Banyak orang menganggap suku bunga rendah sebagai peluang permanen. Melihat suku pinjaman 2% yang ditawarkan ListaDAO, mereka mulai membayangkan arbitrase tanpa batas waktu. Tapi ada satu pertanyaan yang harus kamu pikirkan dengan matang—ketika semua trader di pasar secara gila-gilaan meminjam lisUSD untuk proyek baru, kolam dana bukanlah mesin cetak uang.
Seberapa ketat sebenarnya ketersediaan dana? Lihat saja tingkat utilisasi (Utilization Rate). Begitu indikator ini mendekati jenuh, kurva suku bunga yang lembut akan tiba-tiba berubah wajah, biaya melonjak tinggi, dan yang paling menyakitkan adalah kamu mungkin sama sekali tidak bisa meminjam uang. Bayangkan: pasar sedang meledak, kamu ingin menambah posisi tapi tidak punya amunisi, biaya pelunasan sudah melampaui batas wajar. Perasaan terjebak dalam kekurangan likuiditas ini, hanya orang yang benar-benar mengalaminya yang tahu betapa tak berdayanya rasa itu.
Mari kita lihat model suku bunga adaptif ListaDAO (AdaptiveCurveIRM), yang memang cukup tangguh di sebagian besar waktu, menawarkan suku biaya terendah yang paling kompetitif di pasar. Asal pasar tetap relatif stabil. Tapi jangan lupa, begitu terjadi kondisi ekstrem—misalnya sebuah bursa tiba-tiba meluncurkan proyek Launchpool yang sedang tren—permintaan pinjaman bisa meningkat secara eksponensial dalam hitungan menit. Meskipun algoritma akan berusaha meredam fluktuasi ini, ketika tingkat utilisasi kolam dana mendekati 100%, tekanan biaya tetap tak terhindarkan. Situasi terburuknya adalah likuiditas langsung habis, kamu tidak bisa meminjam sama sekali.
Apa yang harus dilakukan? Pendekatanku adalah membangun mekanisme pemantauan utilisasi. Saat menggunakan ListaDAO, jangan hanya fokus pada angka APY saat ini, tapi selalu perhatikan tekanan penggunaan dana yang sebenarnya. Tetapkan ambang peringatan, dan saat tingkat utilisasi mencapai batas bahaya, lakukan penyesuaian strategi—baik mengurangi pinjaman baru maupun menyiapkan dana pelunasan yang cukup. Dengan begitu, kamu bisa menikmati manfaat suku bunga rendah sekaligus menghindari jebakan yang tak terlihat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Banyak orang menganggap suku bunga rendah sebagai peluang permanen. Melihat suku pinjaman 2% yang ditawarkan ListaDAO, mereka mulai membayangkan arbitrase tanpa batas waktu. Tapi ada satu pertanyaan yang harus kamu pikirkan dengan matang—ketika semua trader di pasar secara gila-gilaan meminjam lisUSD untuk proyek baru, kolam dana bukanlah mesin cetak uang.
Seberapa ketat sebenarnya ketersediaan dana? Lihat saja tingkat utilisasi (Utilization Rate). Begitu indikator ini mendekati jenuh, kurva suku bunga yang lembut akan tiba-tiba berubah wajah, biaya melonjak tinggi, dan yang paling menyakitkan adalah kamu mungkin sama sekali tidak bisa meminjam uang. Bayangkan: pasar sedang meledak, kamu ingin menambah posisi tapi tidak punya amunisi, biaya pelunasan sudah melampaui batas wajar. Perasaan terjebak dalam kekurangan likuiditas ini, hanya orang yang benar-benar mengalaminya yang tahu betapa tak berdayanya rasa itu.
Mari kita lihat model suku bunga adaptif ListaDAO (AdaptiveCurveIRM), yang memang cukup tangguh di sebagian besar waktu, menawarkan suku biaya terendah yang paling kompetitif di pasar. Asal pasar tetap relatif stabil. Tapi jangan lupa, begitu terjadi kondisi ekstrem—misalnya sebuah bursa tiba-tiba meluncurkan proyek Launchpool yang sedang tren—permintaan pinjaman bisa meningkat secara eksponensial dalam hitungan menit. Meskipun algoritma akan berusaha meredam fluktuasi ini, ketika tingkat utilisasi kolam dana mendekati 100%, tekanan biaya tetap tak terhindarkan. Situasi terburuknya adalah likuiditas langsung habis, kamu tidak bisa meminjam sama sekali.
Apa yang harus dilakukan? Pendekatanku adalah membangun mekanisme pemantauan utilisasi. Saat menggunakan ListaDAO, jangan hanya fokus pada angka APY saat ini, tapi selalu perhatikan tekanan penggunaan dana yang sebenarnya. Tetapkan ambang peringatan, dan saat tingkat utilisasi mencapai batas bahaya, lakukan penyesuaian strategi—baik mengurangi pinjaman baru maupun menyiapkan dana pelunasan yang cukup. Dengan begitu, kamu bisa menikmati manfaat suku bunga rendah sekaligus menghindari jebakan yang tak terlihat.