Para profesional trading seperti Paul Howard, direktur di Wincent, sedang mengamati dengan cermat bagaimana pasar cryptocurrency menavigasi lingkungan makro yang semakin kompleks. Tindakan pasar terbaru menunjukkan gambaran yang lebih bernuansa daripada sekadar reaksi headline: meskipun ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan tetap ada, Bitcoin dan altcoin sedang mengkonsolidasikan pola yang menunjukkan keyakinan terbatas di antara trader untuk pergerakan arah yang berkelanjutan.
Analisis Paul Howard: Mengapa Berita Tarif Tidak Mendorong Crypto Secara Tegas
Menurut analis pasar seperti Paul Howard, hubungan antara pengumuman kebijakan perdagangan dan pergerakan harga cryptocurrency semakin rumit. Meski Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa peluncuran tarif global oleh Presiden Trump adalah ilegal—diikuti dengan pengumuman Trump tentang tarif global baru sebesar 10% di bawah Section 122—Bitcoin belum menunjukkan lonjakan yang menentukan ke salah satu arah. Sebaliknya, mata uang kripto terbesar di dunia ini berada dalam fase konsolidasi di sekitar kisaran $60.000-an, yang menurut Paul Howard menunjukkan bahwa peserta pasar menganggap turbulensi kebijakan sebagai “suara latar belakang” daripada katalis fundamental.
Kurangnya tindak lanjut dari reli yang dicoba menunjukkan bahwa meskipun trader mengakui hambatan pertumbuhan akibat tarif, mereka tidak memperhitungkan krisis langsung. Respon yang terukur ini berbeda dengan pasar ekuitas tradisional, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 menunjukkan pergerakan yang lebih responsif—masing-masing naik sekitar 0,9% dan 0,7% dalam sesi terakhir.
Altcoin Tampilkan Sinyal Campuran di Tengah Tekanan Lebih Luas
Pasar cryptocurrency secara umum menunjukkan ketidakpastian yang serupa. Indeks CoinDesk 20 menunjukkan gambaran yang campur aduk, dengan altcoin menunjukkan performa yang beragam daripada kekuatan yang seragam. Data terbaru menunjukkan:
BNB: turun 1,67% dalam 24 jam
Dogecoin (DOGE): turun 3,69% dalam 24 jam
Cardano (ADA): turun 2,31% dalam 24 jam
Solana (SOL): turun 5,22% dalam 24 jam
Penurunan ini bertentangan dengan reli sebelumnya, menandakan bahwa momentum telah bergeser. Bitcoin sendiri telah kembali ke sekitar $65.610 dengan penurunan 2,56% dalam 24 jam, menunjukkan bahwa trader sedang menilai ulang posisi mereka secara menyeluruh. Saham terkait kripto juga menunjukkan pola yang sama, dengan Coinbase (COIN) dan perusahaan aset digital publik lainnya mundur dari kenaikan terakhir, sementara saham penambangan Bitcoin yang terkait dengan ekspansi AI—termasuk Riot Platforms (RIOT), Cipher Mining (CIFR), IREN, dan TeraWulf (WULF)—mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Konsolidasi: Realitas Baru Pasar
Pengamat pasar menyebut fase konsolidasi ini disebabkan oleh berbagai faktor yang bekerja secara bersamaan. Selain ketidakpastian tarif, volume perdagangan telah menyusut secara signifikan, membuat pasar kripto rentan terhadap pergerakan tajam ke atas maupun ke bawah, tetapi kurang memiliki keyakinan untuk melakukan breakout. Seperti yang dicatat Paul Howard dan trader berpengalaman lainnya, “Tanpa adanya perubahan fundamental yang jelas atau hasil kebijakan yang tegas, pasar kemungkinan akan tetap dalam rentang, menguji level support dan resistance daripada melakukan pergerakan arah yang berarti.”
Latar belakang konsolidasi ini semakin rumit oleh risiko geopolitik yang terus berlangsung. Ketegangan yang meningkat terkait potensi aksi militer AS di Iran menjadi lapisan ketidakpastian lain yang bisa memicu volatilitas baru di pasar global kapan saja.
Apa Selanjutnya?
