Perusahaan Strategy yang didirikan oleh Michael Saylor baru-baru ini menegaskan kembali di acara CNBC: “Kami tidak akan menjual Bitcoin; kami akan terus membeli Bitcoin. Saya memperkirakan kami akan membeli Bitcoin setiap kuartal selamanya.”
Pada saat pernyataan ini disampaikan, kerugian unrealized perusahaan Strategy terhadap Bitcoin pernah melebihi 6 miliar dolar AS, sementara suasana pasar berada dalam zona “ketakutan ekstrem”.
Konsistensi Strategi
Ketika seluruh pasar kripto mengalami volatilitas yang tajam, Michael Saylor dan perusahaan Strategy yang didirikannya kembali menunjukkan keyakinan teguh terhadap Bitcoin melalui tindakan nyata.
Pada periode 2-8 Februari 2026, perusahaan Strategy mengumpulkan sekitar 89,5 juta dolar AS melalui penjualan sebagian saham, dan dengan dana tersebut membeli 1.142 Bitcoin.
Pembelian ini meningkatkan total kepemilikan Bitcoin perusahaan menjadi 714.644 BTC, dengan biaya rata-rata sekitar 76.056 dolar AS per Bitcoin.
Perlu dicatat, saat transaksi ini dilakukan, harga Bitcoin sedang mengalami koreksi dari puncaknya baru-baru ini, dan kondisi pasar tidak optimis. Data menunjukkan bahwa selama minggu pembelian, harga Bitcoin turun sebesar 8,6%, dan Ethereum turun sebesar 7,9%.
Ketahanan Institusional
Menanggapi kekhawatiran dari luar bahwa perusahaan mungkin terpaksa menjual Bitcoin, Michael Saylor secara tegas menyatakan kekhawatiran tersebut “tidak berdasar”. Ia menekankan di berbagai kesempatan bahwa perusahaan telah membangun neraca keuangan yang mampu menahan volatilitas pasar.
Saylor menambahkan bahwa bahkan jika harga Bitcoin turun secara signifikan dan bertahan di level rendah selama beberapa tahun, perusahaan memiliki cukup kapasitas untuk melakukan restrukturisasi utang dan tidak perlu menjual kepemilikan Bitcoin-nya. Pernyataan ini berbeda tajam dengan spekulasi pasar tertentu.
Hingga 11 Februari 2026, data menunjukkan bahwa kerugian unrealized perusahaan Strategy terhadap Bitcoin membesar menjadi sekitar 6,5 miliar dolar AS. Saat itu, harga Bitcoin mendekati 67.000 dolar AS, sementara biaya rata-rata pembelian perusahaan adalah 76.052 dolar AS.
Meskipun menghadapi kerugian besar di buku, saham perusahaan tetap diperdagangkan dengan premi sekitar 9% di atas nilai pasar dari kepemilikan Bitcoin-nya. Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tetap percaya terhadap strategi Saylor dan timnya.
Sumber Kepercayaan
Keyakinan jangka panjang Saylor terhadap Bitcoin berasal dari berbagai faktor. Ia berpendapat bahwa sebagai “modal digital”, volatilitas Bitcoin jauh lebih tinggi dibandingkan emas, saham, atau properti, dan hal ini dianggap sebagai hal yang normal.
Menurutnya, investor modal sejati seharusnya memiliki pandangan investasi minimal empat tahun. “Jika pandangan investasimu kurang dari empat tahun, maka kamu bukan investor modal sejati,” kata Saylor. “Trader mungkin mendapatkan manfaat dari fluktuasi harga, tetapi investor jangka panjang lebih fokus pada kinerja dalam siklus empat tahun.”
Saylor juga mengungkapkan sebuah strategi keuangan inovatif: melalui penjualan instrumen kredit yang setara dengan 1,4% dari aset modal perusahaan, perusahaan dapat membayar dividen dalam bentuk Bitcoin, sekaligus terus menambah kepemilikan Bitcoin. Rencana ini menunjukkan pemikiran inovatif dalam mengintegrasikan Bitcoin ke dalam struktur keuangan perusahaan.
Realitas Pasar
Pasar kripto pada Februari 2026 sedang mengalami penyesuaian mendalam. Berdasarkan tinjauan pasar mingguan dari Gate Ventures, total kapitalisasi pasar kripto turun sebesar 7,6%.
Indeks ketakutan ekstrem di pasar tetap di level rendah 14, menunjukkan kepercayaan investor yang rendah. Sementara itu, aliran dana ETF Bitcoin dan Ethereum keluar secara signifikan, masing-masing mencapai sekitar 689,2 juta dolar AS dan 149,1 juta dolar AS.
Dalam konteks ini, harga Bitcoin di platform Gate diperkirakan sekitar 67.000 dolar AS, menunjukkan penurunan yang jelas dari puncaknya di akhir 2025.
Pandangan Jangka Panjang
Meskipun pasar menghadapi tekanan jangka pendek, banyak institusi tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Bank seperti Standard Chartered dan Bernstein telah menyesuaikan target harga Bitcoin 2026 sekitar 150.000 dolar AS.
Institusi-institusi ini percaya bahwa Bitcoin sedang mengalami transformasi fundamental: secara bertahap menjauh dari pola volatilitas siklus “empat tahun halving” yang kuat, menuju jalur pertumbuhan jangka panjang yang lebih resilient. Faktor pendorongnya meliputi akses permanen melalui ETF spot, kebutuhan alokasi dana perusahaan yang terus berlanjut, dan potensi kebijakan makroekonomi yang mendukung.
Laporan riset Gate juga menyajikan pandangan serupa, menyoroti kelangkaan Bitcoin, sifat lindung nilai terhadap inflasi, dan peningkatan kepercayaan institusional sebagai faktor pendukung jangka panjangnya. Laporan ini juga mengingatkan investor akan volatilitas Bitcoin, ketidakpastian regulasi, dan risiko yang mungkin timbul dari peristiwa makroekonomi.
“Titik oranye itu penting,” tulis Michael Saylor dalam posting media sosial terbarunya, disertai tracker kepemilikan Bitcoin perusahaan Strategy. Kalimat ini tampaknya tidak hanya merujuk pada tanda oranye khas Bitcoin, tetapi juga menyiratkan makna mendalam di balik setiap aksi pembelian.
Ringkasan
Di platform perdagangan Gate, harga Bitcoin pada 11 Februari sekitar 67.000 dolar AS. Dalam minggu yang sama, meskipun pasar turun 8,6%, perusahaan Strategy milik Saylor menambah 1.142 BTC.
Pernyataan Saylor di CNBC semakin tegas: “Kami tidak akan menjual; kami akan membeli Bitcoin. Saya memperkirakan kami akan membeli Bitcoin setiap kuartal selamanya.” Janji ini melampaui siklus pasar dan mengarah pada filosofi alokasi modal berbasis pandangan jangka panjang.
Terlepas dari fluktuasi pasar jangka pendek, keyakinan jangka panjang dari investor institusional ini mungkin menjadi jangkar utama dari jaringan nilai Bitcoin.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Michael Saylor terus membeli BTC: mengungkap kepercayaan jangka panjang investor institusi
Perusahaan Strategy yang didirikan oleh Michael Saylor baru-baru ini menegaskan kembali di acara CNBC: “Kami tidak akan menjual Bitcoin; kami akan terus membeli Bitcoin. Saya memperkirakan kami akan membeli Bitcoin setiap kuartal selamanya.”
Pada saat pernyataan ini disampaikan, kerugian unrealized perusahaan Strategy terhadap Bitcoin pernah melebihi 6 miliar dolar AS, sementara suasana pasar berada dalam zona “ketakutan ekstrem”.
Konsistensi Strategi
Ketika seluruh pasar kripto mengalami volatilitas yang tajam, Michael Saylor dan perusahaan Strategy yang didirikannya kembali menunjukkan keyakinan teguh terhadap Bitcoin melalui tindakan nyata.
Pada periode 2-8 Februari 2026, perusahaan Strategy mengumpulkan sekitar 89,5 juta dolar AS melalui penjualan sebagian saham, dan dengan dana tersebut membeli 1.142 Bitcoin.
Pembelian ini meningkatkan total kepemilikan Bitcoin perusahaan menjadi 714.644 BTC, dengan biaya rata-rata sekitar 76.056 dolar AS per Bitcoin.
Perlu dicatat, saat transaksi ini dilakukan, harga Bitcoin sedang mengalami koreksi dari puncaknya baru-baru ini, dan kondisi pasar tidak optimis. Data menunjukkan bahwa selama minggu pembelian, harga Bitcoin turun sebesar 8,6%, dan Ethereum turun sebesar 7,9%.
Ketahanan Institusional
Menanggapi kekhawatiran dari luar bahwa perusahaan mungkin terpaksa menjual Bitcoin, Michael Saylor secara tegas menyatakan kekhawatiran tersebut “tidak berdasar”. Ia menekankan di berbagai kesempatan bahwa perusahaan telah membangun neraca keuangan yang mampu menahan volatilitas pasar.
Saylor menambahkan bahwa bahkan jika harga Bitcoin turun secara signifikan dan bertahan di level rendah selama beberapa tahun, perusahaan memiliki cukup kapasitas untuk melakukan restrukturisasi utang dan tidak perlu menjual kepemilikan Bitcoin-nya. Pernyataan ini berbeda tajam dengan spekulasi pasar tertentu.
