Pada kuartal pertama tahun 2026, pasar mata uang kripto gagal melanjutkan tren kenaikan moderat di awal tahun dan baru-baru ini mengalami koreksi yang signifikan. Sebagai dua mesin penggerak pasar, harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mengalami penurunan secara bersamaan, memicu perhatian luas dan sebagian investor yang panik. Hingga 10 Februari 2026, berdasarkan data dari Gate, harga Bitcoin berada di $68.842, turun 1,02% dalam 24 jam, sedangkan harga Ethereum turun ke $2.003,96 dengan penurunan 3,02% dalam 24 jam. Apakah koreksi ini merupakan “pembersihan” yang sehat dalam tren pasar bullish, atau awal dari perubahan tren yang lebih dalam? Artikel ini akan menganalisis secara mendalam penyebab internal fluktuasi harga terbaru dengan menggabungkan data dari lingkungan makro, dinamika pasar derivatif, aliran dana di blockchain, dan lain-lain.
Faktor Inti Pertama: Perubahan Sentimen Makro dan Pengetatan Ekspektasi Likuiditas
Pasar mata uang kripto tidak lagi menjadi pulau terpencil, hubungannya dengan pasar keuangan tradisional semakin erat. Faktor makro yang memicu kekhawatiran pasar akhir-akhir ini terutama berkisar pada dua poin:
Data inflasi yang berulang dan ketidakpastian jalur suku bunga: Meskipun inflasi di ekonomi utama global telah menurun dari puncaknya, data ekonomi penting yang berulang belakangan ini menimbulkan keraguan tentang waktu perubahan kebijakan moneter bank sentral. Investor khawatir, penurunan suku bunga terlalu cepat atau terlambat dapat berdampak negatif terhadap ekonomi, dan ketidakpastian ini mengurangi daya tarik aset berisiko.
Perubahan marginal likuiditas dolar AS: Mata uang kripto, terutama Bitcoin, sering dianggap sebagai “sponge likuiditas”. Ketika pasar memperkirakan perlambatan ekspansi likuiditas dolar global, sebagian dana yang mencari likuiditas tinggi akan segera keluar dari aset berisiko tinggi dan mencari tempat aman, yang secara langsung memberi tekanan pada permintaan beli BTC dan ETH.
Faktor Inti Kedua: Efek “Domino” di Pasar Derivatif
Dalam koreksi kali ini, pasar derivatif berperan sebagai “pengakselerator”. Setelah harga mulai turun sedikit, serangkaian reaksi berantai pun terjadi:
Likuidasi posisi leverage tinggi: Dalam tren kenaikan pasar, banyak investor menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan. Ketika harga menembus level support penting (misalnya, $70.000 untuk BTC dan sekitar $2.100 untuk ETH), akan terjadi likuidasi besar-besaran posisi long yang dipaksa keluar. Data dari Gate menunjukkan bahwa harga terendah BTC dalam 24 jam pernah menyentuh $68.302,1 dan ETH $1.998,13, di dekat posisi leverage besar tersebut, likuidasi berantai ini mempercepat munculnya tekanan jual dan penurunan harga secara mendadak.
Kembali ke biaya dana dan pendinginan sentimen: Dalam fase kenaikan yang ekstrem, biaya dana perpetual kontrak biasanya tetap positif dan tinggi, menandakan bahwa posisi long harus membayar biaya kepada posisi short. Setelah harga turun, biaya dana ini cepat kembali ke posisi netral bahkan negatif, yang meskipun baik untuk kesehatan jangka panjang pasar, secara singkat mencerminkan penurunan cepat sentimen bullish dan mendorong sebagian dana spekulatif keluar pasar.
Faktor Inti Ketiga: Data On-Chain dan Aliran Dana sebagai Konfirmasi
Data on-chain memberi kita jendela untuk mengamati perilaku whale dan holder jangka panjang. Data terbaru mengungkapkan sumber tekanan jual:
Peningkatan net inflow ke bursa: Saat harga turun, jumlah BTC dan ETH yang masuk ke bursa terpusat seperti Gate meningkat dalam waktu singkat. Ini biasanya menunjukkan bahwa sebagian holder berencana menjual token mereka, menambah pasokan pasar secara langsung. Dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $953,25 juta untuk BTC dan $349,21 juta untuk ETH, terlihat bahwa pasar sangat aktif dan terjadi perbedaan besar dalam pergerakan dana.
Penyesuaian holder jangka panjang (HODLer): Analisis on-chain menunjukkan bahwa beberapa alamat holder jangka panjang menunjukkan tanda-tanda mengambil keuntungan saat harga mendekati puncaknya sebelumnya. Meskipun ini bukan penjualan massal yang menyerupai “surrender”, pelepasan posisi ini melemahkan kekuatan support di bawah pasar.
Pandangan Masa Depan Berdasarkan Data Gate: Fluktuasi Siklus dari Perspektif Rasional
Menghadapi volatilitas, analisis data yang rasional lebih penting daripada tindakan emosional. Berdasarkan data dari Gate dan model pasar yang dikembangkan, pasar tetap memiliki dasar untuk pertumbuhan jangka panjang setelah koreksi ini.
Untuk Bitcoin (BTC): Kapitalisasi pasar tetap kokoh di sekitar $1,41 triliun, dengan pangsa pasar lebih dari 56%, menunjukkan ketahanan aset inti. Dari sudut pandang jangka panjang, prediksi menunjukkan harga rata-rata BTC tahun 2026 sekitar $70.791,3, dengan kisaran fluktuasi antara $57.340,95 hingga $91.320,77. Untuk tahun 2031, model jangka panjang memperkirakan kisaran harga potensial antara $72.037,26 hingga $149.511,29.
