Menurut laporan terbaru dari Forbes, OpenAI sedang mengembangkan platform jejaring sosial yang sepenuhnya baru, dengan tujuan utama menggunakan verifikasi biometrik untuk mengatasi masalah umum akun palsu yang melanda jejaring sosial saat ini. Proyek ini dikerjakan oleh tim kecil kurang dari 10 orang dan saat ini masih dalam tahap eksplorasi awal. Untuk memastikan setiap akun di platform tersebut benar-benar milik pengguna asli, OpenAI berencana memperkenalkan Face ID dari Apple atau pemindai iris dari World (sebelumnya Worldcoin) sebagai alat verifikasi identitas.
Verifikasi Biometrik sebagai Solusi Baru Melawan Bot
Dalam industri jejaring sosial, masalah akun palsu telah menjadi masalah kronis. Di platform X, jumlah akun palsu yang didorong oleh model bahasa besar terus meningkat, bahkan memicu diskusi tentang “teori jaringan mati”—yaitu anggapan bahwa internet sedang dibanjiri oleh konten mesin dan identitas palsu. Langkah baru OpenAI ini pada dasarnya bertujuan untuk membangun kembali fondasi kepercayaan di jejaring sosial melalui verifikasi biometrik. Pengguna harus melewati pemindaian iris atau pengenalan wajah untuk mendapatkan “sertifikasi asli” sebelum dapat membuat akun yang valid di platform.
Skema Verifikasi Berlapis: Gabungan Face ID dan Pengenalan Iris
OpenAI menawarkan dua jalur verifikasi biometrik. Yang pertama adalah Face ID dari Apple, yang didukung oleh basis pengguna iPhone yang besar dan kebiasaan pengguna yang matang; sedangkan yang kedua adalah pemindaian iris dari World, yang didasarkan pada jaringan pemindaian Orb yang tersebar di seluruh dunia. Data dari World menunjukkan bahwa sistem pengenalan iris mereka telah memverifikasi identitas lebih dari 17 juta pengguna di berbagai wilayah, memberikan OpenAI infrastruktur verifikasi pihak ketiga yang matang. Kombinasi teknologi pengenalan iris dan wajah ini bertujuan membangun sistem perlindungan berlapis, sehingga meminimalkan kemungkinan pendaftaran akun palsu secara maksimal.
Pemikiran Mendalam Sam Altman tentang Masa Depan Jejaring Sosial
CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya pernah secara terbuka mengkritik maraknya akun palsu di platform X dan secara blak-blakan menyatakan bahwa identitas palsu yang didorong AI sedang merusak ekosistem platform tersebut. Rencana platform jejaring sosial baru ini mencerminkan obsesinya terhadap keaslian internet. Saat ini, platform tersebut belum memiliki jadwal peluncuran pasti, tetapi di masa depan diharapkan menjadi ekosistem sosial baru yang mengumpulkan pengguna asli dan mendukung pembuatan konten berbasis AI.
Masa Depan Integrasi Pengenalan Iris dan Penciptaan Konten
Jejaring sosial ini bukan sekadar platform verifikasi identitas, tetapi OpenAI juga berencana mengintegrasikan teknologi AI ke dalam platform agar pengguna dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat konten video dan gambar. Ini berarti, identitas pengguna yang diverifikasi melalui iris atau pengenalan wajah akan menjadi dasar untuk meningkatkan kepercayaan dan jejak konten yang dihasilkan AI. Penggunaan biometrik seperti pemindaian iris di masa depan berpotensi menjadi alat penting dalam bidang Web3 dan jejaring sosial untuk memberantas identitas palsu dan melindungi pencipta konten asli.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
OpenAI ingin menggunakan pemindaian iris untuk membangun jejaring sosial nyata, menandingi masalah akun palsu di platform X
Menurut laporan terbaru dari Forbes, OpenAI sedang mengembangkan platform jejaring sosial yang sepenuhnya baru, dengan tujuan utama menggunakan verifikasi biometrik untuk mengatasi masalah umum akun palsu yang melanda jejaring sosial saat ini. Proyek ini dikerjakan oleh tim kecil kurang dari 10 orang dan saat ini masih dalam tahap eksplorasi awal. Untuk memastikan setiap akun di platform tersebut benar-benar milik pengguna asli, OpenAI berencana memperkenalkan Face ID dari Apple atau pemindai iris dari World (sebelumnya Worldcoin) sebagai alat verifikasi identitas.
Verifikasi Biometrik sebagai Solusi Baru Melawan Bot
Dalam industri jejaring sosial, masalah akun palsu telah menjadi masalah kronis. Di platform X, jumlah akun palsu yang didorong oleh model bahasa besar terus meningkat, bahkan memicu diskusi tentang “teori jaringan mati”—yaitu anggapan bahwa internet sedang dibanjiri oleh konten mesin dan identitas palsu. Langkah baru OpenAI ini pada dasarnya bertujuan untuk membangun kembali fondasi kepercayaan di jejaring sosial melalui verifikasi biometrik. Pengguna harus melewati pemindaian iris atau pengenalan wajah untuk mendapatkan “sertifikasi asli” sebelum dapat membuat akun yang valid di platform.
Skema Verifikasi Berlapis: Gabungan Face ID dan Pengenalan Iris
OpenAI menawarkan dua jalur verifikasi biometrik. Yang pertama adalah Face ID dari Apple, yang didukung oleh basis pengguna iPhone yang besar dan kebiasaan pengguna yang matang; sedangkan yang kedua adalah pemindaian iris dari World, yang didasarkan pada jaringan pemindaian Orb yang tersebar di seluruh dunia. Data dari World menunjukkan bahwa sistem pengenalan iris mereka telah memverifikasi identitas lebih dari 17 juta pengguna di berbagai wilayah, memberikan OpenAI infrastruktur verifikasi pihak ketiga yang matang. Kombinasi teknologi pengenalan iris dan wajah ini bertujuan membangun sistem perlindungan berlapis, sehingga meminimalkan kemungkinan pendaftaran akun palsu secara maksimal.
Pemikiran Mendalam Sam Altman tentang Masa Depan Jejaring Sosial
CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya pernah secara terbuka mengkritik maraknya akun palsu di platform X dan secara blak-blakan menyatakan bahwa identitas palsu yang didorong AI sedang merusak ekosistem platform tersebut. Rencana platform jejaring sosial baru ini mencerminkan obsesinya terhadap keaslian internet. Saat ini, platform tersebut belum memiliki jadwal peluncuran pasti, tetapi di masa depan diharapkan menjadi ekosistem sosial baru yang mengumpulkan pengguna asli dan mendukung pembuatan konten berbasis AI.
Masa Depan Integrasi Pengenalan Iris dan Penciptaan Konten
Jejaring sosial ini bukan sekadar platform verifikasi identitas, tetapi OpenAI juga berencana mengintegrasikan teknologi AI ke dalam platform agar pengguna dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat konten video dan gambar. Ini berarti, identitas pengguna yang diverifikasi melalui iris atau pengenalan wajah akan menjadi dasar untuk meningkatkan kepercayaan dan jejak konten yang dihasilkan AI. Penggunaan biometrik seperti pemindaian iris di masa depan berpotensi menjadi alat penting dalam bidang Web3 dan jejaring sosial untuk memberantas identitas palsu dan melindungi pencipta konten asli.