Ketika berbicara tentang investasi untuk meningkatkan nilai portofolio, banyak investor sering memandang emas, mata uang, atau cryptocurrency. Namun mereka mungkin lupa bahwa aset yang dekat dan selalu mengikuti berita adalah “minyak bumi”, sumber daya alam yang memiliki nilai sangat besar. Sebagai “emas hitam”, minyak tidak hanya merupakan aset yang dapat digunakan, tetapi juga peluang investasi melalui saham minyak yang memiliki potensi tinggi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang saham minyak dan peluang investasi di tahun 2026.
Memahami Struktur Bisnis Minyak: Hulu, Hilir, dan Pemasaran
Saham dari sektor energi dan minyak sangat diminati oleh investor karena banyak perusahaan besar yang beroperasi di bidang ini. Memahami berbagai jenis bisnis akan membantu Anda memilih investasi dengan lebih cerdas.
Bisnis minyak dibagi menjadi tiga bagian utama berdasarkan tahapan produksi. Pertama adalah bisnis hulu, yang terkait dengan eksplorasi dan pengeboran sumber minyak mentah dan gas alam, baik di darat maupun di laut. Perusahaan dari bagian ini mengirimkan minyak mentah dan gas alam ke kilang. Analisis saham dari sektor ini bergantung pada dua faktor utama yaitu harga minyak mentah dan nilai tukar mata uang. Contoh saham dari perusahaan hulu meliputi ExxonMobil (XOM), Chevron (CVX), ConocoPhillips (COP), EOG Resources (EOG), dan Occidental Petroleum (OXY).
Bisnis hilir adalah bagian dari kilang minyak yang memproses minyak mentah menjadi produk akhir seperti bensin, solar, pelumas, dan produk petrokimia lainnya. Faktor penting untuk saham sektor ini adalah biaya penyulingan dan pengelolaan stok minyak. Perusahaan minyak yang beroperasi di bisnis hilir meliputi Enterprise Products Partners (EPD), Kinder Morgan (KMI), Williams Companies (WMB), Enbridge (ENB), dan Magellan Midstream Partners (MMP).
Bisnis pemasaran adalah bagian ritel dan distribusi minyak melalui SPBU. Investor di saham ini harus memperhatikan biaya pemasaran dan pengelolaan area layanan agar efisien. Perusahaan terkenal di sektor ini meliputi Phillips 66 (PSX), Valero Energy (VLO), Marathon Petroleum (MPC), Royal Dutch Shell (RDS-A), dan TotalEnergies (TTE).
5 Saham Minyak Terbaik dan Menjanjikan di Mata Investor
Di Thailand, terdapat lima perusahaan saham minyak utama yang patut diikuti untuk investasi jangka panjang:
PTT adalah perusahaan energi nasional Thailand, didirikan tahun 1978, dan memimpin bisnis lengkap dari produksi, penyulingan, hingga distribusi minyak dan gas alam. PTT juga berperan penting dalam menjaga ketahanan energi negara dan mendukung pembangunan ekonomi Thailand. Saat ini, nilai pasar PTT sebesar 906,9 miliar Baht dengan harga saham 31,75 Baht per lembar. Menurut analis dari investing.com, prediksi harga saham ini di tahun 2026 bisa mencapai 43,00 Baht (maksimum) dan 29,50 Baht (minimum).
PTT Global Chemical (PTTGC) adalah perusahaan terkemuka dalam produksi petrokimia dan plastik, bagian dari grup PTT. PTTGC dikenal sebagai pemimpin dalam produksi petrokimia berkelanjutan dengan investasi teknologi modern untuk mengurangi dampak lingkungan. Nilai pasar saat ini sekitar 109 miliar Baht, dengan harga saham 24,30 Baht. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai 39,00 Baht.
Thai Oil (TOP) didirikan tahun 1961 dan merupakan anak perusahaan dari PTT Group yang berperan penting dalam penyulingan minyak. TOP juga menjalankan bisnis penjualan minyak melalui SPBU Thai Oil Station dan melayani pelanggan industri. Selain itu, perusahaan fokus mengembangkan proyek energi bersih dan teknologi hemat energi. Nilai pasar sekitar 62 miliar Baht, dengan harga saham 28,00 Baht. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai 70,00 Baht.
