Hong Kong sedang membuat langkah signifikan dalam menegaskan dirinya sebagai pusat keuangan global utama melalui inisiatif pengembangan regulasi dan infrastruktur yang multi-arah. Dorongan strategis pemerintah mencakup reformasi pasar aset virtual, ekspansi logam mulia, dan peningkatan efisiensi operasional yang dirancang untuk memperkuat posisi kompetitifnya dalam lanskap keuangan internasional.
Regulasi Aset Virtual dan Implementasi Stablecoin Mulai Terbentuk
Biro Layanan Keuangan dan Perbendaharaan, bekerja sama dengan Komisi Sekuritas dan Futures, sedang merumuskan kerangka regulasi komprehensif untuk perdagangan aset virtual dan layanan kustodian. Rencana termasuk pengajuan RUU legislatif ke Dewan Legislatif pada tahun 2026 yang akan mengkodekan regulasi yang mengatur layanan penasihat dan pengelolaan aset virtual. Dorongan regulasi ini mengikuti penerapan resmi Peraturan Stablecoin Hong Kong pada tahun 2025, di mana Otoritas Moneter Hong Kong secara aktif memproses backlog aplikasi lisensi yang semakin meningkat. Kerangka ini menandakan komitmen Hong Kong untuk menciptakan lingkungan yang terstruktur dan patuh regulasi bagi operasi aset digital sambil melindungi peserta pasar dan menjaga integritas sistem keuangan.
Membangun Pusat Perdagangan dan Cadangan Emas Regional
Berdasarkan kekuatan tradisionalnya dalam perdagangan logam mulia, Hong Kong mengejar program ekspansi ambisius selama tiga tahun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan emas lebih dari 2.000 ton. Inisiatif ini bertujuan menempatkan kota sebagai pusat cadangan dan perdagangan emas regional, memanfaatkan lokasi geografis dan infrastruktur pasar yang sudah mapan. Pemerintah telah membentuk badan pengelola khusus untuk Sistem Clearing Emas Hong Kong, yang seluruhnya dimiliki pemerintah. Operasi percobaan sistem clearing dijadwalkan dimulai tahun ini, memungkinkan penyelesaian dan pengelolaan penyimpanan emas yang lebih efisien.
Mempercepat Infrastruktur Pasar dan Efisiensi Keuangan
Untuk lebih meningkatkan daya tariknya sebagai pusat keuangan internasional, Biro Layanan Keuangan dan Perbendaharaan sedang mengeksplorasi langkah-langkah insentif pajak yang terarah dan peningkatan operasional. Salah satu inisiatif utama adalah meneliti kelayakan mempercepat siklus penyelesaian saham dari standar T+2 (dua hari kerja) menjadi T+1 (satu hari kerja), menyelaraskan operasi pasar Hong Kong dengan bursa global terkemuka. Peningkatan infrastruktur ini, dikombinasikan dengan inovasi regulasi dalam perdagangan aset virtual dan logam mulia, menunjukkan strategi sengaja Hong Kong untuk memodernisasi ekosistem keuangannya dan mempertahankan relevansinya secara regional dan global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Hong Kong Membuat Kerangka Kerja Komprehensif untuk Pusat Perdagangan Aset Virtual dan Emas
Hong Kong sedang membuat langkah signifikan dalam menegaskan dirinya sebagai pusat keuangan global utama melalui inisiatif pengembangan regulasi dan infrastruktur yang multi-arah. Dorongan strategis pemerintah mencakup reformasi pasar aset virtual, ekspansi logam mulia, dan peningkatan efisiensi operasional yang dirancang untuk memperkuat posisi kompetitifnya dalam lanskap keuangan internasional.
Regulasi Aset Virtual dan Implementasi Stablecoin Mulai Terbentuk
Biro Layanan Keuangan dan Perbendaharaan, bekerja sama dengan Komisi Sekuritas dan Futures, sedang merumuskan kerangka regulasi komprehensif untuk perdagangan aset virtual dan layanan kustodian. Rencana termasuk pengajuan RUU legislatif ke Dewan Legislatif pada tahun 2026 yang akan mengkodekan regulasi yang mengatur layanan penasihat dan pengelolaan aset virtual. Dorongan regulasi ini mengikuti penerapan resmi Peraturan Stablecoin Hong Kong pada tahun 2025, di mana Otoritas Moneter Hong Kong secara aktif memproses backlog aplikasi lisensi yang semakin meningkat. Kerangka ini menandakan komitmen Hong Kong untuk menciptakan lingkungan yang terstruktur dan patuh regulasi bagi operasi aset digital sambil melindungi peserta pasar dan menjaga integritas sistem keuangan.
Membangun Pusat Perdagangan dan Cadangan Emas Regional
Berdasarkan kekuatan tradisionalnya dalam perdagangan logam mulia, Hong Kong mengejar program ekspansi ambisius selama tiga tahun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan emas lebih dari 2.000 ton. Inisiatif ini bertujuan menempatkan kota sebagai pusat cadangan dan perdagangan emas regional, memanfaatkan lokasi geografis dan infrastruktur pasar yang sudah mapan. Pemerintah telah membentuk badan pengelola khusus untuk Sistem Clearing Emas Hong Kong, yang seluruhnya dimiliki pemerintah. Operasi percobaan sistem clearing dijadwalkan dimulai tahun ini, memungkinkan penyelesaian dan pengelolaan penyimpanan emas yang lebih efisien.
Mempercepat Infrastruktur Pasar dan Efisiensi Keuangan
Untuk lebih meningkatkan daya tariknya sebagai pusat keuangan internasional, Biro Layanan Keuangan dan Perbendaharaan sedang mengeksplorasi langkah-langkah insentif pajak yang terarah dan peningkatan operasional. Salah satu inisiatif utama adalah meneliti kelayakan mempercepat siklus penyelesaian saham dari standar T+2 (dua hari kerja) menjadi T+1 (satu hari kerja), menyelaraskan operasi pasar Hong Kong dengan bursa global terkemuka. Peningkatan infrastruktur ini, dikombinasikan dengan inovasi regulasi dalam perdagangan aset virtual dan logam mulia, menunjukkan strategi sengaja Hong Kong untuk memodernisasi ekosistem keuangannya dan mempertahankan relevansinya secara regional dan global.