Presiden Ukraina Zelensky secara terbuka menentang apa yang dia gambarkan sebagai tekanan berlebihan dari Presiden AS Trump selama pembicaraan trilateral baru-baru ini yang bertujuan menyelesaikan konflik Ukraina-Rusia yang sedang berlangsung. Negosiasi yang diadakan di Jenewa, Swiss, mengungkapkan ketidaksepakatan mendalam mengenai syarat dasar dari kemungkinan penyelesaian antara Kyiv dan Moskow.
Pertanyaan Donbas: Posisi Tidak Negosiasi Zelensky
Di inti sengketa terletak status Donbas, wilayah timur Ukraina yang diperebutkan. Zelensky telah menegaskan bahwa Ukraina akan menolak setiap kesepakatan yang mengharuskan penarikan sepihak atau langsung mentransfer wilayah strategis ini ke kendali Rusia. Pemimpin Ukraina menganggap tuntutan tersebut sebagai konsesi yang tidak dapat diterima yang akan merusak kedaulatan nasional. Sikap keras ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan internasional, Ukraina bermaksud mempertahankan pengaruh dalam negosiasi daripada menyerah pada apa yang dia anggap sebagai diplomasi koersif.
Strategi Diplomasi Trump Bertemu Perlawanan Ukraina
Kampanye tekanan yang dikaitkan dengan Trump mencerminkan ketegangan geopolitik yang lebih luas mengenai seberapa cepat penyelesaian dapat dicapai. Sementara pemerintahan AS tampaknya fokus pada mengakhiri permusuhan, Zelensky menekankan bahwa setiap resolusi harus menjaga integritas wilayah Ukraina dan jaminan keamanan. Kesenjangan antara posisi ini—kecepatan versus keberlanjutan—terus menyulitkan pembicaraan trilateral dan menimbulkan pertanyaan apakah terobosan akan segera terjadi atau hanya siklus negosiasi lain.
Kebuntuan antara Zelensky dan Trump menegaskan bagaimana konflik geopolitik tetap sangat terkait dengan harga diri nasional dan perhitungan strategis, tanpa solusi mudah yang terlihat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Zelensky Teguh Menentang Trump tentang Ketentuan Perdamaian Ukraina-Rusia
Presiden Ukraina Zelensky secara terbuka menentang apa yang dia gambarkan sebagai tekanan berlebihan dari Presiden AS Trump selama pembicaraan trilateral baru-baru ini yang bertujuan menyelesaikan konflik Ukraina-Rusia yang sedang berlangsung. Negosiasi yang diadakan di Jenewa, Swiss, mengungkapkan ketidaksepakatan mendalam mengenai syarat dasar dari kemungkinan penyelesaian antara Kyiv dan Moskow.
Pertanyaan Donbas: Posisi Tidak Negosiasi Zelensky
Di inti sengketa terletak status Donbas, wilayah timur Ukraina yang diperebutkan. Zelensky telah menegaskan bahwa Ukraina akan menolak setiap kesepakatan yang mengharuskan penarikan sepihak atau langsung mentransfer wilayah strategis ini ke kendali Rusia. Pemimpin Ukraina menganggap tuntutan tersebut sebagai konsesi yang tidak dapat diterima yang akan merusak kedaulatan nasional. Sikap keras ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan internasional, Ukraina bermaksud mempertahankan pengaruh dalam negosiasi daripada menyerah pada apa yang dia anggap sebagai diplomasi koersif.
Strategi Diplomasi Trump Bertemu Perlawanan Ukraina
Kampanye tekanan yang dikaitkan dengan Trump mencerminkan ketegangan geopolitik yang lebih luas mengenai seberapa cepat penyelesaian dapat dicapai. Sementara pemerintahan AS tampaknya fokus pada mengakhiri permusuhan, Zelensky menekankan bahwa setiap resolusi harus menjaga integritas wilayah Ukraina dan jaminan keamanan. Kesenjangan antara posisi ini—kecepatan versus keberlanjutan—terus menyulitkan pembicaraan trilateral dan menimbulkan pertanyaan apakah terobosan akan segera terjadi atau hanya siklus negosiasi lain.
Kebuntuan antara Zelensky dan Trump menegaskan bagaimana konflik geopolitik tetap sangat terkait dengan harga diri nasional dan perhitungan strategis, tanpa solusi mudah yang terlihat.