Bangchak Corporation (BCP) didirikan tahun 1979, bergerak di bidang penyulingan minyak, distribusi, dan pengembangan energi terbarukan. Bangchak memiliki jaringan SPBU besar di seluruh Thailand dan memproduksi berbagai produk seperti bensin, solar, dan gas alam terkompresi (CNG). Nilai pasar sekitar 48 miliar Baht, dengan harga saham 35,25 Baht. Prediksi harga tertinggi mencapai 62,00 Baht.
PTG Energy (PTG) didirikan tahun 2000 dan merupakan pemain utama dalam distribusi minyak dan energi. Perusahaan ini juga berinvestasi di energi terbarukan, seperti tenaga surya, untuk mengurangi dampak lingkungan. Nilai pasar sekitar 13,861 miliar Baht, dengan harga saham 8,30 Baht. Prediksi harga di masa depan bisa mencapai 11,00 Baht.
Saham Minyak AS: Perusahaan Raksasa Dunia yang Perlu Diketahui
Selain di Thailand, saham minyak dari Amerika Serikat dan negara lain juga menjadi pilihan penting bagi investor global.
Saudi Aramco adalah perusahaan minyak dan gas alam nasional Arab Saudi, sekaligus produsen minyak terbesar di dunia dengan cadangan minyak terbesar kedua. Bisnisnya mencakup seluruh rantai nilai dari hulu (eksplorasi dan pengeboran) hingga hilir (penyulingan dan petrokimia). Perusahaan ini memiliki lebih dari 100 sumur minyak dan kapasitas produksi maksimal 12 juta barel per hari. Nilai pasar sekitar $1,803 triliun, dengan harga saham $28,00 per lembar. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai $37,00.
ExxonMobil (XOM) adalah perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia yang beroperasi di berbagai wilayah mulai dari Amerika Utara, Amerika Latin, hingga Asia Pasifik. Didirikan dari penggabungan Exxon dan Mobil tahun 1999, keduanya berasal dari Standard Oil yang didirikan oleh John D. Rockefeller. Nilai pasar sekitar $467,98 miliar, dengan harga saham $106,48. Prediksi harga akhir 2026 bisa mencapai $147,00.
Chevron (CVX) adalah perusahaan energi besar yang berbasis di California, fokus pada eksplorasi dan produksi minyak dan gas, serta investasi di energi bersih seperti hidrogen dan penangkapan karbon. Nilai pasar sekitar $256,74 miliar, dengan harga saham $144,00. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai $197,00.
PetroChina adalah perusahaan yang bergerak di eksplorasi, pengembangan, produksi, dan distribusi minyak dan gas. Didirikan tahun 2542 (2000), hasil restrukturisasi CNPC. Nilai pasar per Juli 2024 sekitar $258,72 miliar, dan harga saham saat ini sekitar $0,78. Prediksi harga di masa depan bisa mencapai $1,27.
Royal Dutch Shell adalah perusahaan energi multinasional Belanda-Inggris, didirikan tahun 1907 dari penggabungan Royal Dutch Petroleum dan Shell. Memiliki jaringan SPBU global dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Pada November 2024, pengadilan di Belanda membatalkan mandat Shell untuk mengurangi emisi karbon sebesar 45% pada 2030. Nilai pasar sekitar $187,44 miliar, dengan harga saham $61,69. Prediksi harga di masa depan bisa mencapai $67,82.
4 Cara Investasi Minyak yang Sesuai dengan Profil Anda
Ada berbagai cara untuk berinvestasi di aset saham minyak dan energi lainnya, masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan.
Cara pertama: Reksa dana minyak yang berinvestasi melalui kontrak futures minyak dunia, biasanya mengacu pada WTI, sehingga hasilnya mengikuti pergerakan harga minyak. Meskipun tidak 100% sama, ini adalah pilihan yang tepat.
Cara kedua: ETF sektor energi cocok untuk investor yang sudah berinvestasi di pasar saham Thailand dan dapat diperdagangkan seperti saham biasa. Saat ini ada dua ETF unggulan, yaitu ENGY dan ENY.