Untuk Ethereum (ETH): Sebagai inti ekosistem, kapitalisasi pasar sebesar $252,82 miliar tetap kokoh. Berdasarkan prediksi dari Gate, harga rata-rata ETH tahun 2026 diperkirakan sekitar $2.095,27, dengan kisaran antara $1.320,02 hingga $2.283,84. Dalam jangka panjang hingga 2031, kisaran harga potensial adalah antara $2.863,02 hingga $4.481,25.
Kesimpulan: Ketakutan karena Ketidakpastian, Pemahaman Membawa Ketenteraman
Setiap koreksi besar adalah ujian terhadap pemahaman dan psikologi pelaku pasar. Penjualan panik yang dipicu oleh BTC dan ETH ini pada dasarnya adalah hasil dari resonansi berbagai faktor seperti ketidakpastian makro, struktur leverage tinggi di derivatif, dan pengambilan keuntungan jangka pendek. Ini mengungkapkan kerentanan pasar setelah kenaikan cepat dan juga merupakan proses penting untuk mengurangi gelembung dan memperkuat fondasi.
Bagi investor, dalam fase ini, lebih baik fokus pada:
Apakah kondisi fundamental on-chain mengalami perubahan mendasar (misalnya, penurunan besar dari holder jangka panjang).
Sinyal kebijakan makro yang jelas.
Pergerakan dana di level support utama dari mata uang kripto utama seperti BTC dan ETH.
Pasar selalu berputar di antara euforia dan ketakutan. Memahami faktor kompleks di balik fluktuasi ini adalah kunci untuk melewati siklus dan membuat keputusan yang lebih bijaksana. Anda dapat memanfaatkan data real-time dan alat analisis profesional dari Gate untuk terus mengikuti dinamika pasar terbaru.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analisis Mendalam: Mengapa Rebound BTC dan ETH Memicu Penjualan Panik? Perspektif Menyeluruh tentang Sentimen Pasar, Produk Derivatif, dan Aliran Dana
Pada kuartal pertama tahun 2026, pasar mata uang kripto gagal melanjutkan tren kenaikan moderat di awal tahun dan baru-baru ini mengalami koreksi yang signifikan. Sebagai dua mesin penggerak pasar, harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mengalami penurunan secara bersamaan, memicu perhatian luas dan sebagian investor yang panik. Hingga 10 Februari 2026, berdasarkan data dari Gate, harga Bitcoin berada di $68.842, turun 1,02% dalam 24 jam, sedangkan harga Ethereum turun ke $2.003,96 dengan penurunan 3,02% dalam 24 jam. Apakah koreksi ini merupakan “pembersihan” yang sehat dalam tren pasar bullish, atau awal dari perubahan tren yang lebih dalam? Artikel ini akan menganalisis secara mendalam penyebab internal fluktuasi harga terbaru dengan menggabungkan data dari lingkungan makro, dinamika pasar derivatif, aliran dana di blockchain, dan lain-lain.
Faktor Inti Pertama: Perubahan Sentimen Makro dan Pengetatan Ekspektasi Likuiditas
Pasar mata uang kripto tidak lagi menjadi pulau terpencil, hubungannya dengan pasar keuangan tradisional semakin erat. Faktor makro yang memicu kekhawatiran pasar akhir-akhir ini terutama berkisar pada dua poin:
Faktor Inti Kedua: Efek “Domino” di Pasar Derivatif
Dalam koreksi kali ini, pasar derivatif berperan sebagai “pengakselerator”. Setelah harga mulai turun sedikit, serangkaian reaksi berantai pun terjadi:
Faktor Inti Ketiga: Data On-Chain dan Aliran Dana sebagai Konfirmasi
Data on-chain memberi kita jendela untuk mengamati perilaku whale dan holder jangka panjang. Data terbaru mengungkapkan sumber tekanan jual:
Pandangan Masa Depan Berdasarkan Data Gate: Fluktuasi Siklus dari Perspektif Rasional
Menghadapi volatilitas, analisis data yang rasional lebih penting daripada tindakan emosional. Berdasarkan data dari Gate dan model pasar yang dikembangkan, pasar tetap memiliki dasar untuk pertumbuhan jangka panjang setelah koreksi ini.
Kesimpulan: Ketakutan karena Ketidakpastian, Pemahaman Membawa Ketenteraman
Setiap koreksi besar adalah ujian terhadap pemahaman dan psikologi pelaku pasar. Penjualan panik yang dipicu oleh BTC dan ETH ini pada dasarnya adalah hasil dari resonansi berbagai faktor seperti ketidakpastian makro, struktur leverage tinggi di derivatif, dan pengambilan keuntungan jangka pendek. Ini mengungkapkan kerentanan pasar setelah kenaikan cepat dan juga merupakan proses penting untuk mengurangi gelembung dan memperkuat fondasi.
Bagi investor, dalam fase ini, lebih baik fokus pada:
Pasar selalu berputar di antara euforia dan ketakutan. Memahami faktor kompleks di balik fluktuasi ini adalah kunci untuk melewati siklus dan membuat keputusan yang lebih bijaksana. Anda dapat memanfaatkan data real-time dan alat analisis profesional dari Gate untuk terus mengikuti dinamika pasar terbaru.