Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mike McGlone memperingatkan tentang risiko depresiasi Bitcoin di tengah harapan deflasi
Аналisis Mike McGlone, kepala strategi pasar komoditas di Bloomberg Intelligence, kembali menarik perhatian pasar karena kontrasnya dengan sentimen investor saat ini. Kali ini McGlone memberikan prediksi tentang undervaluasi signifikan Bitcoin dibandingkan emas, yang dapat menandakan potensi pembalikan pasar aset digital yang akan datang. Meski dikenal skeptis terhadap pasar kripto, analis ini menemukan pola menarik dalam rasio kedua aset tersebut.
Logika Deflasi: Mengapa McGlone Memilih Emas
Menurut analis, situasi ekonomi saat ini sedang memasuki fase deflasi setelah periode tekanan inflasi. Dalam masa seperti ini, investor berpengalaman secara klasik beralih dari aset spekulatif berisiko ke tempat penyimpanan nilai yang konservatif. McGlone berpendapat bahwa emas, sebagai aset tradisional dengan sejarah berabad-abad, menjadi pilihan utama manajer portofolio.
Pasar kripto, menurutnya, terlalu volatil dan spekulatif untuk masa ketidakpastian ekonomi. Ini menjelaskan mengapa, meskipun harga Bitcoin mencapai rekor di atas $105.000 tahun lalu, pakar pasar komoditas ini melihat adanya overvaluasi mendasar terhadap aset tersebut.
Overvaluasi Bitcoin: Keunggulan 33 Kali yang Bisa Menghilang
Metode utama dalam analisis McGlone adalah rasio nilai: pada puncaknya tahun 2025, satu Bitcoin bernilai 33 kali lipat dari satu ons emas. Ketidakseimbangan ini, menurut analis, secara historis tidak berkelanjutan dan menandakan koreksi. Ia menekankan bahwa jika pasar keuangan tradisional memasuki tren bearish, tekanan terhadap aset spekulatif akan tak terhindarkan.
Rasio ini menjadi bukti bagi McGlone bahwa pasar kripto telah overvalued, dan dalam kondisi perlambatan ekonomi, aset ini akan menjadi yang pertama dijual oleh investor institusional.
Skenario McGlone: Bitcoin ke $40.000, Emas ke $4.000
Menurut perhitungan analis Bloomberg, skenario keseimbangan aset adalah sebagai berikut: emas naik ke $4.000 per ons, dan Bitcoin turun ke $40.000. Ini berarti rasio akan turun dari 33x menjadi 10x — level yang menurut McGlone lebih adil dalam tekanan deflasi.
Menariknya, level $40.000 untuk Bitcoin tidak dianggap sebagai titik terendah, melainkan sebagai penilaian yang wajar dalam konteks siklus makroekonomi. Meskipun harga ini sudah tercapai sejak 2023, McGlone melihatnya sebagai overvaluasi yang adil dibandingkan aset tradisional.
Kondisi Pasar Saat Ini: Dari Puncak ke Koreksi
Pada saat analisis data pasar terakhir, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $68.370, turun 3,91% dalam 24 jam terakhir. Penurunan signifikan dari level di atas $105.000 menunjukkan bahwa pasar sudah mulai merespons sinyal makroekonomi yang diperkirakan McGlone. Volume perdagangan harian sekitar $937 juta, mencerminkan aktivitas trader meskipun terjadi koreksi.
Data ini menunjukkan bahwa para ahli dan investor ritel memantau dinamika dengan seksama. Meski skenario McGlone ($40.000) belum sepenuhnya terwujud, arah pergerakan harga sesuai dengan prediksinya tentang pergeseran modal dari aset spekulatif.
Pandangan Alternatif: Robert Kiyosaki Percaya Sebaliknya
Tidak semua ahli sepakat dengan pandangan McGlone. Robert Kiyosaki, penulis buku bestseller “Rich Dad Poor Dad”, menyampaikan pandangan yang sangat berlawanan. Menurutnya, keruntuhan pasar keuangan tradisional yang akan datang justru akan menjadi katalisator masuknya modal ke Bitcoin sebagai tempat perlindungan aman dari krisis sistemik.
Dikotomi pandangan ini menyoroti dilema utama para investor kripto: apakah Bitcoin adalah perlindungan terhadap sistem keuangan atau gelembung spekulatif? McGlone melihatnya sebagai gelembung yang akan pecah, sementara Kiyosaki memandangnya sebagai satu-satunya jawaban yang memadai terhadap risiko sistemik.