Cara ketiga: saham individual minyak dengan memilih langsung saham dari berbagai perusahaan di sektor hulu, hilir, maupun pemasaran. Masing-masing bagian memberikan manfaat berbeda tergantung pergerakan harga minyak.
Cara keempat: trading CFD melalui broker internasional (Contract For Difference) adalah kontrak selisih yang mengikuti harga saham induk. Keuntungan trading CFD meliputi:
Pembukaan akun yang mudah dan cepat melalui website atau aplikasi
Modal lebih kecil berkat leverage dari broker
Bisa melakukan trading naik (Buy) maupun turun (Sell) sesuai kondisi pasar
Investasi langsung di minyak memiliki keunggulan dari segi pengaruh faktor eksternal yang lebih kecil dan prediksi harga yang lebih mudah dibandingkan investasi saham perusahaan.
Faktor Penting yang Mendorong Harga Minyak dan Saham Energi
Harga minyak dan saham energi dipengaruhi oleh banyak faktor utama yang harus diikuti oleh investor:
Kondisi ekonomi global adalah faktor utama. Ketika ekonomi dunia tumbuh, permintaan minyak meningkat, sehingga harga cenderung naik. Sebaliknya, saat resesi, harga minyak bisa turun karena permintaan menurun. Contohnya, selama pandemi COVID-19, ekonomi melambat drastis, tetapi saat ini ekonomi mulai pulih, menyebabkan harga minyak dunia terus meningkat.
Kapasitas produksi produsen dan kilang sangat penting. Jika produsen tidak mampu memenuhi permintaan, harga akan naik. Sebaliknya, jika produksi berlebih, harga akan turun. OPEC, Rusia, AS, dan China adalah pemain utama yang mempengaruhi arah harga.
Musim dan iklim juga mempengaruhi permintaan minyak, seperti di musim dingin di Eropa dan AS, kebutuhan minyak untuk pemanas meningkat tajam (Heating Oil).
Faktor geopolitik memengaruhi produksi dan pengangkutan. Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara adalah pusat produsen utama. Ketidakstabilan, konflik politik, atau kekacauan militer di daerah ini akan berdampak besar pada volume produksi.
Fluktuasi nilai tukar juga berpengaruh karena perdagangan minyak dilakukan dalam dolar AS. Perubahan nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar akan mempengaruhi biaya investasi.
Keunggulan Investasi di Saham Minyak dan Energi
Investasi di saham minyak cocok untuk investor yang menginginkan stabilitas dan pendapatan jangka panjang.
Stabilitas harga dan ketahanan terhadap volatilitas meskipun harga minyak berfluktuasi jangka pendek, secara jangka panjang pasar minyak relatif stabil. Investasi di saham minyak dapat mengurangi risiko dari volatilitas tersebut.
Keberlanjutan industri minyak digunakan di berbagai sektor seperti transportasi, manufaktur, dan energi. Keberlanjutan ini memberikan kestabilan bagi saham energi.
Margin keuntungan tinggi banyak perusahaan minyak memiliki margin keuntungan besar dari penjualan minyak dan produk terkait.
Dividen banyak perusahaan minyak membagikan dividen secara rutin, sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan.
Perlindungan dan mitigasi risiko investasi di saham minyak dapat melindungi diri dari risiko keuangan karena saham ini sering dianggap sebagai instrumen yang aman dan stabil.
Kesimpulan
Minyak adalah aset yang memiliki berbagai bentuk investasi, mulai dari saham minyak, ETF, hingga CFD. Memahami sumber pendapatan dan karakteristik bisnis dari berbagai saham minyak akan membantu investor menemukan keunggulan dan kekurangan masing-masing, sehingga dapat memilih saham yang sesuai dengan tujuan investasi.
Baik itu ExxonMobil, Chevron, Shell, maupun perusahaan minyak Thailand seperti PTT dan Bangchak, memahami perilaku saham-saham ini adalah kunci keberhasilan. Jika investor meluangkan waktu untuk belajar dan menganalisis saham minyak secara mendalam, yakinlah bahwa ini akan menjadi aset yang mampu memberikan keuntungan secara konsisten dan menguntungkan, karena minyak tetap menjadi kekuatan penggerak ekonomi dunia dalam jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Minyak naik, saham minyak yang harus diikuti pada tahun 2026: 10 saham yang menarik perhatian
Ketika berbicara tentang investasi untuk meningkatkan nilai portofolio, banyak investor sering memandang emas, mata uang, atau cryptocurrency. Namun mereka mungkin lupa bahwa aset yang dekat dan selalu mengikuti berita adalah “minyak bumi”, sumber daya alam yang memiliki nilai sangat besar. Sebagai “emas hitam”, minyak tidak hanya merupakan aset yang dapat digunakan, tetapi juga peluang investasi melalui saham minyak yang memiliki potensi tinggi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang saham minyak dan peluang investasi di tahun 2026.
Memahami Struktur Bisnis Minyak: Hulu, Hilir, dan Pemasaran
Saham dari sektor energi dan minyak sangat diminati oleh investor karena banyak perusahaan besar yang beroperasi di bidang ini. Memahami berbagai jenis bisnis akan membantu Anda memilih investasi dengan lebih cerdas.
Bisnis minyak dibagi menjadi tiga bagian utama berdasarkan tahapan produksi. Pertama adalah bisnis hulu, yang terkait dengan eksplorasi dan pengeboran sumber minyak mentah dan gas alam, baik di darat maupun di laut. Perusahaan dari bagian ini mengirimkan minyak mentah dan gas alam ke kilang. Analisis saham dari sektor ini bergantung pada dua faktor utama yaitu harga minyak mentah dan nilai tukar mata uang. Contoh saham dari perusahaan hulu meliputi ExxonMobil (XOM), Chevron (CVX), ConocoPhillips (COP), EOG Resources (EOG), dan Occidental Petroleum (OXY).
Bisnis hilir adalah bagian dari kilang minyak yang memproses minyak mentah menjadi produk akhir seperti bensin, solar, pelumas, dan produk petrokimia lainnya. Faktor penting untuk saham sektor ini adalah biaya penyulingan dan pengelolaan stok minyak. Perusahaan minyak yang beroperasi di bisnis hilir meliputi Enterprise Products Partners (EPD), Kinder Morgan (KMI), Williams Companies (WMB), Enbridge (ENB), dan Magellan Midstream Partners (MMP).
Bisnis pemasaran adalah bagian ritel dan distribusi minyak melalui SPBU. Investor di saham ini harus memperhatikan biaya pemasaran dan pengelolaan area layanan agar efisien. Perusahaan terkenal di sektor ini meliputi Phillips 66 (PSX), Valero Energy (VLO), Marathon Petroleum (MPC), Royal Dutch Shell (RDS-A), dan TotalEnergies (TTE).
5 Saham Minyak Terbaik dan Menjanjikan di Mata Investor
Di Thailand, terdapat lima perusahaan saham minyak utama yang patut diikuti untuk investasi jangka panjang:
PTT adalah perusahaan energi nasional Thailand, didirikan tahun 1978, dan memimpin bisnis lengkap dari produksi, penyulingan, hingga distribusi minyak dan gas alam. PTT juga berperan penting dalam menjaga ketahanan energi negara dan mendukung pembangunan ekonomi Thailand. Saat ini, nilai pasar PTT sebesar 906,9 miliar Baht dengan harga saham 31,75 Baht per lembar. Menurut analis dari investing.com, prediksi harga saham ini di tahun 2026 bisa mencapai 43,00 Baht (maksimum) dan 29,50 Baht (minimum).
PTT Global Chemical (PTTGC) adalah perusahaan terkemuka dalam produksi petrokimia dan plastik, bagian dari grup PTT. PTTGC dikenal sebagai pemimpin dalam produksi petrokimia berkelanjutan dengan investasi teknologi modern untuk mengurangi dampak lingkungan. Nilai pasar saat ini sekitar 109 miliar Baht, dengan harga saham 24,30 Baht. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai 39,00 Baht.
Thai Oil (TOP) didirikan tahun 1961 dan merupakan anak perusahaan dari PTT Group yang berperan penting dalam penyulingan minyak. TOP juga menjalankan bisnis penjualan minyak melalui SPBU Thai Oil Station dan melayani pelanggan industri. Selain itu, perusahaan fokus mengembangkan proyek energi bersih dan teknologi hemat energi. Nilai pasar sekitar 62 miliar Baht, dengan harga saham 28,00 Baht. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai 70,00 Baht.
