan put date pada 2 Juni 2028 dan harga konversi sebesar $672,40—sekitar 300% di atas harga saham saat ini yang berada di sekitar $160.
Deadline 2 Juni 2028 memberikan jendela waktu yang cukup bagi CEO Michael Saylor untuk mulai melaksanakan strategi equity perpetual sejenis. Jika harga saham tidak mencapai level konversi ($672,40) pada saat jatuh tempo, MicroStrategy harus membayar utang pokok secara penuh—skenario yang mahal jika dilakukan melalui refinancing tradisional. Dengan menggunakan ekuitas perpetual seperti Strive, MicroStrategy dapat mengonversi beban utang menjadi instrumen jangka panjang yang tidak lagi menggantung seperti pedang Damokles.
Masa Depan Refinancing: Perpetual Equity Menggantikan Model Lama
Blueprint yang ditetapkan Strive menunjukkan bahwa refinancing tradisional—terus-menerus meminjam kembali utang yang jatuh tempo—mungkin segera menjadi ketinggalan zaman. Dengan perpetual equity, perusahaan tidak lagi terombang-ambing oleh siklus pasar finansial atau fluktuasi suku bunga. Instrumen ini memberikan stabilitas jangka panjang sambil memberikan pemegang saham preferensi yield yang menarik.
Untuk MicroStrategy dan perusahaan besar lainnya dengan beban utang konversi signifikan, strategi perpetual bukan hanya sebuah opsi finansial—tetapi kebutuhan strategis sebelum deadline mendesak seperti 2 Juni 2028 tiba. Era baru manajemen utang korporat mungkin telah dimulai.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Revolusi Perpetual: Strategi Baru Mengalahkan Krisis Utang Konversi 2 Juni 2028
Industri kripto baru saja menemukan blueprint inovatif untuk mengatasi salah satu tantangan pendanaan terbesar: bagaimana menggantikan utang konversi yang akan jatuh tempo dengan instrumen yang lebih fleksibel dan perpetual? Strive (ASST), perusahaan pengelolaan aset bitcoin terkemuka, telah membuktikan konsep ini dengan menerbitkan ekuitas perpetual senilai $150 juta untuk merestrukturisasi posisi utangnya secara fundamental.
Pendekatan ini menciptakan peluang baru bagi perusahaan lain menghadapi deadline finansial yang mendesak, termasuk MicroStrategy (MSTR) yang membawa beban utang konversi mencapai $8,3 miliar—hampir semua di antaranya masih belum jatuh tempo atau baru saja dikonversi. Dengan strategi perpetual, para CEO dan CFO kini memiliki senjata baru untuk menghindari skenario refinancing yang ketinggalan zaman.
Bagaimana Strive Mengubah Permainan dengan Saham Abadi
Baru-baru ini, Strive menetapkan harga penawaran Seri Saham Preferen Abadi Variabel Tingkat A (SATA) pada $90 per saham, memungkinkan penerbitan hingga 2,25 juta saham agregat. Transaksi ini menggabungkan penerbitan publik dengan pertukaran utang privat—sebuah struktur yang elegan dan efisien.
Perusahaan berencana menggunakan dana tersebut untuk melunasi Convertible Senior Notes milik Semler Scientific yang dijamin Strive, dengan sekitar 930.000 saham SATA baru ditukar langsung dengan surat utang konversi. Sisa dana akan digunakan untuk menebus utang konversi yang tersisa, melunasi pinjaman Coinbase, dan membeli bitcoin tambahan. Kunci inovasi di sini: alih-alih melakukan refinancing tradisional, Strive mengkonversi kewajiban jatuh tempo menjadi saham perpetual yang tidak memiliki fitur konversi atau tanggal berakhir.
Mengapa Perpetual Equity Unggul dari Utang Konversi Tradisional
Saham perpetual Strive memberikan dividen variabel sebesar 12,25% tanpa jatuh tempo selamanya. Bagi pemegang obligasi lama, mereka secara efektif melepaskan opsi konversi ekuitas sebagai imbalan instrumen yang lebih tinggi hasilnya, bersifat perpetual, sepenuhnya likuid, dan memiliki senioritas dibandingkan saham biasa. Ini adalah win-win: pemegang utang mendapat yield lebih menarik dan likuiditas yang jelas, sementara perusahaan menghilangkan risiko pembiayaan ulang yang terus-menerus.
Dari sudut pandang pelaporan finansial, ini juga meningkatkan metrik leverage—karena saham preferen dihitung sebagai ekuitas bukan utang, struktur neraca menjadi lebih sehat di mata investor dan pemeringkat kredit.
MicroStrategy dan Deadline 2 Juni 2028: Peluang Terbuka Lebar
Strategi Strive membuka jalan bagi MicroStrategy untuk menerapkan pendekatan serupa pada skala yang jauh lebih besar. MicroStrategy memiliki tranche utang konversi senilai $3 miliar dengan put date pada 2 Juni 2028 dan harga konversi sebesar $672,40—sekitar 300% di atas harga saham saat ini yang berada di sekitar $160.
Deadline 2 Juni 2028 memberikan jendela waktu yang cukup bagi CEO Michael Saylor untuk mulai melaksanakan strategi equity perpetual sejenis. Jika harga saham tidak mencapai level konversi ($672,40) pada saat jatuh tempo, MicroStrategy harus membayar utang pokok secara penuh—skenario yang mahal jika dilakukan melalui refinancing tradisional. Dengan menggunakan ekuitas perpetual seperti Strive, MicroStrategy dapat mengonversi beban utang menjadi instrumen jangka panjang yang tidak lagi menggantung seperti pedang Damokles.
Masa Depan Refinancing: Perpetual Equity Menggantikan Model Lama
Blueprint yang ditetapkan Strive menunjukkan bahwa refinancing tradisional—terus-menerus meminjam kembali utang yang jatuh tempo—mungkin segera menjadi ketinggalan zaman. Dengan perpetual equity, perusahaan tidak lagi terombang-ambing oleh siklus pasar finansial atau fluktuasi suku bunga. Instrumen ini memberikan stabilitas jangka panjang sambil memberikan pemegang saham preferensi yield yang menarik.
Untuk MicroStrategy dan perusahaan besar lainnya dengan beban utang konversi signifikan, strategi perpetual bukan hanya sebuah opsi finansial—tetapi kebutuhan strategis sebelum deadline mendesak seperti 2 Juni 2028 tiba. Era baru manajemen utang korporat mungkin telah dimulai.