Ketahanan Bitcoin meskipun menghadapi turbulensi kebijakan memperkuat bahwa pasar cryptocurrency semakin canggih dalam menilai risiko. Trader sedang memilah-milah noise, membedakan antara pengumuman kebijakan sementara dan perubahan struktural dalam lanskap investasi. Namun untuk saat ini, pemahaman tersebut tampaknya berujung pada konsolidasi daripada keyakinan—sebuah pola tahan yang bisa bertahan sampai hasil kebijakan yang lebih jelas muncul atau kondisi makro memberikan katalis arah baru.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pasar Kripto Menghadapi Tantangan: Paul Howard Menjelaskan Konsolidasi Bitcoin Meski Ketidakpastian Kebijakan
Para profesional trading seperti Paul Howard, direktur di Wincent, sedang mengamati dengan cermat bagaimana pasar cryptocurrency menavigasi lingkungan makro yang semakin kompleks. Tindakan pasar terbaru menunjukkan gambaran yang lebih bernuansa daripada sekadar reaksi headline: meskipun ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan tetap ada, Bitcoin dan altcoin sedang mengkonsolidasikan pola yang menunjukkan keyakinan terbatas di antara trader untuk pergerakan arah yang berkelanjutan.
Analisis Paul Howard: Mengapa Berita Tarif Tidak Mendorong Crypto Secara Tegas
Menurut analis pasar seperti Paul Howard, hubungan antara pengumuman kebijakan perdagangan dan pergerakan harga cryptocurrency semakin rumit. Meski Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa peluncuran tarif global oleh Presiden Trump adalah ilegal—diikuti dengan pengumuman Trump tentang tarif global baru sebesar 10% di bawah Section 122—Bitcoin belum menunjukkan lonjakan yang menentukan ke salah satu arah. Sebaliknya, mata uang kripto terbesar di dunia ini berada dalam fase konsolidasi di sekitar kisaran $60.000-an, yang menurut Paul Howard menunjukkan bahwa peserta pasar menganggap turbulensi kebijakan sebagai “suara latar belakang” daripada katalis fundamental.
Kurangnya tindak lanjut dari reli yang dicoba menunjukkan bahwa meskipun trader mengakui hambatan pertumbuhan akibat tarif, mereka tidak memperhitungkan krisis langsung. Respon yang terukur ini berbeda dengan pasar ekuitas tradisional, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 menunjukkan pergerakan yang lebih responsif—masing-masing naik sekitar 0,9% dan 0,7% dalam sesi terakhir.
Altcoin Tampilkan Sinyal Campuran di Tengah Tekanan Lebih Luas
Pasar cryptocurrency secara umum menunjukkan ketidakpastian yang serupa. Indeks CoinDesk 20 menunjukkan gambaran yang campur aduk, dengan altcoin menunjukkan performa yang beragam daripada kekuatan yang seragam. Data terbaru menunjukkan:
Penurunan ini bertentangan dengan reli sebelumnya, menandakan bahwa momentum telah bergeser. Bitcoin sendiri telah kembali ke sekitar $65.610 dengan penurunan 2,56% dalam 24 jam, menunjukkan bahwa trader sedang menilai ulang posisi mereka secara menyeluruh. Saham terkait kripto juga menunjukkan pola yang sama, dengan Coinbase (COIN) dan perusahaan aset digital publik lainnya mundur dari kenaikan terakhir, sementara saham penambangan Bitcoin yang terkait dengan ekspansi AI—termasuk Riot Platforms (RIOT), Cipher Mining (CIFR), IREN, dan TeraWulf (WULF)—mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Konsolidasi: Realitas Baru Pasar
Pengamat pasar menyebut fase konsolidasi ini disebabkan oleh berbagai faktor yang bekerja secara bersamaan. Selain ketidakpastian tarif, volume perdagangan telah menyusut secara signifikan, membuat pasar kripto rentan terhadap pergerakan tajam ke atas maupun ke bawah, tetapi kurang memiliki keyakinan untuk melakukan breakout. Seperti yang dicatat Paul Howard dan trader berpengalaman lainnya, “Tanpa adanya perubahan fundamental yang jelas atau hasil kebijakan yang tegas, pasar kemungkinan akan tetap dalam rentang, menguji level support dan resistance daripada melakukan pergerakan arah yang berarti.”
Latar belakang konsolidasi ini semakin rumit oleh risiko geopolitik yang terus berlangsung. Ketegangan yang meningkat terkait potensi aksi militer AS di Iran menjadi lapisan ketidakpastian lain yang bisa memicu volatilitas baru di pasar global kapan saja.
Apa Selanjutnya?
Ketahanan Bitcoin meskipun menghadapi turbulensi kebijakan memperkuat bahwa pasar cryptocurrency semakin canggih dalam menilai risiko. Trader sedang memilah-milah noise, membedakan antara pengumuman kebijakan sementara dan perubahan struktural dalam lanskap investasi. Namun untuk saat ini, pemahaman tersebut tampaknya berujung pada konsolidasi daripada keyakinan—sebuah pola tahan yang bisa bertahan sampai hasil kebijakan yang lebih jelas muncul atau kondisi makro memberikan katalis arah baru.