🟠 Trump menaikkan batas maksimum tarif dari 10% menjadi 15% sesuai Section 122 - Trade Act 1974.
Ini adalah alat yang memungkinkan Presiden memberlakukan tarif maksimum selama 150 hari tanpa persetujuan Kongres. Sangat efektif tetapi dengan sedikit hambatan politik. Tetapi harus dipahami bahwa: - Tarif berdasarkan Section 232 (untuk keamanan nasional - baja, mobil…) masih berlaku. - Tarif berdasarkan Section 301 (untuk menghukum praktik perdagangan tidak adil - terutama terhadap Tiongkok) tetap dipertahankan. -> Artinya 15% tidak menggantikan seluruh struktur lama. Tarif ini menumpuk di atas dasar yang ada. 📊 Menurut grafik perkiraan Bloomberg: - Tiongkok, India, Brasil, Indonesia adalah kelompok yang paling terdampak jika skenario 15% dipertahankan. - Vietnam, Korea Selatan, Jepang semuanya berada dalam zona kenaikan tarif dua digit. - Beberapa negara dengan perjanjian bilateral masih belum jelas apakah mendapatkan carve-out atau tidak. 🌍 Respon awal dari negara-negara: - UE sementara menghentikan proses persetujuan perjanjian perdagangan dengan AS. - India menunda kunjungan resmi ke AS untuk menegosiasikan perjanjian sementara. - Australia menentang karena tarif baru lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Masalahnya, apakah tarif baru akan dikenakan ke negara-negara yang sudah menandatangani perjanjian? Apakah menggantikan tarif lama atau hanya menambah? Setelah 150 hari, mekanisme apa yang akan digunakan untuk perpanjangan? Pasar tidak takut berita buruk, pasar takut ketidakpastian dalam kebijakan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
🟠 Trump menaikkan batas maksimum tarif dari 10% menjadi 15% sesuai Section 122 - Trade Act 1974.
Ini adalah alat yang memungkinkan Presiden memberlakukan tarif maksimum selama 150 hari tanpa persetujuan Kongres. Sangat efektif tetapi dengan sedikit hambatan politik. Tetapi harus dipahami bahwa:
- Tarif berdasarkan Section 232 (untuk keamanan nasional - baja, mobil…) masih berlaku.
- Tarif berdasarkan Section 301 (untuk menghukum praktik perdagangan tidak adil - terutama terhadap Tiongkok) tetap dipertahankan.
-> Artinya 15% tidak menggantikan seluruh struktur lama. Tarif ini menumpuk di atas dasar yang ada.
📊 Menurut grafik perkiraan Bloomberg:
- Tiongkok, India, Brasil, Indonesia adalah kelompok yang paling terdampak jika skenario 15% dipertahankan.
- Vietnam, Korea Selatan, Jepang semuanya berada dalam zona kenaikan tarif dua digit.
- Beberapa negara dengan perjanjian bilateral masih belum jelas apakah mendapatkan carve-out atau tidak.
🌍 Respon awal dari negara-negara:
- UE sementara menghentikan proses persetujuan perjanjian perdagangan dengan AS.
- India menunda kunjungan resmi ke AS untuk menegosiasikan perjanjian sementara.
- Australia menentang karena tarif baru lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Masalahnya, apakah tarif baru akan dikenakan ke negara-negara yang sudah menandatangani perjanjian? Apakah menggantikan tarif lama atau hanya menambah? Setelah 150 hari, mekanisme apa yang akan digunakan untuk perpanjangan?
Pasar tidak takut berita buruk, pasar takut ketidakpastian dalam kebijakan.