UBS: Terus optimis terhadap saham internet besar dengan modal China di Hong Kong, portofolio simulasi baru memasukkan JD.com Group-SW dan Baidu Group-SW

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

UBS merilis laporan riset yang menyatakan bahwa sejak pecahnya konflik di Iran, indeks MSCI China mengungguli indeks global sekitar 1,4%, sementara pasar A-share lebih tahan banting, dengan indeks Shanghai-Shenzhen 300 hampir tidak mengalami perubahan selama periode tersebut. Bank ini berpendapat bahwa hal ini semakin membuktikan bahwa pasar saham China menawarkan pilihan diversifikasi yang layak bagi investor global. Dari segi fundamental, risiko penurunan pasar China yang dipicu oleh peristiwa geopolitik akhir-akhir ini relatif terbatas, dengan alasan meliputi: 1) Ketergantungan China terhadap minyak relatif rendah, hanya sekitar 20% dari total konsumsi energi; 2) Cadangan minyak yang cukup, sekitar 4 bulan atau 1,3 miliar barel; 3) Mekanisme penetapan harga pemerintah menyebabkan kenaikan harga minyak tidak sepenuhnya tersalurkan ke konsumen hilir; 4) Biaya input yang lebih tinggi dapat mendorong PPI dan ekspektasi harga naik, yang dalam kondisi deflasi saat ini justru menguntungkan.

Dalam hal pilihan pasar, bank ini lebih menyukai A-share, dengan alasan: 1) Potensi masuknya dana pemerintah ke pasar memberikan dukungan ke arah penurunan; 2) Dibandingkan dengan H-share dan ADR, korelasi A-share dengan indeks global lebih rendah; 3) Likuiditas yang cukup melimpah; 4) Mendapat manfaat dari dukungan kebijakan. Di dalam pasar A-share, sektor yang menjadi favorit termasuk teknologi perangkat keras, logam non-ferrous, internet, peralatan listrik, perusahaan sekuritas, serta saham terkait ekspansi internasional.

UBS berpendapat bahwa biaya input yang lebih tinggi mungkin tidak selalu buruk; meskipun biaya input yang lebih tinggi dapat menekan margin laba perusahaan, dampaknya terhadap perusahaan China relatif kecil. Secara historis, PPI sangat berkorelasi tinggi dengan pendapatan perusahaan, di mana kenaikan PPI (atau penyempitan penurunan) sering kali mempercepat pertumbuhan pendapatan, sehingga memberikan efek leverage positif terhadap laba. Selain itu, beberapa industri sedang mencari kenaikan harga, dan kenaikan harga minyak dapat memberi mereka dorongan lebih besar (seperti industri kimia). Jika investor percaya bahwa ekonomi China dapat terus memasuki lingkungan inflasi, harga saham berpotensi mengalami kenaikan.

Dalam pasar A-share, bank ini lebih menyukai sektor teknologi perangkat keras, logam non-ferrous, internet, peralatan listrik, perusahaan sekuritas, dan saham terkait ekspansi internasional. Untuk H-share, bank ini tetap optimis terhadap perusahaan internet besar dan memasukkan JD.com-SW (09618) serta Baidu Group-SW (09888) ke dalam portofolio model karena keduanya memiliki proporsi kepemilikan yang rendah, valuasi yang tidak tinggi, dan langkah-langkah pengembalian kepada pemegang saham yang aktif.

(Disusun oleh: Wang Zhiqiang HF013)

【Disclaimer】 Artikel ini hanya mewakili pandangan penulis dan tidak terkait dengan Hexun. Situs Hexun bersikap netral terhadap pernyataan dan penilaian dalam artikel ini, dan tidak memberikan jaminan secara tersurat maupun tersirat mengenai keakuratan, keandalan, atau kelengkapan isi. Pembaca hanya dapat menggunakannya sebagai referensi dan bertanggung jawab penuh atas penggunaannya. Email: news_center@staff.hexun.com

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan