Dalam sebuah transisi kepemimpinan yang signifikan, The Estée Lauder Companies, Inc. mengumumkan penunjukan Stephane de La Faverie sebagai Presiden dan Chief Executive Officer yang baru, efektif mulai 1 Januari 2025. Seorang veteran dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor kosmetik mewah, de La Faverie membawa keahlian industri yang mendalam ke pucuk pimpinan salah satu konglomerat kecantikan paling bergengsi di dunia.
Perkembangan Cepat Stephane de La Faverie di Dalam Estée Lauder
Promosi de La Faverie menandai kemajuan alami dalam organisasi, di mana ia telah memegang peran yang semakin penting sejak bergabung pada tahun 2011. Terakhir menjabat sebagai Presiden Grup Eksekutif, ia mengawasi beberapa merek unggulan dari portofolio perusahaan yang luas. Sebelum penunjukan ini, ia memimpin merek Estée Lauder itu sendiri, memposisikan dirinya sebagai arsitek utama dari arah strategis perusahaan. Jejak kariernya menunjukkan kepercayaan dewan terhadap kemampuannya untuk mengarahkan organisasi melalui pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dua Puluh Lima Tahun di Dunia Kecantikan Premium: Sorotan Karier
Perjalanan profesional CEO yang akan datang mencakup nama-nama paling bergengsi di industri kecantikan. Sebelum bergabung dengan Estée Lauder, de La Faverie menjabat sebagai General Manager Giorgio Armani Beauty USA di bawah L’Oréal Paris, di mana ia mengasah keahliannya dalam manajemen merek mewah. Peran sebelumnya termasuk Manajer Wilayah untuk Grup Produk Mewah di Amerika Utara, di mana ia mengawasi portofolio yang mencakup Lancome, Giorgio Armani, Ralph Lauren, dan Biotherm. Di Australia, ia menjabat sebagai General Manager Lancome, sementara di Amerika Serikat, ia naik menjadi Wakil Presiden Pemasaran di Lancome USA, mengelola divisi perawatan kulit dan parfum. Kariernya dimulai dengan merek Lancome yang terkenal secara global di Paris, membangun fondasi dalam operasi kecantikan premium.
Perubahan Organisasi dan Transisi Kepemimpinan
Fabrizio Freda, CEO yang akan pergi dan memimpin perusahaan selama lebih dari enam belas tahun, akan mundur dari operasi harian sambil memberikan dukungan transisi selama beberapa bulan mendatang untuk memfasilitasi serah terima yang lancar. Selain itu, William Lauder sedang bertransisi dari perannya sebagai Ketua Eksekutif dan akan tetap menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi setelah Rapat Pemegang Saham Tahunan perusahaan. Perpindahan yang terkoordinasi ini mencerminkan strategi suksesi yang direncanakan dengan cermat untuk menjaga kontinuitas sambil memperkenalkan visi kepemimpinan baru di bawah kepemimpinan Stephane de La Faverie.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Stephane de La Faverie Diangkat Menjadi CEO dan Presiden Estee Lauder
Dalam sebuah transisi kepemimpinan yang signifikan, The Estée Lauder Companies, Inc. mengumumkan penunjukan Stephane de La Faverie sebagai Presiden dan Chief Executive Officer yang baru, efektif mulai 1 Januari 2025. Seorang veteran dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor kosmetik mewah, de La Faverie membawa keahlian industri yang mendalam ke pucuk pimpinan salah satu konglomerat kecantikan paling bergengsi di dunia.
Perkembangan Cepat Stephane de La Faverie di Dalam Estée Lauder
Promosi de La Faverie menandai kemajuan alami dalam organisasi, di mana ia telah memegang peran yang semakin penting sejak bergabung pada tahun 2011. Terakhir menjabat sebagai Presiden Grup Eksekutif, ia mengawasi beberapa merek unggulan dari portofolio perusahaan yang luas. Sebelum penunjukan ini, ia memimpin merek Estée Lauder itu sendiri, memposisikan dirinya sebagai arsitek utama dari arah strategis perusahaan. Jejak kariernya menunjukkan kepercayaan dewan terhadap kemampuannya untuk mengarahkan organisasi melalui pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dua Puluh Lima Tahun di Dunia Kecantikan Premium: Sorotan Karier
Perjalanan profesional CEO yang akan datang mencakup nama-nama paling bergengsi di industri kecantikan. Sebelum bergabung dengan Estée Lauder, de La Faverie menjabat sebagai General Manager Giorgio Armani Beauty USA di bawah L’Oréal Paris, di mana ia mengasah keahliannya dalam manajemen merek mewah. Peran sebelumnya termasuk Manajer Wilayah untuk Grup Produk Mewah di Amerika Utara, di mana ia mengawasi portofolio yang mencakup Lancome, Giorgio Armani, Ralph Lauren, dan Biotherm. Di Australia, ia menjabat sebagai General Manager Lancome, sementara di Amerika Serikat, ia naik menjadi Wakil Presiden Pemasaran di Lancome USA, mengelola divisi perawatan kulit dan parfum. Kariernya dimulai dengan merek Lancome yang terkenal secara global di Paris, membangun fondasi dalam operasi kecantikan premium.
Perubahan Organisasi dan Transisi Kepemimpinan
Fabrizio Freda, CEO yang akan pergi dan memimpin perusahaan selama lebih dari enam belas tahun, akan mundur dari operasi harian sambil memberikan dukungan transisi selama beberapa bulan mendatang untuk memfasilitasi serah terima yang lancar. Selain itu, William Lauder sedang bertransisi dari perannya sebagai Ketua Eksekutif dan akan tetap menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi setelah Rapat Pemegang Saham Tahunan perusahaan. Perpindahan yang terkoordinasi ini mencerminkan strategi suksesi yang direncanakan dengan cermat untuk menjaga kontinuitas sambil memperkenalkan visi kepemimpinan baru di bawah kepemimpinan Stephane de La Faverie.