Memahami Straddle vs Strangle: Dua Strategi Perdagangan Opsi yang Penting

Bagi trader yang baru mengenal pasar opsi, menavigasi berbagai strategi bisa menjadi hal yang membingungkan. Di antara pendekatan yang paling banyak dibahas adalah posisi straddle dan strangle, keduanya dirancang untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang signifikan. Meskipun keduanya memiliki kesamaan, memahami perbedaan antara straddle dan strangle sangat penting untuk mengembangkan pendekatan trading yang efektif. Panduan ini menjelaskan bagaimana strategi-strategi ini bekerja, kelebihan dan kekurangannya, serta kapan sebaiknya menerapkan masing-masing.

Perbedaan Inti Antara Strategi Straddle dan Strangle

Perbedaan mendasar antara straddle dan strangle terletak pada harga strike dan biaya. Dalam straddle, Anda secara bersamaan membeli opsi call dan put pada harga strike yang sama dengan tanggal kedaluwarsa yang sama. Ini berarti Anda bertaruh bahwa saham akan bergerak secara signifikan—baik naik maupun turun—dari level harga tersebut.

Sedangkan strangle berbeda dengan meminta Anda membeli opsi call dan put pada harga strike yang berbeda. Biasanya, call dibeli pada harga strike yang lebih tinggi sementara put berada pada harga strike yang lebih rendah, keduanya berakhir pada tanggal yang sama. Spread yang lebih lebar ini membuat biaya untuk membangun posisi strangle lebih murah dibandingkan straddle, tetapi juga membutuhkan pergerakan harga yang lebih besar agar dapat menghasilkan keuntungan.

Intinya, pilihan antara straddle dan strangle bergantung pada ketersediaan modal dan ekspektasi volatilitas Anda. Straddle membutuhkan pergerakan saham yang lebih kecil tetapi biaya awal lebih tinggi, sedangkan strangle memerlukan pergerakan yang lebih besar tetapi dengan investasi awal yang lebih rendah.

Kapan Menggunakan Straddle: Biaya Lebih Tinggi, Zona Keuntungan Lebih Luas

Posisi long straddle memberi peluang untuk mendapatkan keuntungan kapan pun saham dasar bergerak secara signifikan melewati harga pembelian Anda dalam kedua arah. Karena kedua opsi berada pada harga strike yang sama, Anda akan mendapatkan keuntungan begitu saham melewati batas tersebut dengan momentum yang berarti.

Keindahan strategi straddle terletak pada potensi keuntungannya. Jika Anda membeli call dan put pada harga strike $100, Anda akan mendapatkan keuntungan baik saat saham naik ke $110 maupun turun ke $90 sebelum kedaluwarsa. Semakin besar pergerakan harga, semakin besar potensi pengembaliannya. Fleksibilitas ini membuat straddle cocok untuk periode pengumuman laba, berita besar, atau periode volatilitas yang diharapkan.

Namun, kekurangannya adalah biaya. Membeli dua opsi pada harga strike yang sama berarti membayar premi penuh untuk kedua sisi, yang bisa cukup besar jika volatilitas tersirat belum meningkat. Jika harga saham hanya bergerak sedikit, Anda bisa kehilangan seluruh investasi. Selain itu, penurunan volatilitas dapat mengurangi nilai posisi Anda meskipun saham bergerak, karena volatilitas tersirat sudah dihitung dalam harga opsi.

Kapan Menggunakan Strangle: Premi Lebih Rendah, Titik Impas Lebih Ketat

Strangle menarik bagi trader yang mengutamakan efisiensi modal. Dengan membeli call dan put pada harga strike yang berbeda, Anda membayar premi gabungan yang jauh lebih rendah dibandingkan straddle. Untuk trader dengan modal terbatas atau yang ingin membuka beberapa posisi sekaligus, strangle menawarkan fleksibilitas.

Namun, ada kompromi dalam hal presisi. Karena call berada di atas harga saat ini dan put di bawahnya, saham harus bergerak melewati kedua harga strike agar salah satu sisi menghasilkan keuntungan. Misalnya, jika Anda membeli put $95 dan call $105 pada saham yang diperdagangkan di $100, harga harus naik di atas $105 atau turun di bawah $95 untuk mendapatkan profitabilitas. Semakin lebar spread strike, semakin rendah premi yang dibayar tetapi semakin besar pergerakan yang dibutuhkan.