Hingga 11 Februari 2026, data menunjukkan bahwa kerugian unrealized perusahaan Strategy terhadap Bitcoin membesar menjadi sekitar 6,5 miliar dolar AS. Saat itu, harga Bitcoin mendekati 67.000 dolar AS, sementara biaya rata-rata pembelian perusahaan adalah 76.052 dolar AS.
Meskipun menghadapi kerugian besar di buku, saham perusahaan tetap diperdagangkan dengan premi sekitar 9% di atas nilai pasar dari kepemilikan Bitcoin-nya. Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar tetap percaya terhadap strategi Saylor dan timnya.
Sumber Kepercayaan
Keyakinan jangka panjang Saylor terhadap Bitcoin berasal dari berbagai faktor. Ia berpendapat bahwa sebagai “modal digital”, volatilitas Bitcoin jauh lebih tinggi dibandingkan emas, saham, atau properti, dan hal ini dianggap sebagai hal yang normal.
Menurutnya, investor modal sejati seharusnya memiliki pandangan investasi minimal empat tahun. “Jika pandangan investasimu kurang dari empat tahun, maka kamu bukan investor modal sejati,” kata Saylor. “Trader mungkin mendapatkan manfaat dari fluktuasi harga, tetapi investor jangka panjang lebih fokus pada kinerja dalam siklus empat tahun.”
Saylor juga mengungkapkan sebuah strategi keuangan inovatif: melalui penjualan instrumen kredit yang setara dengan 1,4% dari aset modal perusahaan, perusahaan dapat membayar dividen dalam bentuk Bitcoin, sekaligus terus menambah kepemilikan Bitcoin. Rencana ini menunjukkan pemikiran inovatif dalam mengintegrasikan Bitcoin ke dalam struktur keuangan perusahaan.
Realitas Pasar
Pasar kripto pada Februari 2026 sedang mengalami penyesuaian mendalam. Berdasarkan tinjauan pasar mingguan dari Gate Ventures, total kapitalisasi pasar kripto turun sebesar 7,6%.
Indeks ketakutan ekstrem di pasar tetap di level rendah 14, menunjukkan kepercayaan investor yang rendah. Sementara itu, aliran dana ETF Bitcoin dan Ethereum keluar secara signifikan, masing-masing mencapai sekitar 689,2 juta dolar AS dan 149,1 juta dolar AS.
Dalam konteks ini, harga Bitcoin di platform Gate diperkirakan sekitar 67.000 dolar AS, menunjukkan penurunan yang jelas dari puncaknya di akhir 2025.
Pandangan Jangka Panjang
Meskipun pasar menghadapi tekanan jangka pendek, banyak institusi tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Bank seperti Standard Chartered dan Bernstein telah menyesuaikan target harga Bitcoin 2026 sekitar 150.000 dolar AS.
Institusi-institusi ini percaya bahwa Bitcoin sedang mengalami transformasi fundamental: secara bertahap menjauh dari pola volatilitas siklus “empat tahun halving” yang kuat, menuju jalur pertumbuhan jangka panjang yang lebih resilient. Faktor pendorongnya meliputi akses permanen melalui ETF spot, kebutuhan alokasi dana perusahaan yang terus berlanjut, dan potensi kebijakan makroekonomi yang mendukung.
Laporan riset Gate juga menyajikan pandangan serupa, menyoroti kelangkaan Bitcoin, sifat lindung nilai terhadap inflasi, dan peningkatan kepercayaan institusional sebagai faktor pendukung jangka panjangnya. Laporan ini juga mengingatkan investor akan volatilitas Bitcoin, ketidakpastian regulasi, dan risiko yang mungkin timbul dari peristiwa makroekonomi.
“Titik oranye itu penting,” tulis Michael Saylor dalam posting media sosial terbarunya, disertai tracker kepemilikan Bitcoin perusahaan Strategy. Kalimat ini tampaknya tidak hanya merujuk pada tanda oranye khas Bitcoin, tetapi juga menyiratkan makna mendalam di balik setiap aksi pembelian.
Ringkasan
Di platform perdagangan Gate, harga Bitcoin pada 11 Februari sekitar 67.000 dolar AS. Dalam minggu yang sama, meskipun pasar turun 8,6%, perusahaan Strategy milik Saylor menambah 1.142 BTC.
Pernyataan Saylor di CNBC semakin tegas: “Kami tidak akan menjual; kami akan membeli Bitcoin. Saya memperkirakan kami akan membeli Bitcoin setiap kuartal selamanya.” Janji ini melampaui siklus pasar dan mengarah pada filosofi alokasi modal berbasis pandangan jangka panjang.
Terlepas dari fluktuasi pasar jangka pendek, keyakinan jangka panjang dari investor institusional ini mungkin menjadi jangkar utama dari jaringan nilai Bitcoin.