Bangchak Corporation (BCP) didirikan tahun 1979, bergerak di bidang penyulingan minyak, distribusi, dan pengembangan energi terbarukan. Bangchak memiliki jaringan SPBU besar di seluruh Thailand dan memproduksi berbagai produk seperti bensin, solar, dan gas alam terkompresi (CNG). Nilai pasar sekitar 48 miliar Baht, dengan harga saham 35,25 Baht. Prediksi harga tertinggi mencapai 62,00 Baht.
PTG Energy (PTG) didirikan tahun 2000 dan merupakan pemain utama dalam distribusi minyak dan energi. Perusahaan ini juga berinvestasi di energi terbarukan, seperti tenaga surya, untuk mengurangi dampak lingkungan. Nilai pasar sekitar 13,861 miliar Baht, dengan harga saham 8,30 Baht. Prediksi harga di masa depan bisa mencapai 11,00 Baht.
Saham Minyak AS: Perusahaan Raksasa Dunia yang Perlu Diketahui
Selain di Thailand, saham minyak dari Amerika Serikat dan negara lain juga menjadi pilihan penting bagi investor global.
Saudi Aramco adalah perusahaan minyak dan gas alam nasional Arab Saudi, sekaligus produsen minyak terbesar di dunia dengan cadangan minyak terbesar kedua. Bisnisnya mencakup seluruh rantai nilai dari hulu (eksplorasi dan pengeboran) hingga hilir (penyulingan dan petrokimia). Perusahaan ini memiliki lebih dari 100 sumur minyak dan kapasitas produksi maksimal 12 juta barel per hari. Nilai pasar sekitar $1,803 triliun, dengan harga saham $28,00 per lembar. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai $37,00.
ExxonMobil (XOM) adalah perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia yang beroperasi di berbagai wilayah mulai dari Amerika Utara, Amerika Latin, hingga Asia Pasifik. Didirikan dari penggabungan Exxon dan Mobil tahun 1999, keduanya berasal dari Standard Oil yang didirikan oleh John D. Rockefeller. Nilai pasar sekitar $467,98 miliar, dengan harga saham $106,48. Prediksi harga akhir 2026 bisa mencapai $147,00.
Chevron (CVX) adalah perusahaan energi besar yang berbasis di California, fokus pada eksplorasi dan produksi minyak dan gas, serta investasi di energi bersih seperti hidrogen dan penangkapan karbon. Nilai pasar sekitar $256,74 miliar, dengan harga saham $144,00. Prediksi harga di tahun 2026 bisa mencapai $197,00.
PetroChina adalah perusahaan yang bergerak di eksplorasi, pengembangan, produksi, dan distribusi minyak dan gas. Didirikan tahun 2542 (2000), hasil restrukturisasi CNPC. Nilai pasar per Juli 2024 sekitar $258,72 miliar, dan harga saham saat ini sekitar $0,78. Prediksi harga di masa depan bisa mencapai $1,27.
Royal Dutch Shell adalah perusahaan energi multinasional Belanda-Inggris, didirikan tahun 1907 dari penggabungan Royal Dutch Petroleum dan Shell. Memiliki jaringan SPBU global dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia. Pada November 2024, pengadilan di Belanda membatalkan mandat Shell untuk mengurangi emisi karbon sebesar 45% pada 2030. Nilai pasar sekitar $187,44 miliar, dengan harga saham $61,69. Prediksi harga di masa depan bisa mencapai $67,82.
4 Cara Investasi Minyak yang Sesuai dengan Profil Anda
Ada berbagai cara untuk berinvestasi di aset saham minyak dan energi lainnya, masing-masing memiliki keunggulan dan keterbatasan.
Cara pertama: Reksa dana minyak yang berinvestasi melalui kontrak futures minyak dunia, biasanya mengacu pada WTI, sehingga hasilnya mengikuti pergerakan harga minyak. Meskipun tidak 100% sama, ini adalah pilihan yang tepat.
