Shutdown pemerintah AS dan cryptocurrency: Dampak pasar yang dihasilkan oleh topik perdebatan politik

Belakangan ini, topik-topik paling panas dalam politik Amerika Serikat telah muncul sebagai titik impas dalam negosiasi anggaran pemerintah. Alasan mengapa investor kripto harus memperhatikan hal ini secara khusus adalah karena risiko shutdown pemerintah kali ini tidak hanya sekadar masalah anggaran, melainkan juga langsung terkait dengan likuiditas pasar dan arah regulasi. Serangkaian peristiwa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir—skandal penipuan kesejahteraan di Minnesota, perdebatan pendanaan ICE, masalah subsidi ACA—semuanya mengungkapkan isu pokok yang menjadi perdebatan antara kedua partai, dan diperkirakan akan memanas menjelang tenggat waktu persetujuan anggaran pemerintah pada akhir Februari.

Skandal Penipuan Kesejahteraan di Minnesota, Topik Debat Terpanas di Tahun Pemilihan

Pada akhir tahun lalu, sebuah video investigasi berdurasi 42 menit yang dipublikasikan oleh pembuat konten mandiri di AS, Nick Sherry, menjadi viral di internet. Video ini langsung menyebar secara viral dalam satu malam, mencapai puluhan juta tayangan dalam 24 jam pertama, dan kemudian dipotong menjadi berbagai video pendek yang menyebar hingga lebih dari 100 juta kali. Isi videonya sederhana namun kuat: sejumlah organisasi nirlaba yang terdaftar atas nama program makanan anak-anak berpendapatan rendah ternyata tidak memberikan sebagian besar dana yang mereka klaim kepada anak-anak tersebut.

Untuk memahami latar belakang skandal ini, kita harus kembali ke masa pandemi. Pada awalnya, kebijakan dukungan makanan sekolah di AS sangat ketat. Hanya diberikan di sekolah atau pusat komunitas resmi, dan verifikasi kehadiran dilakukan untuk mencegah pengambilan atas nama orang lain. Namun, saat pandemi menyebabkan penutupan sekolah, Kongres melonggarkan aturan agar makanan bisa dibawa pulang. Di sinilah celah fatal muncul: selama organisasi nirlaba terdaftar dan melaporkan jumlah makanan yang disediakan, pemerintah akan memberikan dana secara cuma-cuma.

Hasil investigasi DHS (Departemen Keamanan Dalam Negeri) dan FBI sangat mengejutkan. Total dana dari 14 program bantuan federal yang dialokasikan ke Minnesota sejak 2018 mencapai 18 miliar dolar, dan jumlah penipuan yang terungkap mencapai 9 miliar dolar. Ini menjadi salah satu skandal penipuan kesejahteraan terbesar dalam sejarah AS.

Namun, mengapa skandal ini tidak sekadar kasus kriminal biasa? Karena faktor geografis dan politik. Minnesota adalah basis kuat Partai Demokrat dan wilayah yang banyak terdapat organisasi nirlaba. Pemerintah negara bagian telah lama mengandalkan model outsourcing, menyerahkan penyediaan layanan publik kepada organisasi nirlaba daripada langsung melayani. Secara teori efisien, tetapi dalam praktiknya, regulasi yang longgar dan hubungan politik yang rumit menciptakan zona abu-abu. Investigasi menunjukkan bahwa sebagian besar dana yang keluar dari organisasi penipuan tersebut mengalir kembali ke dana kampanye politik Partai Demokrat.

Selain itu, tingkat imigrasi yang tinggi di Minnesota juga memperumit isu ini. Dari 92 orang yang didakwa, 82 di antaranya adalah warga negara Somalia. Hal ini mempertemukan tiga isu utama: kebijakan imigrasi, distribusi kesejahteraan, dan keamanan publik—yang menjadi poin utama yang terus ditekankan Trump dan Partai Republik dalam kampanye mereka.

Analisis Isu Perdebatan Tajam Antara Kedua Partai tentang Pendanaan ICE

Setelah skandal Minnesota terungkap, pemerintahan Trump memperketat penegakan imigrasi di negara bagian tersebut secara besar-besaran. ICE (Imigrasi dan Bea Cukai) di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri melancarkan operasi penangkapan besar-besaran. Namun, dalam prosesnya, terjadi tragedi.

Pada awal Januari, seorang wanita berusia 37 tahun ditembak mati oleh petugas ICE saat operasi di lapangan. 17 hari kemudian, seorang warga negara AS lain tewas tertembak saat penangkapan imigrasi federal. Dua kejadian ini secara berurutan menimbulkan kekacauan di lapangan, memicu demonstrasi besar dan kerusuhan.

Kejadian ini langsung menjadi topik utama dalam negosiasi anggaran. Partai Demokrat menuntut reformasi mendasar terhadap cara ICE menjalankan tugasnya, termasuk pengurangan skala atau pembatasan ketat. Sebaliknya, Partai Republik berargumen bahwa penipuan di Minnesota dan masalah imigrasi ilegal membuktikan perlunya penguatan dana ICE. Isu penipuan sebesar 9 miliar dolar dan imigrasi ilegal ini mendukung argumen bahwa ICE harus mendapatkan dana lebih besar.