Strangle sangat cocok saat volatilitas sedang atau ketika Anda mengharapkan pergerakan signifikan tetapi tidak yakin arah pergerakan tersebut. Pengeluaran modal yang lebih kecil memungkinkan trader mengelola risiko secara lebih konservatif sambil tetap berpartisipasi dalam pergerakan harga yang besar.

Straddle vs Strangle untuk Rilis Laba: Aplikasi Praktis

Pengumuman laba adalah contoh situasi di mana memilih antara straddle dan strangle sangat penting. Sebelum pengumuman laba, volatilitas tersirat biasanya meningkat, membuat opsi menjadi lebih mahal. Namun, trader memperkirakan bahwa pergerakan harga sesungguhnya setelah laba akan melebihi nilai opsi saat ini.

Untuk strategi laba, straddle masuk akal jika Anda mengharapkan pergerakan besar (biasanya 5-10% atau lebih) dan memiliki modal yang cukup. Titik impas yang lebih rendah berarti keuntungan bisa diperoleh lebih cepat jika kejutan laba cukup besar.

Strangle cocok untuk rencana laba ketika pergerakan yang diharapkan bersifat moderat atau saat Anda ingin mengelola modal secara lebih efisien. Beberapa trader bahkan membangun posisi strangle beberapa minggu sebelum pengumuman laba dengan biaya lebih rendah, lalu beralih ke straddle mendekati pengumuman jika volatilitas tersirat tetap tinggi.

Metode Utama: Volatilitas Tersirat dan Ukuran Posisi

Kedua strategi ini sangat bergantung pada pemahaman tentang volatilitas tersirat (IV). Indeks IV yang tinggi menunjukkan bahwa opsi relatif mahal dibandingkan norma historis—kemungkinan mendukung strategi jual opsi daripada beli. Sebaliknya, IV yang rendah menandakan premi yang murah dan kondisi yang menguntungkan untuk membeli posisi straddle atau strangle.

Greeks—delta, gamma, theta, dan vega—juga sangat mempengaruhi kedua strategi ini. Pada saat kedaluwarsa, theta bekerja melawan Anda (penurunan waktu mengikis nilai opsi setiap hari), sementara vega dapat memperbesar kerugian jika volatilitas menyusut. Memahami dinamika ini membantu menghindari kesalahan yang mahal.

Ukuran posisi juga harus diperhatikan. Modal yang dibutuhkan untuk posisi straddle dan strangle tidak boleh melebihi toleransi risiko akun Anda. Banyak trader hanya mengalokasikan 2-5% dari modal portofolio untuk setiap posisi, sehingga dapat membuka beberapa posisi sekaligus tanpa risiko kerugian besar.

Kerangka Pengambilan Keputusan: Memilih Antara Straddle dan Strangle

Pilihan antara straddle dan strangle akhirnya bergantung pada pandangan pasar, situasi modal, dan toleransi risiko Anda. Berikut kerangka praktisnya:

Pilih straddle jika:

  • Anda mengharapkan pergerakan harga besar (>5%)
  • Anda memiliki modal yang cukup untuk premi yang lebih tinggi
  • Volatilitas tersirat sedang hingga rendah
  • Anda menginginkan titik impas yang lebih cepat tercapai
  • Peristiwa (laporan laba, persetujuan FDA, dll.) kemungkinan memicu pergerakan tajam

Pilih strangle jika:

  • Penghematan modal menjadi prioritas
  • Anda mengharapkan pergerakan tetapi tidak yakin besarnya
  • Volatilitas tersirat sudah tinggi
  • Anda dapat mentolerir titik impas yang lebih lebar
  • Anda ingin membuka posisi spekulatif dengan risiko lebih kecil per perdagangan

Kedua strategi ini memiliki risiko inheren. Jika saham bergerak sangat sedikit atau bergerak dalam rentang sempit yang tidak terduga, investasi Anda bisa hilang sama sekali. Perbedaan antara straddle dan strangle memastikan Anda menyesuaikan pemilihan strategi dengan kondisi pribadi daripada sekadar mengikuti tren.

Pelajari pendekatan ini melalui trading simulasi terlebih dahulu, pantau bagaimana pergerakan harga aktual, perubahan volatilitas tersirat, dan waktu yang berlalu mempengaruhi posisi. Pengalaman ini sangat berharga sebelum Anda mulai menggunakan modal nyata.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)