Cara kedua: ETF sektor energi cocok untuk investor yang sudah berinvestasi di pasar saham Thailand dan dapat diperdagangkan seperti saham biasa. Saat ini ada dua ETF unggulan, yaitu ENGY dan ENY.
Cara ketiga: saham individual minyak dengan memilih langsung saham dari berbagai perusahaan di sektor hulu, hilir, maupun pemasaran. Masing-masing bagian memberikan manfaat berbeda tergantung pergerakan harga minyak.
Cara keempat: trading CFD melalui broker internasional (Contract For Difference) adalah kontrak selisih yang mengikuti harga saham induk. Keuntungan trading CFD meliputi:
Investasi langsung di minyak memiliki keunggulan dari segi pengaruh faktor eksternal yang lebih kecil dan prediksi harga yang lebih mudah dibandingkan investasi saham perusahaan.
Faktor Penting yang Mendorong Harga Minyak dan Saham Energi
Harga minyak dan saham energi dipengaruhi oleh banyak faktor utama yang harus diikuti oleh investor:
Kondisi ekonomi global adalah faktor utama. Ketika ekonomi dunia tumbuh, permintaan minyak meningkat, sehingga harga cenderung naik. Sebaliknya, saat resesi, harga minyak bisa turun karena permintaan menurun. Contohnya, selama pandemi COVID-19, ekonomi melambat drastis, tetapi saat ini ekonomi mulai pulih, menyebabkan harga minyak dunia terus meningkat.
Kapasitas produksi produsen dan kilang sangat penting. Jika produsen tidak mampu memenuhi permintaan, harga akan naik. Sebaliknya, jika produksi berlebih, harga akan turun. OPEC, Rusia, AS, dan China adalah pemain utama yang mempengaruhi arah harga.
Musim dan iklim juga mempengaruhi permintaan minyak, seperti di musim dingin di Eropa dan AS, kebutuhan minyak untuk pemanas meningkat tajam (Heating Oil).
Faktor geopolitik memengaruhi produksi dan pengangkutan. Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara adalah pusat produsen utama. Ketidakstabilan, konflik politik, atau kekacauan militer di daerah ini akan berdampak besar pada volume produksi.
Fluktuasi nilai tukar juga berpengaruh karena perdagangan minyak dilakukan dalam dolar AS. Perubahan nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar akan mempengaruhi biaya investasi.
Keunggulan Investasi di Saham Minyak dan Energi
Investasi di saham minyak cocok untuk investor yang menginginkan stabilitas dan pendapatan jangka panjang.
Stabilitas harga dan ketahanan terhadap volatilitas meskipun harga minyak berfluktuasi jangka pendek, secara jangka panjang pasar minyak relatif stabil. Investasi di saham minyak dapat mengurangi risiko dari volatilitas tersebut.
Keberlanjutan industri minyak digunakan di berbagai sektor seperti transportasi, manufaktur, dan energi. Keberlanjutan ini memberikan kestabilan bagi saham energi.
Margin keuntungan tinggi banyak perusahaan minyak memiliki margin keuntungan besar dari penjualan minyak dan produk terkait.
Dividen banyak perusahaan minyak membagikan dividen secara rutin, sehingga menjadi sumber pendapatan tambahan.
Perlindungan dan mitigasi risiko investasi di saham minyak dapat melindungi diri dari risiko keuangan karena saham ini sering dianggap sebagai instrumen yang aman dan stabil.
Kesimpulan
Minyak adalah aset yang memiliki berbagai bentuk investasi, mulai dari saham minyak, ETF, hingga CFD. Memahami sumber pendapatan dan karakteristik bisnis dari berbagai saham minyak akan membantu investor menemukan keunggulan dan kekurangan masing-masing, sehingga dapat memilih saham yang sesuai dengan tujuan investasi.
Baik itu ExxonMobil, Chevron, Shell, maupun perusahaan minyak Thailand seperti PTT dan Bangchak, memahami perilaku saham-saham ini adalah kunci keberhasilan. Jika investor meluangkan waktu untuk belajar dan menganalisis saham minyak secara mendalam, yakinlah bahwa ini akan menjadi aset yang mampu memberikan keuntungan secara konsisten dan menguntungkan, karena minyak tetap menjadi kekuatan penggerak ekonomi dunia dalam jangka panjang.