Kegilaan mencintai struktur bahasa dari Ice and Fire, yang tak tertandingi keindahannya.
Memiliki irama (seperti puisi) Memiliki logika (seperti hukum) Memiliki kekuatan (seperti keputusan) Pada dasarnya ini bukan bahasa sastra, melainkan: bahasa filsafat + nada keagamaan + ekspresi hukum, inilah yang disebut rasa epik. “Bahasa sudut pandang mitos” ini terutama berasal dari empat sumber utama: 1) Alkitab (struktur penghakiman) 2) Epik Yunani (pahlawan dan takdir) 3) Mitologi Nordik (takdir dan musim dingin) 4) Epik Abad Pertengahan (ksatria dan kekuasaan raja)
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kegilaan mencintai struktur bahasa dari Ice and Fire, yang tak tertandingi keindahannya.
Memiliki irama (seperti puisi)
Memiliki logika (seperti hukum)
Memiliki kekuatan (seperti keputusan)
Pada dasarnya ini bukan bahasa sastra, melainkan: bahasa filsafat + nada keagamaan + ekspresi hukum, inilah yang disebut rasa epik.
“Bahasa sudut pandang mitos” ini terutama berasal dari empat sumber utama:
1) Alkitab (struktur penghakiman)
2) Epik Yunani (pahlawan dan takdir)
3) Mitologi Nordik (takdir dan musim dingin)
4) Epik Abad Pertengahan (ksatria dan kekuasaan raja)