Hasilnya, pendanaan ICE saat ini menjadi salah satu bagian paling buntu dalam negosiasi anggaran pemerintah. Ini bukan sekadar soal angka anggaran, melainkan juga menyangkut kebijakan imigrasi, keamanan publik, dan bahkan dinamika politik selama masa kampanye yang lebih luas.

Masalah Subsidi Kesehatan: Isu Struktural Lain dan Latar Belakang Sosial

Sejauh ini, masalah pendanaan ACA (Reformasi Kesehatan Obama) sama kompleksnya dengan pendanaan ICE. Ini adalah isu yang lebih lama dan berakar lebih dalam.

Subsidi kesehatan sementara yang diperkenalkan selama pandemi memungkinkan jutaan warga berpenghasilan menengah ke bawah menurunkan premi asuransi mereka secara signifikan. Meskipun bersifat sementara, subsidi ini resmi berakhir tahun lalu. Partai Demokrat memperingatkan bahwa jika subsidi tidak diperpanjang, jutaan warga akan menghadapi lonjakan premi dan beberapa bahkan akan keluar dari sistem asuransi sama sekali.

Argumen penolakan dari Partai Republik cukup menarik. Mereka tidak hanya menyoroti beban fiskal, tetapi juga menuduh bahwa sistem subsidi selama pandemi telah menjadi “kolam dana abu-abu”. Organisasi nirlaba, perusahaan asuransi, bahkan jaringan politik diduga menyalahgunakan sistem ini. Mirip dengan skandal penipuan kesejahteraan di Minnesota, ini menunjukkan bahwa kebijakan yang baik bisa disalahgunakan melalui kelemahan sistem.

Secara lebih mendalam, isu ini juga menyentuh kerentanan kelas menengah di AS. Banyak keluarga AS yang tetap bekerja dan memiliki penghasilan, tetapi satu kali kehilangan pekerjaan, sakit parah, atau kenaikan premi bisa membuat mereka jatuh ke jurang keuangan. Subsidi ACA berfungsi sebagai penyangga yang menjaga mereka tetap di atas ambang kritis tersebut. Inilah alasan mengapa Partai Demokrat menyebutnya sebagai “krisis beban finansial”, dan mengapa insiden penembakan CEO perusahaan asuransi mendapatkan simpati luas di masyarakat AS.

Dampak Jangka Pendek dan Menengah dari Ancaman Shutdown terhadap Pasar Kripto

Kembali ke pertanyaan utama: akankah ketegangan anggaran ini mengguncang pasar kripto?

Ada sinyal positif. Karena Kongres telah menyetujui 6 dari 12 RUU dukungan tahunan, kemungkinan besar jika negosiasi gagal, hanya akan terjadi “shutdown parsial”. Berbeda dengan shutdown total selama 43 hari pada Oktober lalu, kali ini dampaknya akan terbatas pada Departemen Keamanan Dalam Negeri dan beberapa lembaga kecil yang tidak disetujui. Artinya, likuiditas pasar keuangan tidak akan terlalu terganggu.

Namun, dampak strukturalnya tetap ada. Jika ketegangan anggaran ini berlarut-larut, energi politik di Kongres akan lebih banyak difokuskan pada upaya mencegah skenario terburuk. RUU yang membutuhkan kerjasama lintas partai dan kompleksitas teknis—termasuk RUU yang dinanti-nantikan industri kripto, seperti “Clarity Act”—kemungkinan besar akan tertunda otomatis.

RUU ini bukan hanya soal insentif teknologi, tetapi juga aset struktural yang penting: mendefinisikan apakah aset digital termasuk sekuritas atau komoditas, memperjelas batasan regulasi SEC dan CFTC, serta menetapkan standar kepatuhan untuk bursa dan proyek DeFi. Jika tertunda, arus masuk dana institusional akan tertunda, dan kepastian investasi jangka menengah-panjang akan melemah.

Dampak Lebih Luas dari Perdebatan Politik terhadap Kondisi Ekonomi

Secara keseluruhan, semua isu—skandal penipuan kesejahteraan di Minnesota, pendanaan ICE, subsidi ACA, dan kebijakan imigrasi—terkait langsung dengan krisis anggaran pemerintah saat ini. Mereka bukan sekadar masalah anggaran, melainkan medan politik yang sedang berlangsung menjelang pemilihan.

Ancaman shutdown sudah cukup diperkirakan dan skalanya lebih terbatas dibanding sebelumnya. Oleh karena itu, dampak langsung terhadap pasar kripto tampaknya tidak akan sebesar sebelumnya. Namun, penundaan transparansi regulasi, perlambatan arus dana institusional, dan ketidakpastian arah kebijakan tetap menjadi hambatan jangka menengah.

Yang paling penting, kejadian ini bukan sekadar kegagalan anggaran biasa. Isu-isu seperti ICE, kebijakan kesejahteraan, asuransi kesehatan, dan penegakan imigrasi semuanya berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari pemilih dan dapat dengan mudah diubah menjadi narasi politik yang jelas, konfrontatif, dan mudah menyebar. Negosiasi anggaran ini telah menjadi medan politik utama yang akan menentukan arah kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.

DEFI23,83%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)